Kegigihan dan Usaha Keras, Membawa Rafa Berhasil Menempuh Kuliah di University of British Columbia (UBC)

Uli Febriarni
Senin 13 Mei 2024, 14:57 WIB
Rafa Hazwan Abqary Andriansyah (Sumber: Rafa untuk Techverse.Asia)

Rafa Hazwan Abqary Andriansyah (Sumber: Rafa untuk Techverse.Asia)

Menuntut ilmu di luar negeri merupakan sesuatu yang diidamkan oleh banyak orang. Apalagi jika diterima oleh salah satu universitas terbaik dunia dan mendapatkan beasiswa dari pemerintah.

Hal itulah yang menjadi kisah inspiratif dari sosok Rafa Hazwan Abqary Andriansyah, siswa kelas XII SMA Pribadi Bandung.

Rafa baru-baru ini resmi diumumkan sebagai penerima beasiswa penuh untuk program studi Manajemen di University of British Columbia (UBC), Kanada

Rafa, panggilan akrabnya, merupakan salah satu dari 5 siswa SMA Pribadi Bandung yang menjadi awardee Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Program Persiapan S1 Luar negeri angkatan ke-3.

Setelah melewati perjuangan, program persiapan selama kurang lebih satu tahun, dan wawancara akhir, Rafa dinyatakan lolos untuk mendapatkan pendanaan kuliah melalui skema Beasiswa Indonesia Maju (BIM).

Baca Juga: Tangkas Kebut Produksi X7 New

Baca Juga: Galaxy AI Versi Bahasa Indonesia Sudah Didukung Beragam Kosakata Slang Keseharian

Perjalanan Rafa menuju UBC Canada tidaklah mudah. Ia harus bersaing dengan banyak siswa berprestasi lainnya dari seluruh Indonesia. Namun, Rafa tidak pernah menyerah. Ia terus belajar dan mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin.

Kesuksesan Rafa tidak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan. Ia telah mengikuti berbagai program pembinaan, seperti persiapan IELTS, SAT, summer program dan proyek sosial yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sebelum dinyatakan sebagai penerima beasiswa dan mendapatkan pendanaan untuk berkuliah.

Rafa dan rekannya dalam sebuah proyek sosial (sumber: Rafa untuk Techverse.Asia)

Rafa mengaku tidak mampu menahan rasa gembira dan haru atas pencapaian tersebut. Setelah menempuh perjuangan panjang, ia pun merasa lega.

"Awalnya saya ragu dengan kemampuan saya, namun dengan usaha keras dan kegigihan akhirnya saya bisa mendapatkan apa yang saya impikan", ucapnya, Senin (13/5/2024).

Baca Juga: Chery Perkenalkan Sterra ET Bersama Tiga Mobil Baru Lainnya

Sebelum memutuskan untuk memilih University of British Columbia (UBC) sebagai tujuan belajar, remaja kelahiran Karawang 18 tahun yang lalu ini telah diterima oleh 15 kampus bergengsi dunia. Antara lain University of Sydney, University of Queensland, Curtin University, Monash University, University of Western Australia, University of Toronto, KU Leuven, University of Utah, Chinese University of Hong Kong serta Wageningen University Belanda.

Ketika ditanya tentang persiapan, Rafa menggarisbawahi pentingnya memiliki mental dan niat yang kuat serta kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.

"Awalnya saya tidak begitu yakin dengan diri saya apakah bisa mendapatkan beasiswa S1 ke luar negeri, karena memang peluang tersebut sangat sedikit. Namun seiring berjalan waktu, saat mulai menjalani program pembinaan dari BIM, mental saya terus ditempa dan saya semakin percaya diri," tuturnya.

Niat yang teguh dan kemampuan bahasa Inggris ia sebut sebagai faktor penentu kesuksesan selanjutnya.

Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Tokoh Antagonis yang Jadi Musuh Para Fantastic Four

Baca Juga: Hyundai Lakukan Recall untuk IONIQ 5 dan 6, Perbarui Software ICCU

Kesuksesan yang diraih tidak lepas dari bantuan keluarga dan sekolah, lanjut Rafa.

Menurut dia, peran ibu sangat penting dalam meningkatkan motivasi, memberikan dukungan baik secara fisik, materi, maupun mental. Ibunya adalah sosok yang memberikan semangat dan mencarikan informasi mengenai pendaftaran universitas beserta persyaratannya.

"Peran sekolah tidak kalah penting. Sekolah juga memberikan dukungan penuh dalam berbagai hal sehingga saya merasa sangat terbantu. Informasi mengenai beasiswa ini merupakan titik balik bagi saya, untuk mengubah visi dan rencana kuliah di masa depan," imbuhnya.

Baca Juga: Pajero Sport dan Xpander Cross Edisi Terbatas, Tampil dengan Penyegaran Eksterior dan Interior

Sementara itu, college counselor SMA Pribadi Bandung, Willy Juanggo, mengatakan bahwa selama ini pihak sekolah selalu mendukung dan memberikan akses informasi seluas-luasnya bagi siswa, untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi, atau mendaftar beasiswa; baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, hal tersebut dilakukan secara bertahap dan tidak instan.

Di Sekolah Pribadi Bandung program perencanaan karir dan kuliah sudah dimulai sejak kelas 10, kata dia.

"Dalam prosesnya, kami awali dari identifikasi minat dan potensi siswa melalui tes diagnostik. Kemudian disusul dengan kegiatan lain secara bertahap seperti pengenalan jurusan, universitas, IELTS preparation dan simulation," ungkap Willy.

Sekolah secara rutin mengadakan seminar terkait pengenalan profesi dan jalur masuk universitas, dengan mengundang narasumber yang kompeten. Ada pula edu fair, campus visit dan field trip yang masuk dalam agenda tahunan.

Baca Juga: Crunchyroll Menaikkan Harga pada 2 Paket Streaming Anime Teratasnya

Baca Juga: Unik! Yamaha Fazzio Ini Disulap Menjadi ala Tukang Tahu dari Anime Initial D

"Kami juga selalu mendorong setiap peserta didik untuk memiliki pencapaian sesuai dengan bakat dan minat mereka, baik itu di ranah akademik maupun non akademik. Saat ini, memiliki sertifikat prestasi merupakan salah satu syarat untuk bisa mendaftar program beasiswa pemerintah. Mereka yang sudah memiliki prestasi di kelas 10, selanjutnya kami arahkan dan dampingi untuk mengikuti seleksi berkas dan wawancara," demikian dijabarkan Willy lebih jauh.

Pada 2023, sebut dia, seperempat dari lulusan kelas 12 sekolah tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, sebanyak 60% di antaranya didanai oleh beasiswa penuh dari pemerintah seperti BIM dan juga BPI.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)