Studi: Kelas Menengah di Indonesia Mengalami Pergeseran, Ini 3 Pandangan Hidupnya

Rahmat Jiwandono
Kamis 13 November 2025, 18:18 WIB
Ilustrasi masyarakat kelas menengah. (Sumber: freepik)

Ilustrasi masyarakat kelas menengah. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Middle class atau kelas menengah di Indonesia saat ini tengah mengalami pergeseran. Kalau dahulu kala, suatu kesuksesan diukur dari kekayaan yang dimiliki atau sukses secara finansial, namun sekarang, kesuksesan diukur dari kemampuan untuk bisa bertahan dan berkembang atau survive dalam situasi sulit dan enggak menentu.

Dahulu, kelas menengah kita merupakan segmen yang selalu berlomba-lomba untuk naik tangga sosial-ekonomi, tapi kini, mereka lebih berpijak pada realitas. Perpektif middle class pun bergeser dari 'memenuhi mimpi' menjadi lebih realistis.

Pergeseran itu terungkap dari studi terbaru yang berjudul Navigating the In Between - Living as Indonesians Middle Class yang dilakukan oleh Hakuhodo International Indonesia lewat Sei-katsu-sha Lab.

Baca Juga: Issey Miyake x Apple Umumkan iPhone Pocket, Ada Desain Tali Pendek atau Panjang

Riset ini dilakukan secara mendalam selama satu tahun dengan metode terjun ke lapangan guna menggali informasi secara langsung alias face to face terhadap 600 responden yang tersebar di delapan kota di Tanah Air.

Group CEO Hakuhodo International Indonesia Devi Attamimi menyampaikan bahwa di dunia yang terus bergerak tanpa henti, kita semua saat ini dituntut untuk bisa beradaptasi. Kelas menengah kekinian saat ini sedang berada di pusaran perubahan.

"Studi yang kami lakukan itu memberikan warna dan sudut pandang baru mengenai kelas menengah yang ada di Indonesia," ujar Devi dalam keterangan tertulisnya dikutip Techverse.asia pada Kamis (13/11/2025).

Secara garis besar, katanya, studi tersebut mengungkap pandangan kelas menengah terhadap kehidupan (value of life), pola konsumsi (value of consumption), dan kesuksesan (value of success). Ihwal value of life, menurut dia, temuan studi Hakuhodo menyebutkan bahwa middle class sekarang mengutamakan look good daripada feel good.

Baca Juga: Alasan Orang Berperilaku Flexing di Media Sosial, Pakar: Harga Dirinya Lemah

"Mereka sudah enggak lagi mengejar validasi, melainkan ketenangan dan keseimbangan hidup," ungkapnya.

Meski begitu, mimpi untuk maju tetap ada, namun kini lebih diimbangi dengan sikap yang lebih realistis. Sebagian besar responden sekitar 89 persen mengaku enggak mudah menyerah kala menghadapi kegagalan, yang menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan hidup.

Pengalaman sulit jadi titik balik pribadi, sesuatu yang mereka sebut dengan 'My Scar, My Strength.' Di sisi lain, sistem dukungan dari sekitar juga mengalami perubahan.

Sebanyak 72 persen responden menyebut punya jaringan sosial yang kuat, membuktikan bahwa komunitas sekarang bisa juga berperan sebagai penopang stabilitas hidup, yang sebelumnya, peran ini biasanya hanya datang dari keluarga.

"Hal ini menjadi bentuk baru dari social insurance," katanya.

Baca Juga: Konsumsi Belanja Saat Lebaran Anjlok, Ekonomi Sedang Buruk?

Lebih lanjut, tentang value of consumption, studi menemukan bahwa kelas menengah kini enggak lagi belanja semata guna menunjukkan status mereka. Telah terjadi pergeseran dari konsumsi untuk flexing menjadi konsumsi agar feeling good.

Sebanyak 90 persen mengonsumsi produk berdasarkan kualitas. Ini menandakan bahwa membeli bukan buat pamer, namun mereka tetap menyisihkan sebagian pendapatannya untuk kebutuhan mental therapy seperti hiburan, hobi, maupun waktu pribadi.

Sedangkan, value of success, muncul perspektif anyar soal kesuksesan yang berakar pada semangat 'Siri na Pacce' dari Bugis-Makassar, yang mencerminkan martabat dan empati. Kini banyak middle class yang merasa bahagia bukan karena mendapat bantuan, tapi karena bisa membantu orang lain.

Baca Juga: Grimmsnarl Resmi Debut di Pokémon GO Wild Area: Global 2025

"Salah satunya adalah melakukan donasi. Persentase kelas menengah yang menyisihkan 10 persen dari pendapatan mereka untuk zakat atau donasi meningkat dari 10 persen secara jumlah orang pada tahun lalu menjadi 15 persen pada tahun ini, menunjukkan bahwa memberi tetap menjadi bagian krusial dari diri mereka," ujar dia.

Adapun jumlah kelas menengah di Indonesia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mengalami penyusutan dari 57,3 juta menjadi 47,85 juta pada 2024. Sementara itu, mereka kalau digabung dengan segmen 'menuju ke kelas menengah' atau aspiring middle class, jumlahnya mencapai 66,35 persen total populasi Indonesia.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel24 Juli 2026, 20:45 WIB

Hobi Jajan? Coba Kunjungi Enam Destinasi Kuliner Unik di Asia Tenggara

Di destinasi-destinasi tersebut kamu bisa merasakan kuliner tradisional.
Daerah Udon Thani, Tailan. (Sumber: Shutterstock)
Techno24 Juli 2026, 14:32 WIB

Samsung Galaxy Watch 9 Tersedia dalam 2 Ukuran, Ditenagai Prosesor Snapdragon Wear Elite

Galaxy Watch 9: Kesehatan Sehari-hari dengan Kenyamanan Sepanjang Hari dan Baterai Tahan Lama.
Samsung Galaxy Watch 9. (Sumber: null)
Automotive24 Juli 2026, 14:29 WIB

KIA Niro 2027 akan Mengandalkan Sistem Hybrid dengan Teknologi Anyar

Mobil bertenaga hibrida ini tersedia dalam tiga varian.
KIA Niro. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 13:11 WIB

Spotify Tambahkan Fitur Chatbot di Aplikasinya, Cuma Bisa Diakses Pelanggan Premium

Fitur Talk to Spotify memungkinkan pengguna membuat daftar putar dan mempelajari lagu dengan perintah suara.
Fitur Talk to Spotify. (Sumber: Spotify)
Lifestyle24 Juli 2026, 12:05 WIB

Perempuan Perlu Atur Stres Supaya Terhindar dari Autoimun

Tantangan dalam penanganan autoimun terdapat pada proses pengobatan dan pemahaman pasien terhadap penyakitnya.
ilustrasi autoimun. (Sumber: null)
Techno24 Juli 2026, 11:38 WIB

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Punya Kamera Ultrawide yang Lebih Tajam dan Baterai Jumbo

Ultra kini menjadi model unggulan dalam jajaran Z Fold yang terdiri dari dua model baru.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra. (Sumber: Samsung)
Startup24 Juli 2026, 09:57 WIB

Ekspansi 1.300 Gerai, Kopi Kenangan Gandeng Privy untuk Digital Trust

Digital trust kini menjadi infrastruktur penting bagi industri ritel dan F&B, bukan sekadar alat tanda tangan elektronik.
Kopi Kenangan x Privy. (Sumber: ist)
Techno24 Juli 2026, 09:55 WIB

Polytron Audivo PHS 5B Hadirkan Audio Kelas Studio di Atas Meja Kerja

Menghidupkan Suasana Hiburan dan Sesi Kerja Panjang Sepanjang Hari.
Polytron Audivo PHS 5B. (Sumber: Polytron)
Techno23 Juli 2026, 16:30 WIB

Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker

Samsung Membawa Ekosistem Galaxy ke Kacamata Sehari-hari.
Samsung x Google x Warby Parker. (Sumber: null)
Techno23 Juli 2026, 16:27 WIB

ASUS ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Resmi Dilansir

Menampilkan teknologi OLED RGB Stripe sejati dengan OLED Care Pro, Dual Mode yang serbaguna, dan solusi efisiensi daya GaNFET untuk keseimbangan terbaik antara ketelitian dan kecepatan.
ROG Swift OLED PG27UCWM. (Sumber: ASUS)