Amerika Serikat Targetkan 2030 Nol Emisi, Tesla Akan Buka Ribuan Pengisian Daya untuk Mobil Listrik Apapun

Rahmat Jiwandono
Kamis 16 Februari 2023, 18:40 WIB
Tesla charger. (Sumber : Getty Images)

Tesla charger. (Sumber : Getty Images)

Techverse.asia - Pemerintahan Joe Biden telah meluncurkan inisiatif baru dalam rencananya senilai $7,5 miliar untuk memasang sebanyak 500 ribu pengisi daya untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di seluruh jalan raya Amerika Serikat (AS) pada tahun 2030. Sebagai bagian dari itu, diumumkan bahwa Tesla telah berkomitmen untuk membuka 7.500 stasiun pengisian daya untuk kendaraan non-Tesla hingga akhir tahun 2024.

Pada 2021 Tesla telah mengumumkan bahwa program Supercharger akses terbukanya yang mana saat ini sedang diujicobakan di 16 negara Eropa akan hadir di AS. Dengan tanggal pasti yang sudah dekat, Gedung Putih telah mengungkapkan rincian rencana tersebut. Dari 7.500 pengisi daya yang tersedia untuk semua kendaraan listrik yang kompatibel, sekitar 3.500 akan menjadi Supercharger 250 kW baru dan yang sudah ada di sepanjang jalan raya.

Sisanya akan menjadi Stasiun Pengisian Destinasi Level 2 (maks 22 kW) di hotel, restoran, dan lokasi perkotaan dan pedesaan lainnya. Tesla juga akan meningkatkan jaringan Supercharger AS sebesar 300 persen. Untuk memanfaatkan pendanaan $7,5 miliar, perusahaan harus mengadopsi Combined Charging System (CCS) yang mendominasi di AS, sambil menawarkan opsi pembayaran yang ramah smartphone.

"Apa pun kendaraan listrik yang Anda kendarai, kami ingin memastikan bahwa Anda dapat terhubung, mengetahui harga yang akan Anda bayarkan, dan mengisi daya dalam pengalaman yang mudah diprediksi dan ramah pengguna," kata Sekretaris Transportasi Pete Buttigieg.

Baca Juga: Gegara Kia Challenge di TikTok, Banyak Mobil Hyundai dan Kia Dicuri Orang

Tesla saat ini menggunakan pengisi daya berpemilik, tetapi telah berkomitmen untuk menambahkan standar CCS juga. Untuk mencapai target pengisi dayanya, pemerintah telah menerima komitmen dari produsen kendaraan listrik seperti General Motors (GM) dan Ford, bersama dengan ChargePoint dan produsen pengisi daya kendaraan listrik lainnya. Itu akan menambah lebih dari 100 ribu pengisi daya publik yang tersedia untuk semua kendaraan listrik.

Misalnya, GM telah berkomitmen untuk memasang hingga 40 ribu stasiun Level 2 di seluruh AS dan Kanada sebagai bagian dari jaringan Ultium Charge 360. Ini juga akan memasang jaringan pengisi daya cepat 2.000 350 kW dari pantai ke pantai di sepanjang jalan AS dalam kemitraan dengan Pilot Company dan EVgo. Ford, sementara itu, berencana memasang pengisi daya cepat DC di 1.920 dealer hingga Januari 2024. Hertz juga berencana memasang ribuan pengisi daya Pulse BP di kota-kota AS untuk pelanggan Hertz dan publik.

Awal tahun lalu, Gedung Putih mengungkapkan rencana pengisian daya sebagai bagian dari Program Formula Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional (NEVI) senilai $7,5 miliar. Itu dimotivasi oleh rencana keseluruhan untuk mengubah setengah dari semua penjualan kendaraan baru AS menjadi nol emisi pada tahun 2030.

Sekarang ada lebih dari 130 ribu pengisi daya publik yang melayani lebih dari tiga juta kendaraan listrik masih belum cukup. Tahap pertama dana NEVI akan dikirimkan ke negara bagian dalam beberapa minggu mendatang. Ke depannya pengisi daya akan dapat diakses oleh siapa saja yang menggunakan aplikasi atau situs web Tesla.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Di Dunia Masih Dikuasai Tesla

Akun Twitter Supercharger mengakui pengumuman tersebut dengan beberapa tweet. Namun, Musk membalas tweet dari Presiden Joe Biden untuk mengatakan bahwa "Tesla dengan senang hati mendukung kendaraan listrik lainnya melalui jaringan Supercharger kami."

Jaringan Supercharger Tesla sering dianggap sebagai contoh terbaik dari jaringan pengisian daya untuk kendaraan listrik lantaran dinilai cepat, andal, dan berlimpah. Tetapi selama bertahun-tahun, jaringan Tesla di AS eksklusif untuk pemilik Tesla, yang berarti seseorang yang mengendarai kendaraan plug-in Volkswagen, Ford, atau Chevrolet tidak akan dapat menggunakannya.

Sementara perusahaan menggunakan konektor CCS di Eropa, konektor di Supercharger di AS adalah hak milik dan eksklusif untuk pemilik Tesla – yang dapat memperumit rencana untuk membukanya bagi EV non-Tesla. Desas-desus beredar bahwa perusahaan akan menyertakan adaptor CCS di kios pengisiannya untuk mengatasi masalah ini.

Selama bertahun-tahun, Musk telah berbicara tentang membuka Superchargernya untuk kendaraan listrik perusahaan lain. Pada tahun 2021, perusahaan mulai melakukan hal itu, dimulai di Norwegia dan akhirnya berkembang ke Austria, Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris Raya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Automotive03 Agustus 2026, 12:41 WIB

Xiaomi Sky Nomad Resmi Hadir di China, Ada Tipe N90 Max dan N70 Max

Cek lebih lanjut mengenai spesifikasi dan harganya.
Xiaomi Sky Nomad warna Valley Blue. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle03 Agustus 2026, 12:38 WIB

Penjualan Tiket The Odyssey Tembus Rp13 Triliun Lebih di Seluruh Dunia

Film garapan Nolan ini menjadi film paling kelaris di 2026.
The Odyssey. (Sumber: Universal)
Lifestyle03 Agustus 2026, 11:38 WIB

ASICS Gel Stratus MC Pop Up Experience Telah Digelar Selama 3 Hari

Acara ini juga jadi momentum bagi ASICS untuk memperkenalkan sepatu Gel-Stratus MC terbarunya.
ASICS Gel-Stratus MC Pop Up Experience di Nirmana Falatehan Blok M. (Sumber: istimewa)
Automotive03 Agustus 2026, 11:35 WIB

DFSK E5 Plus Resmi Mengaspal di Indonesia, Bisa Tempuh Jarak hingga 1.400 Km

DFSK E5 Plus telah lebih dahulu dipasarkan di sejumlah negara di Afrika Utara dan Amerika Selatan.
DFSK E5 Plus. (Sumber: DFSK)
Automotive03 Agustus 2026, 09:58 WIB

Jetour T2 i-DM Dijual Seharga Rp688 Juta, Mobil Hybrid Adventure SUV

Kehadiran T2 i-DM melanjutkan kesuksesan T2 yang telah mendapatkan respons positif dari konsumen di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Jetour T2 i-DM. (Sumber: Jetour)
Automotive03 Agustus 2026, 08:39 WIB

Mazda CX-5 Baru Tersedia dalam Model Sport Edition dan Kuro Edition

CX-5 generasi ketiga ini resmi dipamerkan di pameran otomotif GIIAS 2026.
Mazda CX-5 diperkenalkan di GIIAS 2026. (Sumber: Mazda)
Automotive31 Juli 2026, 16:28 WIB

GIIAS 2026: Wuling Aira Ev Resmi Meluncur, Ada Model Standar Range dan Long Range

Mobil listrik yang memadukan artistik, inovatif, ramah, dan aman.
Wuling Aira ev. (Sumber: Wuling)
Lifestyle31 Juli 2026, 16:27 WIB

Pitaka Luncurkan Jajaran Casing untuk Ponsel Lipat Baru Samsung

Engsel modular, layar, dan pelindung belakang yang dirancang untuk memberikan kepercayaan diri kepada pengguna ponsel lipat.
Aksesori casing Pitaka untuk foldable phone Galaxy Z Fold 8 & Flip 8 Series. (Sumber: dok. pitaka)
Techno31 Juli 2026, 13:46 WIB

Gemini Notebook Hadir di Samsung Galaxy Z Fold 8 Series dan Flip 8

Ponsel lipat baru Samsung hadir dengan Gemini Notebook yang sudah terpasang.
Gemini Notebook di perangkat lipat Galaxy Z Fold 8 Series dan Z Flip 8. (Sumber: Samsung)
Automotive31 Juli 2026, 13:37 WIB

KIA Seltos Terbaru Punya 3 Model, Berapa Harganya?

Mobil ini resmi dipamerkan di gelaran GIIAS 2026.
All New KIA Seltos dipamerkan di GIIAS 2026. (Sumber: KIA)