AI Agentic Tumbuh Pesat, Digital Trust Menjadi Fondasi di Sektor Keuangan

Rahmat Jiwandono
Selasa 14 Juli 2026, 10:53 WIB
Ilustrasi AI Agentic.

Ilustrasi AI Agentic.

Techverse.asia - Dalam beberapa tahun ke depan, kecerdasan buatan (AI) diperkirakan tidak lagi sekadar membantu manusia menganalisis dan mengotomisasi proses, melainkan mulai mengambil keputusan hingga mengeksekusi transaksi keuangan secara mandiri.

Ketika sebuah agen AI dapat mengajukan pembiayaan, menyetujui kontrak, atau memindahkan dana tanpa campur tangan manusia, muncul pertanyaan krusial yaitu siapa yang memastikan tindakan tersebut sah, terotorisasi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum?

Menjawab tantangan tersebut, Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) menyiapkan langkah untuk memperluas infrastruktur kepercayaan digital guna memverifikasi agen AI (agentic AI) melalui pendekatan matematis berbasis kripografi.

Dalam hal ini, identitas dan otorisasi setiap tindakan yang dilakukan AI dapat dibuktikan secara matematis, bukan sekedar diasumsikan sehingga kepercayaan dalam ekosistem digital tetap terjaga dan terjamin.

Baca Juga: Danamon Dorong Perusahaan Rintisan Indonesia Masuk Jaringan Investor Jepang

"Dalam beberapa tahun ke depan, kita akan memasuki era ketika AI tidak hanya membantu manusia mengambil keputusan, tetapi juga menjalankan berbagai proses dan transaksi secara mandiri," kata Marshall Pribadi, CEO & Co-Founder Privy, dalam sesi panel "Beyond Banking: Rewiring the Financial System" pada Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia baru-baru ini.

Menurutnya, ketika tindakan yang dilakukan AI mulai menimbulkan hak dan kewajiban hukum, kebutuhan akan mekanisme identitas dan otorisasi yang dapat dibuktikan secara kuat akan menjadi semakin penting.

"Karena itu, digital trust tidak hanya relevan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga akan menjadi fondasi penting bagi ekosistem ekonomi digital berbasis AI di masa depan," ujarnya.

Transformasi tersebut terjadi ketika sektor jasa keuangan Indonesia memasuki fase baru yang ditandai dengan semakin terintegrasinya layanan perbankan, fintech, dan berbagai platform digital melalui konsep Universal Banking, Embedded Finance, dan Open Finance.

Baca Juga: PERADI dan Privy Bersinergi untuk Perkuat Digitalisasi Administrasi Advokat

Dalam ekosistem yang semakin terhubung, kepercayaan menjadi elemen penting yang memungkinkan berbagai layanan digital dapat beroperasi secara aman dan efisien. "Termasuk dalam merespons perkembangan peran agen AI, sehingga setiap keputusan dan transaksi yang dijalankan AI memiliki rekam jejak identitas serta otorisasi yang dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan secara hukum," imbuhnya.

Urgensi tersebut hadir di tengah transformasi sektor jasa keuangan Indonesia yang memasuki babak baru yaitu beyond banking yang mmengintegrasi layanan perbankan, fintech, dan platform digital melalui konsep Universal Banking, Embedded Finance, dan Open Finance. Sehingga, setiap proses verifikasi identitas, persetujuan transaksi, dan perlindungan data menjadi elemen yang semakin krusial.

Transformasi menuju era beyond banking membutuhkan fondasi kepercayaan yang sama kuatnya dengan infrastruktur teknologinya. Selama ini banyak institusi keuangan masih melakukan berbagai lapisan verifikasi untuk memastikan identitas pengguna dan memitigasi risiko fraud.

Ketika setiap institusi harus membangun proses verifikasinya sendiri, biaya operasional menjadi lebih tinggi dan pengalaman pengguna menjadi kurang efisien.

Baca Juga: Fitur Cek Dokumen Sekarang Tersedia di Aplikasi Privy

"Karena itu, kami melihat digital trust sebagai infrastruktur bersama yang dapat diandalkan oleh berbagai pelaku industri untuk memperkuat kepastian identitas, mengurangi kompleksitas verifikasi, dan mendukung pertumbuhan ekosistem keuangan yang lebih efisien," imbuhnya.

Adapun Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51%. Tantangan industri kini bukan lagi sekadar memperluas akses, melainkan memastikan setiap transaksi, baik yang dilakukan manusia maupun mesin, berlangsung secara aman dan tepercaya.

Dalam konteks tersebut, digital trust berkembang dari sekadar fitur keamanan menjadi infrastruktur yang memungkinkan berbagai institusi dan layanan saling terhubung dengan tingkat kepastian yang lebih tinggi.

Baca Juga: Bulan Fintech Nasional, SkorLife dan Aftech Luncurkan E-Book Tentang Panduan Membangun Reputasi Kredit

Firlie Ganinduto, Sekretaris Jenderal AFTECH, menilai bahwa keberhasilan transformasi menuju era beyond banking tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi dan model bisnis baru, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pelaku ekosistem untuk membangun standar kepercayaan yang dapat digunakan bersama.

"Transformasi menuju era beyond banking pada dasarnya adalah upaya membangun ekosistem keuangan yang semakin terhubung dan berpusat pada kebutuhan masyarakat. Namun semakin tinggi tingkat konektivitas tersebut, semakin penting pula keberadaan fondasi kepercayaan yang dapat digunakan bersama oleh seluruh pelaku industri," papar Firlie.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Automotive14 Juli 2026, 12:20 WIB

Honda Modif Contest 2026 Lombakan Beragam Kelas Modifikasi Sepeda Motor

AHM Hadirkan Wadah Kreativitas Modifikator Tanah Air
Ilustrasi HMC 2026. (Sumber: AHM)
Techno14 Juli 2026, 12:16 WIB

ASUS ROG Gjallar: Soundbar Khusus untuk Main Gim, Harga Mulai dari Rp7 Jutaan

Soundbar gaming premium dan ringkas ini memiliki fitur suara surround Dolby Atmos 2.1.2, mikrofon AEC internal, dan kontrol lintas platform yang intuitif.
ASUS ROG Gjallar. (Sumber: null)
Startup14 Juli 2026, 10:53 WIB

AI Agentic Tumbuh Pesat, Digital Trust Menjadi Fondasi di Sektor Keuangan

Seiring berkembangnya pemanfaatan AI dan semakin terhubungnya layanan keuangan digital, kebutuhan akan fondasi kepercayaan yang kuat akan menjadi semakin penting.
Ilustrasi AI Agentic.
Techno14 Juli 2026, 09:09 WIB

Nubia Hadirkan Neo 5 GT Special Edition, Bawa Sistem Pendingin Aqua Core

Ponsel gaming ini hadir dengan Sistem Pendingin Aktif Ganda Cair dan Udara Pertama dan Satu-Satunya di Kelasnya.
Nubia Neo 5 GT Special Edition. (Sumber: ZTE)
Startup13 Juli 2026, 19:05 WIB

Danamon Dorong Perusahaan Rintisan Indonesia Masuk Jaringan Investor Jepang

Ini terungkap dalam gelaran Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026.
Danamon berpartisipasi di gelaran Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026. (Sumber: danamon)
Startup13 Juli 2026, 18:29 WIB

Xendit x Dragonpay Bangun Jaringan Pembayaran Terpadu di Filipina

Xendit memperkuat jaringan pembayarannya di Asia Tenggara dengan platform pembayaran Filipina, Dragonpay.
Pendiri Dragonpay Robertson Chiang (kiri) dan Chief Revenue Officer Xendit Nazim Ali. (Sumber: null)
Techno13 Juli 2026, 18:29 WIB

Baseus Picogo Air Desainnya Sangat Ramping, Bank Daya Seharga Rp1 Jutaan

Ini adalah tambahan paling tipis untuk seri Baseus Picogo.
Baseus Picogo Air. (Sumber: Baseus)
Techno13 Juli 2026, 18:27 WIB

Nothing Phone 4B Diniagakan di Inggris, Punya 3 Varian Warna

Pelajar selengkapnya mengenai spesifikasi ponsel yang tampilannya merupakan gabungan dari Phone 4A dan Phone 4A Pro.
Nothing Phone 4B. (Sumber: Nothing)
Automotive13 Juli 2026, 14:13 WIB

VinFast Luncurkan Program Kendaraan Bekas Bersertifikat di Amerika Serikat, Ini Manfaatnya

Program ini berlaku untuk kepemilikan VinFast VF 8 dan VF 9.
VinFast VF 8 and VF 9 (kanan). (Sumber: dok. vinfast)
Automotive13 Juli 2026, 14:11 WIB

Xiaomi Sky Nomad akan Segera Mengaspal di China, Seri SUV Ruang Luas

Mobil ini punya fungsi yang berbeda dari Xiaomi SU7 maupun YU7.
Xiaomi Sky Nomad. (Sumber: Xiaomi)