ASICS x Isa Boulder Hadirkan Siluet Hypersync dengan Sentuhan Khas Bali

ASICS x Isa Boulder. (Sumber: ist)

Techverse.asia - ASICS Sportstyle Indonesia berkolaborasi dengan Isa Boulder (merek fesyen independen dari Bali) untuk memperkenalkan ASICS Hypersync. Proyek ini menggabungkan desain olahraga ASICS dengan budaya lokal Pulau Dewata serta teknik artisan yang menghadirkan intepretasi anyar sepatu lifestyle khas Isa.

Dia sendiri dikenal sebagai merek fesyen yang mengedepankan kolaborasi eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette. Dalam proyek tersebut, dia menghadirkan detail khasnya seperti elemen crochet, embroidery mesh, macrame, dan ceremonial craftmanship Bali yang diterjemahkan ke dalam desain Hypersync.

Baca Juga: Esports Foundation Resmi Buka Program Kreator untuk Streaming EWC dan ENC 2026

Di samping itu, kerja sama tersebut juga mengusung nilai keberlanjutan dan penghormatan terhadap budaya lokal lewat eksplorasi teknik anyaman tradisional dan sentuhan khas artisan Bali yang memberikan pengalaman menyeluruh.

"Kami percaya bahwa inovasi terbaik lahir saat performa, desain, dan nilai budaya bisa berjalan berdampingan," ujar Presiden Direktur ASICS Indonesia Yuya Sugiyama lewat keterangan resminya kami kutip, Selasa (16/6/2026).

Proyek bersama Isa Boulder, katanya, menjadi bentuk eksplorasi anyar baginya dalam meluncurkan produk yang tak cuma relevan secara style saja, namun juga punya kedekatan emosional dengan komunitas kreatif dan salah satu budaya lokal khas Indonesia.

ASICS Hypersync hadir sebagai siluet low profile terbaru dari perusahaan yang menyatukan warisan autentik olahraga dengan kenyamanan modern untuk pemakaian sehari-hari.

Baca Juga: Gerai Pop Mart Hadir di Pulau Bali, Tampilkan Unsur Budaya Lokal

Alas kaki tersebut terinspirasi dari sepatu track spike Hyperpower dan tooling dari sepatu wrestling Snapdown 3, Hypersync menawarkan desain yang sleek dengan kenyamanan maksimal lewat pemakaian insole Ortholite X40 dan Ortholite Hybrid heel cup yang telah melewati proses wear-testing yang mendalam.

Siluet itu didesain guna memberikan sensasi yang lebih grounded dan terhubung dengan lingkungan sekitar, sekaligus mempertahankan estetika minimalis serta versatile yang bisa dikenakan oleh lintas gender dan gaya.

Sebagai bagian dari peluncuran ASICS Hypersync x Isa Boulder ini, keduanya menyelenggarakan pop-up activation eksklusif yang berlokasi di Potato Head Studio, Seminyak, Bali. Aktivasi tersebut menawarkan pengalaman multisensori yang menggabungkan seni, fesyen, musik, workshop artisan lokal, dan instalasi yang terinspirasi oleh budaya dan ritual Pulau Seribu Pura.

Baca Juga: ASICS Gel Kayano 33 Bisa Dibeli Mulai 1 Juli 2026, Didukung Teknologi Fluidsupport

"Pengunjung dapat menikmati beberapa program kolaboratif kami seperti macrame, DJ set, live band, workshop, dan eksplorasi kerajinan lokal. Juga ada hasil kerja sama dengan Isa Boulder yang bakal disalurkan kepada Yayasan Anak Bali sebagai bentuk dukungan sosial," paparnya.

Koleksi sepatu edisi ini tersedia di situs resmi Isa Boulder dan Potato Head Bali. Kerja sama keduanya juga menjadi pertemuan yang natural antara dunia olahraga ASICS dengan identitas desain Isa Boulder yang artistik dan progresif.

Mereka ingin menyuguhkan pengalaman yang lebih baik dari sekadar perilisan sepatu semata, namun juga ruang eksplorasi budaya, musik, kerajinan, dan komunitas kreatif yang mempresentasikan energi Bali secara autentik.

ASICS Hypersync menjadi sebuah simbol bagaimana sportsyle bisa terus berkembang lewat koneksi dengan kultur lokal serta kreativitas generasi anyar.

Baca Juga: Mooi Heartmade Hadirkan Program Mooi Artventure: Ajak Seniman Lokal

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI