Potensi Bitcoin Di Tengah Ancaman Kenaikan Tarif Presiden AS Donald Trump

Rahmat Jiwandono
Kamis 10 Juli 2025, 20:40 WIB
ilustrasi bitcoin (Sumber: freepik)

ilustrasi bitcoin (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan sikap agresifnya terhadap tarif perdagangan, dengan memastikan tidak akan ada perpanjangan lagi untuk tarif khusus negara yang akan mulai berlaku pada awal Agustus 2025.

Baca Juga: Samsung Galaxy Watch 8 Series yang Lebih Ramping Menyertakan Akses Gemini

Trump mengumumkan tarif baru sebesar 50 persen pada produk tembaga impor dan mengancam tarif besar-besaran (hingga 200 persen) untuk produk farmasi jika perusahaan obat tidak memindahkan produksinya ke AS dalam satu tahun ke depan.

Selain itu, India dan Indonesia akan dikenakan tarif tambahan 10 persen karena keterlibatannya dalam BRICS, dan Uni Eropa juga terancam mendapat tarif baru dalam waktu dekat terkait ketegangan atas pajak dan denda yang dikenakan pada perusahaan teknologi AS.

Merespons situasi tersebut, Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku menilai aksi Trump ini memicu lonjakan harga tembaga dan gejolak di pasar keuangan, sementara saham sektor farmasi sempat turun akibat kekhawatiran beban pajak baru.

“Kebijakan tarif ini juga menambah ketidakpastian perdagangan global, di mana AS hanya berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan Inggris dan Vietnam, serta penundaan terbatas dengan China,” jelas Fahmi pada Kamis (10/7/2025).

Baca Juga: Samsung Galaxy Z Flip 7 Tampil Lebih Tipis, Tersedia 4 Pilihan Warna

Fahmi mengungkapkan, megara lain seperti Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara Asia lainnya termasuk Indonesia telah menerima pemberitahuan tarif 25-40 persen, dengan ancaman tarif lebih tinggi jika ada tindakan balasan dari negara-negara mitra dagang tersebut.

Kebijakan tarif Trump tersebut, apabila diimplementasikan, dapat memicu ketidakstabilan baru di pasar global, memperbesar risiko stagflasi dan tekanan inflasi akibat naiknya harga impor barang utama.

“Bagi investor kripto, ketidakpastian ini bisa memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai “safe haven” dan lindung nilai terhadap pelemahan mata uang fiat dan volatilitas pasar saham. Namun, volatilitas jangka pendek juga cenderung meningkat, seiring respons pasar terhadap kebijakan perdagangan yang berubah-ubah,” imbuhnya.

Investor kripto disarankan untuk memantau data inflasi, perubahan sentimen risk-off, dan rotasi modal lintas aset yang bisa terjadi akibat eskalasi perang dagang di semester kedua 2025 on-chain metric terbaru menunjukkan bahwa rasio outflow/inflow Bitcoin bulanan telah turun ke 0,9, level terendah sejak akhir bear market 2022.

Baca Juga: Bybit.eu: Platform Kripto Khusus untuk Pengguna di Benua Eropa

“Rasio di bawah 1,0 menggambarkan bahwa lebih banyak Bitcoin keluar dari bursa daripada masuk yang menjadi indikasi kuat tren akumulasi jangka panjang,” ujarnya.

Meskipun tekanan jual jangka pendek cukup intens di salah satu exchange global, Bitcoin berhasil bertahan di rentang US$100K–US$110K, yang kemungkinan disebabkan terserapnya tekanan jual tersebut oleh tren akumulasi yang sedang terjadi.

Fakta lain yang menarik adalah terpantaunya pemindahan dana sebesar lebih dari 19.400 Bitcoin dari wallet lama (3–7 tahun) ke wallet institusional menandakan penempatan strategis besar dari pelaku sektor institusi.

“Kombinasi rasio inflow/outflow rendah dan pergerakan aset institusional ini memperkuat argumen bahwa level harga saat ini merupakan dasar yang kuat, dan jika pola siklus sebelumnya berulang, kita mungkin akan menyaksikan rally ke tingkat harga baru di semester kedua 2025,” katanya.

Baca Juga: Bitcoin Sentuh Angka Rp1,7 Miliar, Mendekati Rekor Paling Tinggi

Perkembangan ini menunjukkan investor jangka panjang, terutama institusional, sedang mengakumulasi dengan tenang, menggunakan periode konsolidasi sebagai peluang membeli.

“Hal ini mendukung tesis bahwa level harga sekitar US$100K bukan sekadar dukungan teknikal, melainkan zona akumulasi fundamental terbaru bagi reli berikutnya. Bagi investor kripto, ini bisa menjadi sinyal untuk mempertimbangkan peningkatan posisi secara bertahap (dollar-cost averaging/DCA) selama range ini,” ujarnya.

Namun, tetap penting menjaga manajemen risiko karena volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi saat tekanan jual jangka pendek berlanjut.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.
Automotive16 Juni 2026, 17:14 WIB

All New Lexus ES Segera Meluncur di Indonesia pada Juli 2026

Selain tersedia dalam tipe BEV, mobil ini juga akan tersedia dalam model HEV.
Lexus ES. (Sumber: Lexus)
Hobby16 Juni 2026, 16:18 WIB

Cerita Alumni UMY Chairul Mukmin Jadi Pemenang Pertama SUCI 12

Menapaki jalan yang panjang dan enggak mudah di dunia komedi.
Chairul Mukmin juara pertama SUCI 12. (Sumber: UMY)
Lifestyle16 Juni 2026, 16:03 WIB

ASICS x Isa Boulder Hadirkan Siluet Hypersync dengan Sentuhan Khas Bali

Sepatu ini bisa kamu beli secara online atau datang ke Potato Head Bali.
ASICS x Isa Boulder. (Sumber: ist)
Techno16 Juni 2026, 15:16 WIB

Marshall Meluncurkan Headphone Milton ANC, Harganya Rp4 Juta

Perangkat wearable ini menjanjikan daya baterai hingga 80 jam dengan mode ANC non-aktif.
Marshall Milton ANC.
Travel16 Juni 2026, 14:58 WIB

Kerontjong Pesisir 2026 Digelar di Pantai Cangkring Bantul, Ini Daftar Musisinya

Acara ini menggaungkan senandung muda-mudi dan menggeliatkan perekonomian sekitar.
Kerontjong pesisir yang akan digelar di Pantai Cangkring Bantul. (Sumber: istimewa)
Techno15 Juni 2026, 18:02 WIB

Meta Menambahkan Fitur Asisten Kreator AI Baru di Facebook

Fitur ini dapat menghasilkan ide konten berdasarkan tren viral terkini.
Fitur asisten kreator. (Sumber: meta)
Automotive15 Juni 2026, 17:20 WIB

Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Hadir di Indonesia

MX King 150 Prima Pramac livery sebagai partner bermobilitas paling ganteng dan paling kenceng.
Yamaha MX King 150 Prima Pramac. (Sumber: yamaha)