3 Alasan Mengapa Pertamax Tidak Boleh Dicampur dengan Pertalite

Rahmat Jiwandono
Kamis 02 Maret 2023, 14:50 WIB
Ilustrasi pertalite dan pertamax. (Sumber : Istimewa)

Ilustrasi pertalite dan pertamax. (Sumber : Istimewa)

Techverse.asia - Masih banyak pemilik kendaraan roda empat di Indonesia yang mencampur pemakaian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax. Pertanyaannya sekarang, apakah boleh Pertalite campur Pertamax?

Ada berbagai alasan mengapa pemilik kendaraan mencampur bahan bakar beroktan tinggi dengan bahan bakar beroktan rendah, seperti Pertamax dan Pertalite. Ada yang ingin agar tidak perlu merogoh kocek banyak untuk membeli BBM, ada juga yang mencampur Pertamax dan Pertalite untuk mendapat bahan bakar lebih baik, sehingga performa lebih terjaga.

Padahal, agar performa mesin kendaraan tetap terjaga, tidak boleh mencampur pemakaian BBM dengan oktan atau RON berbeda. Pasalnya, mencampur bahan bakar dengan oktan berbeda justru menyebabkan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros karena pencampuran BBM membuat kualitasnya jadi turun. Karena itu, untuk menjawab pertanyaan apakah boleh Pertalite campur Pertamax, ini dampak mencampur kedua jenis BBM tersebut. 

Baca Juga: Mitsubishi Motors Catatkan 1.738 Unit Pesanan Kendaraan di Event IIMS 2023, New Xpander Banyak Dicari

Mengurangi kinerja mesin 

Setiap pemilik kendaraan tidak disarankan untuk mencampur Pertalite dan Pertamax, karena keduanya memiliki kandungan oktan atau RON berbeda. Mencampur kedua jenis bahan bakar ini justru dapat mengurangi kinerja mesin dan menghasilkan emisi lebih tinggi.

Seperti diketahui, kandungan oktan Pertalite sekitar 90-92 RON, sementara Pertamax memiliki oktan sekitar 92-95 RON. Oktan merupakan ukuran resistensi bahan bakar terhadap detak mesin yang berlebihan atau knocking. Semakin tinggi oktan, semakin baik bahan bakar menahan knocking dan semakin baik kinerja mesin.

Secara umum, Pertalite lebih irit daripada Pertamax, karena memiliki kandungan oktan yang lebih rendah, sehingga dapat menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat. Namun, konsumsi bahan bakar juga tergantung pada kondisi pemakaian dan pengendaranya masing-masing.

Merusak komponen mesin

Tidak ada manfaat signifikan mencampur Pertalite dan Pertamax. Jika mesin mobil butuh bahan bakar dengan oktan lebih tinggi, maka sebaiknya gunakan Pertamax atau jenis bahan bakar lain yang memiliki oktan sesuai.

Bila pencampuran bahan bakar dilakukan dalam jangka waktu lama, maka jangan kaget jika performa mesin akan semakin menurun karena kerak yang terbentuk di dalam mesin. Agar performa bisa kembali normal, Anda harus menyiapkan dana untuk membersihkan mesin mobil.

Baca Juga: 5 Perbedaan Pertamax dan Pertalite: Tarikan Mesin Lebih Ringan

Beruntung jika kendaraan yang dimiliki adalah keluaran terbaru. Sebab, umumnya mesin kendaraan baru sudah dilengkapi knocking sensor yang dapat segera memberi peringatan jika kadar BBM berada di bawah ketentuan. 

Pakai bahan bakar sesuai rekomendasi 

Lantaran mencampur Pertalite dan Pertamax dapat menimbulkan dampak kinerja mesin yang menurun, meningkatnya emisi, hingga kerusakan pada komponen mesin dalam jangka panjang, maka sebaiknya pakai jenis bahan bakar sesuai rekomendasi pabrik atau produsen mesin kendaraan yang dimiliki. 

Selain itu, terdapat empat perbedaan antara Pertamax dan Pertalite. Pertama, warna cairan, Pertalite biasanya berwarna hijau, sedangkan Pertamax berwarna biru, dan untuk Pertamax Turbo berwarna merah. Kedua, tingkat polusi yang dihasilkan oleh Pertalite lebih tinggi jika dibanding dengan Pertamax. Alasannya, semakin tinggi nilai oktan dari sebuah BBM, maka polusinya justru semakin kecil. 

Ketiga, kompresi mesin yang juga bisa dijadikan patokan perbedaan Pertalite dan Pertamax. Untuk diketahui, bahwa Pertamax dibuat untuk mesin dengan kompresi diatas 10:1 sampai 10,9:1. Sementara itu, Pertalite ditujukan untuk kompresi di bawah Pertamax, yaitu 9:1 hingga 10:1.  

Terakhir adalah harga Pertalite memiliki harga yang lebih murah daripada Pertamax. Untuk itu, banyak orang yang mempertimbangkan untuk membeli Pertalite karena harganya yang relatif lebih murah daripada Pertamax.

Meski lebih mahal sedikit, faktanya Pertamax lebih irit dari Pertalite. Perlu kamu ketahui juga bahwa harga ini juga berdasarkan tinggi oktan. Semakin tinggi nilai oktan suatu BBM, akan semakin tinggi pula harga jualnya. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Hobby02 Februari 2026, 17:43 WIB

ENC 2026 Dilaksanakan 2-29 November di Arab Saudi, Total Hadiahnya Fantastis

ENC hadir untuk mendorong kemajuan esports global melalui pembentukan ekosistem nasional yang terstruktur, mendukung pemain, klub, dan tim nasional.
Jadwal penyelenggaraan ENC 2026. (Sumber: istimewa)
Techno02 Februari 2026, 16:54 WIB

LG StanbyME 2: TV Portabel yang Layarnya Bisa Dicopot, Harga Hampir Rp20 Juta

Produk ini menawarkan fleksbilitas untuk menonton.
LG StanbyME 2. (Sumber: LG)
Lifestyle02 Februari 2026, 15:10 WIB

Papion dan Dept Rilis Lagu Chocolate: Makna Cinta yang Lebih Kompleks

Kolaborasi antara girlband baru asal Indonesia dengan penyanyi solo asal Negeri Ginseng.
Dept (pria di tengah) bersama girlband Papion. (Sumber: istimewa)
Techno02 Februari 2026, 14:18 WIB

Samsung Hadirkan E-Paper Berwarna 13 Inci, Layarnya Terbuat dari Bio-Resin Fitoplankton

Layar ini menghadirkan kinerja daya ultra-low dengan manajemen lokal dan jarak jauh melalui Aplikasi Samsung E-Paper dan VXT.
Samsung Color E-Paper 13 inci. (Sumber: Samsung)
Automotive02 Februari 2026, 14:07 WIB

Ford Resmi Buka Dealer Baru di PIK 2 Tangerang Banten

Ford PIK 2 Resmi Dibuka, Tonggak Baru Ekspansi Jaringan Ford di Indonesia.
Peresmian diler Ford di Pantai Indah Kapuk 2. (Sumber: istimewa)
Techno02 Februari 2026, 13:56 WIB

Spek Lengkap dan Harga Redmi Note 15 Pro Plus 5G di Indonesia

Sebagai varian unggulan, perangkat tersebut memiliki fitur ketahanan paling lengkap di lini ini.
Redmi Note 15 Pro Plus 5G. (Sumber: Xiaomi)
Automotive30 Januari 2026, 18:35 WIB

Warna-warna Baru Yamaha Grand Filano Hybrid, Simak Daftar Harganya

Skutik kalcer stylish pilihan anak muda 2026.
Yamaha Grand Filano Hybrid warna Greenish Gray. (Sumber: Yamaha)
Automotive30 Januari 2026, 18:04 WIB

Scomadi Technica 200i Adventure Double Shock Dipasarkan Rp105 Juta

Skutik ini cocok dipakai untuk berpetualang.
New Scomadi Technica 200i Adventure Dual Shock (DS). (Sumber: Scomadi)
Techno30 Januari 2026, 17:22 WIB

ASUS Vivobook S16 2026 Pakai Prosesor Snapdragon X2 Elite, Ini Harganya

PC Copilot+ 16 inci yang cerdas, bertenaga, dan bergaya untuk generasi mendatang.
ASUS Vivobook S16 2026. (Sumber: ASUS)
Techno30 Januari 2026, 16:33 WIB

Harga dan Spesifikasi Lengkap Shokz OpenFit Pro, Bisa Dengarkan Lagu Selama 12 Jam

Era baru audio open-ear dengan pengurangan kebisingan canggih.
Shokz OpenFit Pro. (Sumber: Shokz)