Fore Capai Pendapatan Rp1 Triliun di Semester Pertama, EBITDA Melonjak 65%

Fore.

Techverse.asia - Satu tahun setelah penawaran umum perdana (IPO), PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) resmi melaporkan periode pertumbuhan yang kuat lainnya dengan pendapatan semester pertama 2026 mencapai Rp1 triliun.

Baca Juga: Dorong Akselerasi Digital, OJK Punya 2 Program dari Pusat Inovasi

Pendapatan meningkat 52 persen secara tahunan, sementara EBITDA meningkat 65 persen menjadi Rp216 miliar dan laba bersih tumbuh 34 persen menjadi Rp56,5 miliar. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 21,5 persen, dari 19,7 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Fore terus memperluas jaringan ritelnya sambil meningkatkan profitabilitas, dengan pertumbuhan EBITDA melampaui pertumbuhan pendapatan.

Selama semester pertama 2026, Fore membuka lebih dari 40 gerai Fore Coffee baru, sehingga total jaringannya menjadi 377 gerai di seluruh Indonesia dan Singapura. Jaringan tersebut terdiri dari 363 gerai Fore Coffee di Indonesia, empat gerai Fore Coffee di Singapura, dan 10 gerai Fore Donut di lebih dari 60 kota.

Baca Juga: Fore Target Buka 140 Gerai Baru Usai Melantai di Pasar Saham

Lebih dari 40 persen gerai Fore Coffee baru dibuka di kota-kota Tier 2 dan Tier 3, mencerminkan meningkatnya permintaan akan pengalaman kopi premium di pasar-pasar ini. Ekspansi ini juga mencerminkan terus berlanjutnya penggunaan hasil IPO perusahaan sejalan dengan strategi pertumbuhannya.

Pendapatan meningkat 52 persen dari tahun ke tahun, sementara EBITDA tumbuh 65 persen, meningkatkan margin EBITDA dari 19,7 persen menjadi 21,5 persen. Hasil ini mencerminkan peningkatan leverage operasional karena Fore terus memperluas jaringan ritelnya, dengan skala ekonomi yang lebih besar mendukung profitabilitas yang lebih tinggi.

Model bisnis Premium Affordable Fore, yang didukung oleh disiplin operasional dan eksekusi yang konsisten di seluruh jaringan tokonya yang terus berkembang, terus menopang kinerja keuangannya.

Baca Juga: Ekspansi 1.300 Gerai, Kopi Kenangan Gandeng Privy untuk Digital Trust

Bersamaan dengan ekspansi Fore Coffee yang berkelanjutan, Fore juga mempercepat peluncuran Fore Donut, yang membuka delapan toko tambahan selama paruh pertama tahun 2026, termasuk gerai pertamanya di Surabaya.

Merek ini juga memperoleh sertifikasi halal pada awal Juli, menjelang pembukaan yang direncanakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, diikuti oleh Bandung, seiring dengan upaya perluasan kehadirannya di seluruh Indonesia.

Kinerja semester pertama 2026 Fore menandai periode pendapatan Rp1 triliun pertama sejak pencatatan saham pada April 2025. Kinerja ini juga mencerminkan terus berlanjutnya penggunaan hasil IPO untuk memperluas jejak ritelnya, memperkuat portofolio merek konsumennya, dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Sebelumnya diberitakan, Fore juga telah melaporkan hasil keuangan yang kuat untuk tahun fiskal 2025, yang mencerminkan eksekusi operasional dan penggunaan modal IPO yang disiplin.

Baca Juga: Fore Coffee Tarik Ratusan Ribu Investor Baru dan Kelebihan Permintaan

Perusahaan mencatat peningkatan laba bersih sebesar 55 persen secara tahunan menjadi Rp90,1 miliar, bersamaan dengan peningkatan EBITDA sebesar 58 persen menjadi Rp300 miliar. Pendapatan tumbuh 44 persen secara tahunan menjadi Rp1,5 triliun, sementara margin EBITDA meningkat menjadi 20 persen, naik dari 18,3 persen pada tahun sebelumnya.

Pendorong utama pertumbuhan adalah perluasan jaringan Fore Coffee yang berkelanjutan. Perusahaan menambahkan lebih dari 90 gerai pada tahun lalu, dengan lebih dari 60 gerai dibuka setelah IPO pada bulan April. Hal ini menjadikan total jumlah gerai menjadi 316 lokasi pada akhir tahun, mewakili peningkatan 37 persen dari 231 gerai pada 2024.

Yang penting, kecepatan dan urutan ekspansi mencerminkan pendekatan terukur terhadap penggunaan modal. Peluncuran pasca-IPO selaras dengan penggunaan hasil IPO yang dinyatakan oleh manajemen, dengan modal diarahkan untuk ekspansi gerai dan peningkatan skala operasional daripada inisiatif pertumbuhan jangka pendek.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI