BSA Logistics Indonesia: Emiten Waresix yang Sukses Melantai di Bursa Saham

Waresix. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Emiten logistik Waresix yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) sukses mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026. Dengan begitu, menjadikannya sebagai pionir IPO di bursa domestik pada tahun ini.

Debut perdana saham WBSA disambut antusiasme yang luar biasa dari pasar sampai menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan sebesar 34,52 persen. Total pesanan dari investor mencapai 913.278 SID, IPS WBSA ini mencapai oversubscribe sebesar 386,86 kali saham yang ditawarkan.

Baca Juga: Grab Menambahkan 13 Fitur Anyar Berbasis Kecerdasan Buatan, Apa Saja?

Perseroan menjadi emiten pertama yang sukses mencatatkan diri di BEI pada 2026. Lewat IPO, perseroan menawarkan sebanyak 1,8 miliar lembar saham baru atau setara dengan 20,75 persen dari modal yang ditempatkan dan disetorkan secara penuh.

Dengan harga penawaran Rp168 per lembar saham, Waresix sukses mengantarkan WBSA menghimpun dana segar sebanyak Rp302,4 miliar. Saham Waresix sendiri kekinian didukung oleh deretan pemodal global seperti East Ventures, Jungle Ventures, Tiger Global, hingga Temasek-linked vehicles.

Direktur Utama WBSA Edwin Wibowo menyampaikan, peluang industri logistik nasional masih terbilang besar lantaran karakteristik sebagai negara kepulauan dan tingginya aktivitas industri serta konsumsi domestik. Hal ini mendorong tingginya permintaan layanan logistik multimoda yang terintegrasi.

"Dengan IPO ini, kami berharap bisa memperkuat posisi dan kapabilitas dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi dan perekonomian Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: APM Singapore 2026: TransTRACK Tampilkan Solusi Monitoring Maritim Terpadu

Untuk mendukung tujuan itu, sekitar 70 persen dana dari hasil IPO bakal digunakan untuk melakukan akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik, yang akan mendukung strategi ekspansinya. Ini bertujuan untuk mengonsolidasikan aset logistik di bawah payung emiten supaya layanan end-to-end Waresix lebih kuat, khususnya di sektor angkutan laut.

"Kami juga bakal mengalokasikannya untuk belanja modal demi meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan," ujarnya.

CEO sekaligus Komisaris Utama Waresix Andree Susanto menerangkan, WSBA didirikan pada 2021 lalu, yang telah membangun fondasi bisnis sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi yang meliputi layanan angkutan darat, depo petikemas, pergudangan, hingga freight forwarding.

Dalam perjalanannya, startup logistik ini terus mengembangkan jaringan operasional mereka dan menjadi mitra strategis untuk sejumlah pelaku usaha, baik di level nasional maupun internasional. Menurutnya, sebagian besar orang menilai logistik sebagai sesuatu yang membosankan.

Baca Juga: Dapat Dana Rp23 Miliar, Fr8Labs Ingin Mendigitalisasi Industri Logistik Asia

"Tapi kami melihatnya sebagai inti dari segalanya. Dengan memobilisasi sumber daya dan memajukan teknologi, kami mengubah logistik serta rantai pasokan menjadi mesin pertumbuhan bagi Indonesia," papar dia.

Dengan strategi ekspansi yang terarah, model bisnis yang terintegrasi, dan dukungan infrastruktur serta adopsi teknologi, perseroan optimistis bisa menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan meyakini bahwa pencatatan saham itu adalah tonggak penting dalam memperkuat struktur permodalan, mempercepat ekspansi usaha, hingga memperkuat posisi pasar perseroan sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi.

Di samping itu, keberhasilan ini mempertegas strategi Waresix kaitannya dengan spin-off unit bisnis yang punya modal aset matang atau asset-backed guna membuka nilai tambah di pasar publik.

Baca Juga: Dapat Dana Rp23 Miliar, Fr8Labs Ingin Mendigitalisasi Industri Logistik Asia

Co-founder dan Managing Partner East Ventures Wilson Cuaca menyebutkan bahwa pencapaian tersebut merupakan suatu hal yang langka. Menurutnya, kesuksesan Waresix membawa anak usahanya untuk go public telah menetapkan standar akuntabilitas bagi korporasi teknologi di Asia Tenggara.

"Go public menjadi standar baru akuntabilitas operasional yang hanya akan membuat Waresix semakin kuat lagi," tambahnya.

Pihaknya telah bersama Waresix sejak awal dan apa yang telah mereka bangun benar-benar langka karena sebuah perusahaan yang memperoleh kepercayaan di setiap lapisan rantai pasokan.

Baca Juga: Program My First $1000 Resmi Bergulir, Ratusan Wirusaha Muda Ikut Berpartisipasi

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI