Taktik Baru yang Agresif dan Eskalasi Kolaborasi Pelaku Ancaman Ransomware

Rahmat Jiwandono
Kamis 26 Juni 2025, 17:30 WIB
(ilustrasi) ransomware (Sumber: freepik)

(ilustrasi) ransomware (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Palo Alto Networks, perusahaan keamanan siber AI terkemuka di dunia, telah merilis laporan barunya yang berjudul Unit 42 Extortion and Ransomware Trends untuk periode Januari-Maret 2025.

Laporan ini mengungkapkan bahwa para pelaku ancaman siber terus mengembangkan taktik mereka, berkolaborasi dengan kelompok-kelompok yang didukung negara, dan menggunakan modus pemerasan untuk mendapatkan pembayaran.

Seiring dengan meningkatnya risiko atas ancaman ransomware dan pemerasan yang terus berkembang, sejumlah organisasi di seluruh wilayah Asia Pasifik dan Jepang kerap memprioritaskan postur keamanan mereka, dan banyak diantaranya kini mampu mendeteksi serangan di tahap awal, sebelum penyerang dapat mencapai tujuannya.

Baca Juga: GoPro Hadirkan Alat Penyuntingan 360 Baru ke Aplikasi Quik

Hal ini telah menyebabkan peningkatan kasus respons insiden yang berhasil diatasi pada tahap akses jaringan. Meskipun terdapat kemajuan, kampanye ransomware dan pemerasan tetap berhasil dengan kecepatan yang signifikan.

Dengan menganalisis kasus-kasus insiden respons, para peneliti di Unit 42 Palo Alto Networks menemukan bahwa pelaku ancaman, sebagai balasan, memperkuat taktik mereka dengan menggunakan metode yang lebih agresif untuk menekan korban dan memperoleh pembayaran yang lebih tinggi dan konsisten.

Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk harus tetap waspada terhadap tren ransomware dan menerapkan strategi pertahanan berlapis untuk perlindungan guna tetap siap menghadapi serangan tersebut.

"Kami melihat pergeseran nyata di dalam cara pelaku ransomware dan pemerasan beroperasi secara global dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik dan Jepang," ujar Vice President dan Managing Partner, Unit 42, Asia Pasifik & Jepang, Palo Alto Networks, Philippa Cogswell.

Baca Juga: Telkom x Palo Alto Networks: Akselerasi Keamanan Siber dan Produk Digital

Menurutnya, para penyerang kini beralih dari taktik enkripsi tradisional ke metode yang lebih agresif dan manipulatif, mencakup klaim palsu, akses ke orang dalam, dan tools yang dapat menonaktifkan kontrol keamanan.

"Taktik-taktik baru dan terus berkembang ini menunjukkan betapa pentingnya bagi organisasi untuk tidak hanya mengandalkan pertahanan reaktif, tetapi juga berinvestasi dalam strategi keamanan yang memberikan visibilitas penuh dan respons cepat di seluruh lingkungan mereka," paparnya.

Melihat pergeseran metode pelaku ransomware dan pemerasan menjadi lebih canggih, wilayah Asia Pasifik dan Jepang serta negara-negara berkembang seperti Indonesia harus tetap waspada dikarenakan adanya  berbagai celah keamanan siber yang sistemik.

Menurut Laporan Lanskap Keamanan Siber Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada tahun 2024, total trafik anomali di Indonesia selama tahun 2024 mencapai 330.527.636, dan 514.508 di antaranya berasal dari aktivitas ransomware.

Baca Juga: Akibat Serangan Ransomware, Ribuan Data Pribadi Pelanggan Casio Dibobol

Setelah insiden ransomware berskala besar yang menargetkan infrastruktur penting, Indonesia tengah menyusun Rancangan Undang-Undang Keamanan Siber dan Ketahanan Siber untuk memperkuat tata kelola institusional, memperjelas peran antar lembaga, dan meningkatkan penegakan hukum terhadap tindak kejahatan siber.

Para pelaku industri juga mengadopsi deteksi ancaman berbasis AI untuk meningkatkan pemantauan real-time dan respons cepat terhadap insiden secara signifikan. Hal ini sangat penting, seiring dengan meningkatnya kecepatan, kompleksitas, dan kecanggihan dari serangan ransomware.

Country Manager Indonesia Palo Alto Networks Adi Rusli mengatakan, kelompok ransomware kini beralih dari serangan massal ke serangan yang lebih ditargetkan dan canggih, sehingga menyebabkan kerugian finansial yang lebih serius bagi bisnis.

Baca Juga: PDNS Diserang Ransomware, Wamen Kominfo: "Kita Tidak Gampang Ditakut-takuti"

Perlindungan yang efektif memerlukan pendekatan berbasis platform yang memberikan visibilitas jaringan secara menyeluruh untuk memantau trafik dan memblokir aktivitas mencurigakan, serta dipadukan dengan peninjauan keamanan secara berkala, pelatihan untuk para pegawai, dan rencana tanggap ancaman yang solid.

"Bisnis di Indonesia perlu terus berinvestasi pada teknologi keamanan siber dan membangun fondasi ini dengan peningkatan keamanan yang berkelanjutan serta pemantauan ancaman," imbuhnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno06 Maret 2026, 17:48 WIB

Vivo Unjuk Gigi Kecanggihan Kamera X300 Ultra di MWC 2026

Mengubah Kreasi Profesional dengan Kemampuan Video Mutakhir.
Vivo X300 Ultra memamerkan kemampuan pembuatan video sinematik. (Sumber: Vivo)
Automotive06 Maret 2026, 17:37 WIB

Harley Davidson Hadirkan 4 Moge Tipe Sport-Touring Baru di Asia Tenggara

Pengumuman balap Bagger World Cup bersama Niti Racing Indonesia, dan pengalaman penggemar yang mendalam.
Managing Director, Asia Emerging Markets and India di Harley Davidson Mark O'Flaherty. (Sumber: istimewa)
Automotive06 Maret 2026, 17:16 WIB

Indian Motorcycle Chief Vintage 2026 Beri Penghormatan untuk Moge Klasik Amerika

Chief Vintage 2026 Mengingatkan Kembali Gaya dan Keahlian Era Keemasan Sepeda Motor Amerika Serikat.
Indian Motorcycle hadirkan Indian Chief Vintage 2026. (Sumber: Indian Motorcycle)
Techno06 Maret 2026, 16:08 WIB

Nubia Neo 5 GT Dipamerkan di MWC 2026, Tersertifikasi untuk Gameplay 120FPS

Perangkat ini memiliki tiga varian warna.
Nubia Neo 5 GT. (Sumber: ZTE)
Techno06 Maret 2026, 15:47 WIB

Tecno Pova Curve 2 5G Disematkan Baterai Jumbo dengan Desain Tipis

Produk ini menggabungkan performa yang andal, masa pakai baterai yang lebih lama, dan bentuk yang ramping.
Tecno Pova Curve 2 5G (Sumber: Tecno)
Automotive06 Maret 2026, 15:21 WIB

Ducati DesertX Diperbarui Pakai Mesin V2 dan Rangka Monokok

Generasi kedua motor petualangan enduro Ducati yang telah sepenuhnya didesain ulang.
Ducati DesertX ditenagai dengan mesin V2. (Sumber: Ducati.)
Automotive06 Maret 2026, 14:43 WIB

Yamaha Fazzio Hybrid Warna Starry Night Dibanderol Rp25 Jutaan, Jumlah Terbatas

Warna Special Edition Fazzio Hybrid Starry Night Siap Jadi Spotlight Utama Anak Muda Skena.
Yamaha Fazzio Hybrid dengan warna Starry Night. (Sumber: Yamaha)
Techno06 Maret 2026, 13:52 WIB

Realme 16 5G Memiliki Selfie Mirror, Jadi Ponsel Pintar Pertama di Industri

Hadir melengkapi Realme 16 Series 5G dengan desain baru yang lebih segar dan kemampuan kamera AI Portrait Master.
Realme 16 5G. (Sumber: Realme)
Lifestyle05 Maret 2026, 20:47 WIB

Shopee Gelar Kampanye Big Ramadan Sale 2026 Selama 40 Hari

Dalam kampanye ini perusahaan juga mengintegrasikan pembayaran digital melalui Shopee Pay.
Shopee Pay. (Sumber: Shopee)
Lifestyle05 Maret 2026, 20:21 WIB

TikTok, TikTok Shop, dan Tokopedia Selenggarakan Kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026

Peran affiliate turut mendongkrak penjualan barnag-barang di pelantar lokapasar ini.
TikTok, TikTok Shop, dan Tokopedia menyelenggarakan program Ramadan Ekstra Seru 2026. (Sumber: istimewa)