Pasar Kangen Edisi Syawalan 2026 Digelar di Lodji Paris, Catat Tanggalnya

Pasar Kangen yang diselenggarakan di Lodji Paris edisi syawalan 2026. (Sumber: istimewa)

Techverse.asia - Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengunjungi Pasar Kangen edisi Syawalan 2026 yang digelar di Lodji Paris, tepatnya di Jalan Parangtritis No.132, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada Jumat (27/3/2026) malam.

Baca Juga: BTS Rilis Album Baru Berjudul Arirang yang Berisi 14 Lagu, Ini Maknanya

Kunjungan Wawan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah kota terhadap geliat ekonomi kreatif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama momentum libur Lebaran.

Dalam kesempatan itu, Wawan menilai bahwa Pasar Kangen menghadirkan konsep destinasi yang lengkap bagi masyarakat dan wisatawan. Menurutnya, event ini mampu menjadi ruang promosi sekaligus penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM.

“Kami memang harus peduli dengan UMKM. Di sini lengkap, one stop shopping. Ada pasar, ada kuliner, ada fesyen, ada kerajinan juga, ini apresiasi yang luar biasa,” katanya.

Baca Juga: Sony dan Honda Resmi Menghentikan Proyek Mobil Listrik Bersama Mereka

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut sekaligus menjaga lingkungan selama berlangsungnya acara. Wawan berharap Pasar Kangen dapat menjadi titik pengembangan ekonomi baru di kawasan tersebut.

Pedagang kue leker di event Pasar Kangen Lodji Paris.

“Yang belum ke sini silakan datang, ajak warga ikut bergerak. Tentu kita juga harus peduli dengan lingkungan agar kegiatan seperti ini bisa terus berkembang,” katanya.

Pasar Kangen edisi Syawalan 2026 menjadi magnet baru wisata budaya selama libur Lebaran. Digelar mulai 23 Maret hingga 5 April 2026, event ini akan menghadirkan berbagai jajanan tradisional, buku lawas, hingga produk suvenir yang menarik minat pengunjung.

Ratusan pengunjung tampak memadati area pasar yang berada di kawasan heritage Lodji Paris, Mantrijeron. Suasana klasik yang dipadukan dengan konsep ruang bernuansa tempo dulu membuat pengalaman berbelanja terasa seperti kembali ke masa lalu.

Baca Juga: LG Hadirkan 2 Kulkas Baru yang Sesuai dengan Budaya Kuliner Indonesia

Pengelola Lodji Paris Erie Prakoso, mengatakan pemilihan lokasi baru Pasar Kangen menjadi upaya menghadirkan suasana berbeda sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha.

“Total terdapat sekitar 68 stan yang terlibat dalam kegiatan ini, dan sampai sekarang sudah lebih dari tiga ribu pengunjung yang datang,” ujarnya.

Pengunjung membaca buku.

Salah satu pengunjung, Syifa, warga asli Yogyakarta, mengaku mengetahui Pasar Kangen dari media sosial. Ia tertarik dengan beragam barang unik yang ditawarkan, terutama koleksi barang antik dan buku-buku lama.

“Aku tahunya dari TikTok. Tadi sempat ke bagian barang antik, menurut aku itu paling menarik. Banyak buku lama, bahkan ada yang bahasa Inggris juga. Menarik sih pasarnya,” ujar Syifa.

Baca Juga: Cari Sarapan Enak di Kota Jogja? Coba Saja ke Soto Lamongan Cak Ngun

Syifa menilai konsep pasar yang menampilkan nuansa tradisional menjadi daya tarik tersendiri, terlebih beberapa pedagang mengenakan pakaian lurik dan busana Jawa.

“Yang bikin beda, tadi ada penjual yang pakai lurik dan busana Jawa. Itu menarik. Buat teman-teman yang belum ke sini, menurut aku wajib coba karena banyak jajanan dan barang unik yang bisa ditemukan di sini,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pedagang, Arindra, yang menjual leker jadul, mengaku baru pertama kali mengikuti Pasar Kangen di lokasi Lodji Paris. Ia berharap keikutsertaannya dapat menarik lebih banyak pembeli.

“Ini leker jadul dari Pasar Ngasem sejak 1957. Varian yang kami jual ada original gula dan pisang. Ini pertama kali ikut Pasar Kangen di sini, semoga ramai dan semakin banyak yang mengenal leker jadul,” ujarnya.

Baca Juga: Main Biliar Bisa Sesekali di Mall, Karena Ada 911 Billiard di Sleman City Hall

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI