Pintarnya Dapat Fasilitas Kredit Ratusan Miliar Rupiah, Percepat Pengembangan Platfom

Pintarnya. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Pintarnya, startup pelantar pencari kerja asli Indonesia, mengumumkan fasilitas pinjaman kredit yang didapat dari Growth Credit Fund milik January Capital dengan nominal US$14 juta atau lebih dari Rp235 miliar. Fasilitas kredit ini melengkapi pendanaan seri A yang telah diperoleh Pintarnya pada Agustus 2025 senilai US$16,7 juta.

Salah satu pendiri Pintarnya, Henry Hendrawan menyampaikan fasilitas kredit ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan kapabilitas pelantarnya dan memperluas jaringan layanan keuangan Pintarnya di seluruh Indonesia.

Skema putaran pendanaan ini bentuknya ialah utang, supaya perusahaan dapat memperoleh modal tanpa mengurangi kepemilikan saham. "Kami sedang membangun ekosistem yang terintegrasi antara pelantar ketenagakerjaan dan layanan pembiayaan berbasis aset," ujar Henry.

Baca Juga: Privy Mencatat 71 Juta Pengguna Terverifikasi dan Ratusan Ribu Institusi

Pintarnya, lanjut dia, membangun ekosistem unik yang menghubungkan pelantar tenaga kerja kerah biru yang diklaim terbesar di Indonesia dengan jaringan cabang fisik berbasis digital guna pembiayaan berbasis aset.

Ketersediaan dana non-dilutif menjadi sinyal positif atas kinerja serta prospek keuangan perusahaan. Dengan kerja sama tersebut, Pintarnya menargetkan pengembangan ekosistem layanan keuangan yang berkelanjutan bagi para pekerja yang selama ini kurang terlayani akses pembiayaan.

Terpisah, Partner Credit January Capital Glenn Chao menambahkan, dia melihat potensi yang kuat dari Pintarnya dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia. "Kami antusias mendukung Pintarnya lewat fasilitas growth credit ini seiring mereka memperluas misinya untuk meningkatkan kualitas hidup secara finansial jutaan warga Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Startup Gapai Bantu Salurkan Tenaga Kerja Migran, Kurangi Pengangguran di Indonesia

Investasi yang dilakukan oleh Growth Credit Fund itu, katanya, mencerminkan komitmennya dalam mendukung startup tahap pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik lewat solusi pembiayaan kredit yang fleksibel dan non-dilutif.

Usai mengantongi pendanaan seri A, Pintarnya telah mengantongi US$26,54 juta pendanaan ekuitas. Adapun pemilik saham terbesar dari Pintarnya ialah tiga orang pendirinya, selanjutnya diikuti oleh Square Peg (16 persen), Peak XV (11,14 persen), Vertex Ventures SEA & India (11,11 persen), dan East Ventures (7,28 persen), menurut data DealStreetAsia.

Kekinian, startup tersebut sudah melayani lebih dari sepuluh juta pengguna dan berkolaborasi dengan 40 ribu pemberi kerja di Indonesia, dengan lebih dari 100 ribu lowongan pekerjaan yang aktif. Selain layanan mencari kerja, Pintarnya juga bermitra dengan lembaga keuangan digital serta konvensional guna menyediakan akses pembiayaan bagi penggunanya.

Baca Juga: Startup Pin J Beri Tawaran Pinjaman untuk Pekerja Gig dan Informal

Tercatat lebih dari 200 ribu pengguna Pintarnya telah memanfaatkan layanan pembiayaan lewat jaringannya guna pelbagai keperluan, mulai dari pendidikan, biaya kesehatan, dan modal usaha kecil.

Dengan tambahan fasilitas modal tersebut, Pintarnya punya target untuk meningkatkan jangkauan layanan mereka dan menguatkan peran dalam mendukung inklusi keuangan di sektor ketenagakerjaan Tanah Air.

Pada tahun lalu, Pintarnya juga mendapat pendanaan seri A sebesar US$16,7 juta atau setara dengan Rp272,7 miliar. Pendanaan tersebut dipimpin oleh Square Peg beserta investor sebelumnya yakni East Ventures Vertex Ventures Southeast Asia and India.

Pendanaan seri A ini akan dipakai untuk meningkatkan kapabilitas pelantarnya dan memperluas akses layanan keuangan secara nasional lewat kemitraan strategis. Dengan begitu, pengguna akan lebih mudah untuk memanfaatkan beragam layanan keuangan yang ditawarkan oleh mitra ekosistem.

Baca Juga: Wow! PINTAR Mengakuisisi Tiga Startup Sekaligus

Startup ini membidik tantangan utama pekerja di dalam negeri: akses ke pembiayaan dan akses kerja. Di tengah kebiasaan mencari kerja secara luring serta opsi pinjaman yang sering enggak ramah, menghadirkan pencocokkan kerja berbasis kecerdasan buatan (AI) supaya proses rekrutmen lebih cepat, sekaligus layanan pinjaman yang lebih sehat bagi para pekerja.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI