Galemoru: Lokapasar Buat Kamu yang Ingin Beli Mobil Baru Secara Online

tim Galemoru (Sumber: Antaranews)

Kamu biasanya beli mobil di mana? Di diler? Sudah pernah membeli mobil baru secara online di lokapasar? Kalau belum, maka kamu harus coba beli mobil baru lewat aplikasi Galemoru. Yuk berkenalan dengan platform digital jual-beli mobil online satu ini.

Sebagai car marketplace, halaman aplikasi Galemoru menawarkan produk mobil baru dari berbagai merek dan produsen. Aplikasi Galemoru sudah tersedia dan dapat diunduh di Google PlayStore dan AppStore.

Lewat layanan jual-beli mobil online yang dimilikinya, Galemoru ingin memudahkan masyarakat untuk membeli kendaraan baru. Sekaligus menyikapi perubahaan kebiasaan belanja kita, yang kini banyak melakukan pembelian lewat platform digital.

Baca Juga: Samsung Galaxy Tab A9 Series Kids Edition, Banyak Fitur Parental Control dan Atur Screen Time

Pendiri dan CEO Galemoru, Harry Sendiko, mengatakan bahwa dampak pandemi Covid-19 dan budaya belanja online pada generasi milenial, memberi peluang yang besar pada layanan penjualan mobil secara digital.

"Pergeseran tren penjualan mobil secara digital yang semakin meningkat itu yang mendorong kami berinovasi menghadirkan aplikasi Galemoru," kata dia, kala dilansir dari Antaranews, Jumat (8/12/2023).

Selain itu, Galemoru melihat konsumen dari Gen Z cenderung tidak ingin membeli melalui salesman. Alasannya karena faktor tidak transparan, hanya berorientasi pada penjualan dan tidak memahami produk.

Meski kondisinya demikian, belum ada platform digital untuk menjual mobil baru, baru sebatas transaksi secara hybrid.

"Membangun bisnis seperti ini memang tidak mudah, namun, kami yakin ini memiliki potensi besar," lanjut Harry.

Baca Juga: Pixel 8 Pro Kini Ditenagai Gemini Nano, Ada Banyak Pembaruan Seru

Galemoru hadir sebagai aplikasi pembelian mobil baru secara online di Indonesia, dengan tampilan yang mudah digunakan dan menawarkan servis end-to-end.

Harry mengembangkan aplikasi Galemoru sejak Oktober 2021. Ia sebelumnya telah berkarir selama 30 tahun di Astra International.

Galemoru bekerja sama dengan penyewa yang lengkap dan resmi, mulai dari dealer, leasing, hingga asuransi. Hingga saat ini, sudah ada lima merek produsen mobil, empat perusahaan leasing dan lima perusahaan asuransi yang bergabung dengan Galemoru.

Baca Juga: Whatsapp Tambahkan Hilangkan Pesan Suara dan Berbagi Gambar Kualitas Asli untuk iOS

Baca Juga: Tecno Spark 10 Series Dijual di Indonesia, Ramaikan Opsi Ponsel Entry Level

Seperti lokapasar kebanyakan, konsumen pengguna Galemoru bisa membandingkan harga terbaik, tanpa harus mengeluarkan tenaga untuk mengunjungi berbagi diler mobil.

Aplikasi Galemoru memberi kemudahan setiap penggunanya, untuk dapat memilih kendaraan impian sebebas-bebasnya, dan juga bebas memilih perusahaan dan juga asuransi sesuai dengan keinginan.

"Konsumen yang membeli kendaraan di aplikasi ini akan mendapatkan harga yang lebih terjangkau hingga Rp2 juta," ujarnya.

Baca Juga: Selama Libur Nataru, AirAsia Indonesia Sediakan 25.200 Kursi Penerbangan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), memproyeksikan penjualan mobil akan mengalami kenaikan; dari yang sebelumnya 1,050 juta unit tahun ini, menjadi 1,1 juta pada 2024.

Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menyebut bahwa hiruk-pikuk Pemilihan Umum 2024 yang sudah mulai ramai sejak saat ini, dipercaya tidak akan berdampak banyak pada pasar mobil nasional secara umum.

"Kami mesti melihat Indonesia makin lama makin dewasa dalam hal yang namanya berpolitik. Jadi, dalam lima tahun terakhir, sewaktu Pemilu juga efeknya tidak terlalu banyak," ungkap Nangoi, dalam wawancara bersama mobil123.com.

Baca Juga: Spek Ponsel Entry Level Itel P40, Kapasitas Baterai Besar

Baca Juga: Toyota Hilux Hybrid Rilis di Eropa, Kenalkan Lima Mode Berkendara untuk Bertualang

Penjualan mobil secara retail (distribusi diler ke konsumen), sejak Januari-Oktober 2023, berjumlah 825.691 unit. Volumenya relatif stagnan dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) karena hanya tumbuh 0,4%.

Sementara itu untuk penjualan mobil secara wholesales (distribusi pabrikan ke diler/untuk stok), Nangoi menyebut pada 10 bulan pertama 2023 menyentuh 836.048 unit. Terjadi penurunan sebanyak 1,8% yoy, dari sebelumnya 851.411 unit.

Artinya, untuk mencapai target penjualan mobil tahun ini, masih ada ‘utang’ 224.309 unit secara retail atau 213.952 unit secara wholesales, imbuh dia.

Nangoi menjelaskan, kondisi pasar belakangan ini menjadi agak berat. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi global yang kurang baik, perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, kenaikan suku bunga, hingga pengetatan kepemilikan kredit mobil baru.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI