Techverse.asia - Siapa sangka, gypsum yang biasanya diidentikkan sebagai material plafon atau komponen bangunan, di tangan yang tepat justru bisa menjelma menjadi permainan edukatif bagi anak-anak?
Ya tepung gypsum bisa diubah menjadi berbagai karakter hewan, boneka, bentuk buah, bunga, kue donat, mobil-mobilan hingga pesawat. Berbagai karakter dan bentuk gypsum itu juga bisa diwarnai sehingga lebih hidup.
Di tangan Andan Wismayawati dibantu putrinya Nayla Natasha gypsum itu menjadi media lukis atau gypsum painting sekaligus suvenir seperti gantungan kunci dan magnet kulkas.
Baca Juga: Dorong Akselerasi Digital, OJK Punya 2 Program dari Pusat Inovasi
Andan memulai ide membuat gypsum painting karena keprihatinannya melihat fenomena ketergantungan anak-anak terhadap gadget seperti handphone. Dia menuturkan melihat anak-anak sekarang itu lebih sering memegang gadget daripada aktivitas lainnya.
Ia kemudian terinspirasi dari Nayla anaknya yang hobi melukis, sehingga membuat media lukis berbagai macam karakter yang disukai anak-anak menggunakan material gypsum. Termasuk menciptakan peluang usaha untuk dirinya dan anaknya.
“Kami terus berkreasi menciptakan mainan anak yang bisa untuk edukasi agar sejenak beralih dari gadget ke melukis gypsum yang dengan berbagai macam karakter anak yang disukai,” kata Andan.
Seluruh proses produksi gypsum painting dikerjakan Andan bersama anaknya secara mandiri di rumahnya Kampung Bumen, Kelurahan Purbayan, Kotagede Yogyakarta. Andan menyatakan produksi gypsum painting tidak dilakukan setiap hari.
Dia memproduksi untuk memenuhi stok barang dan jika sudah menipis baru memproduksi kembali. Rata-rata kapasitas untuk sekali produksi berkisar 300 hingga 400 karakter gypsum.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan komposisi yang tepat. Andan menjelaskan bahan bakunya adalah bubuk gypsum yang diberi air sehingga menjadi adonan. Kemudian dicetak dengan berbagai bentuk dan karakter lalu dijemur di bawah sinar matahari. Setelah itu dilakukan finishing agar tidak ada bagian yang tajam.
“Saya coba-coba buat belajar secara otodidak. Kadang airnya berlebihan, dan hasilnya nggak bagus. Jadi memang rasionya harus benar-benar tepat. Gypsum itu kan panas (kalau dikasih air), ada gelembungnya. Jadi harus tidak bergelembung agar hasilnya mulus. Itu saya coba-coba terus sampai ketemu komposisi yang pas,” terangnya.
Baca Juga: Huawei Go Paint: Aplikasi Melukis Terbaru yang Bakal Dilansir 7 Mei 2024
Media lukis gypsum dengan berbagai bentuk dan karakter itu lalu dijual satu paket dengan beberapa pilihan cat dankuas. Dia menggunakan cat warna akrilik. Harga satu karakter dijual mulai dari Rp2.000 sampai Rp5.000.
Ada juga yang dijual satu paket Rp10.000 dengan isi beberapa karakter, cat empat warna dan piring kecil untuk mencampur warna. Menurutnya melalui kombinasi warna itu anak-anak diajak belajar bereksperimen pencampuran warna dariwarna satu dicampur warna lain akan berubah jadi warna baru.
“Kami tidak menggunakan resin atau bahan kimia tajam untuk finishing. Cat yang dipakai adalah cat akrilik tanpa bau yang mudah dibersihkan dengan air jika terkena tangan. Kuasnya pun dipilih yang berkualitas agar bulunya tidak gampang rontok. Setelah dilukis atau diwarnai, barang bisa digunakan sebagai gantungan kunci atau dipajang,” jelas Andan.
Baca Juga: The St. Regis Bali Gelar Jack's Club Mulai Juli-September 2026, Suguhkan Musik Jazz
Meski belum merambah marketplace besar karena keterbatasan kapasitas produksi, pemasaran berlabel Arziki art gypsum painting itu terus melaju. Andan menyampaikan selama ini memasarkan produknya dari rumah, online lewat WA dan pesanan sekolah dan keikutsertaan dalam berbagai pameran lokal seperti di Kemantren Kotagede.
Bagi Andan, idenya mengalihkan anak-anak dari gadget menjadi peluang usaha skala rumah dan menambah penghasilan. Dia menilai semua itu memerlukan ketekunan. "Sebenarnya kalau kita tekuni, semuanya itu menjanjikan. Memang di awal pasti ada kendala, cuma kalau kita tekuni dengan sungguh-sungguh, Insya Allah semuanya akan lancar," paparnya.












