Techverse.asia - Pebble Time 2 hadir sebagai pembaruan menyegarkan dari merek smartwatch indie legendaris yang sempat hilang hampir satu dekade. Dijual seharga US$225 atau sekitar hampir Rp4 jutaan, jam tangan pinyar ini dibangkitkan kembali oleh pendiri aslinya, Eric Migicovsky, melalui perusahaan baru bernama Core Devices.
Fokus utamanya bukan menjadi komputer mini di pergelangan tangan seperti Apple Watch atau Pixel Watch, melainkan perangkat yang fun, sederhana, dan penuh semangat komunitas hacker. Jam ini terasa seperti mainan yang menyenangkan dalam arti positif, dengan nuansa retro yang kuat namun tetap fungsional sebagai pendamping ponsel sehari-hari.
Baca Juga: Pebble Hadirkan Index 01: Cincin Pintar untuk Merekam Pikiran
Yang paling menonjol dari pembaruan ini adalah layar e-paper berwarna 64 warna berukuran 1,5 inci dengan resolusi 220 x 228. Layar selalu menyala dan bisa dibantu lampu belakang RGB yang menyala dengan gerakan pergelangan tangan atau ketukan ringan. Dibandingkan layar OLED modern, tampilannya lebih redup dan matte, tapi sangat jelas di bawah sinar matahari langsung.
Konsekuensinya, daya tahan baterai menjadi sangat panjang - sekitar 21 hari dalam penggunaan normal menurut laporan awal, atau sekitar sembilan hari jika dipakai intensif dengan banyak notifikasi dan aplikasi.
Beberapa pengguna bahkan melaporkan bisa mendekati 20 hari atau lebih dengan pengaturan hemat daya dan watch face sederhana. Charger magnetik kecil berdesain praktis ikut disertakan dalam kotak.
Desain fisik juga diperbarui secara signifikan dibanding generasi lama. Bingkai stainless steel tersedia dalam pilihan warna biru, merah, silver, atau hitam, dipadukan dengan tali silikon yang terasa seperti jam Swatch kasual.
Baca Juga: 2 Jam Tangan Pintar Baru dari Pebble Segera Diluncurkan
Tombol fisik tetap empat buah: naik, turun, dan pilih di sisi kanan, serta tombol kembali di sisi kiri. Tombol-tombol ini terasa responsif dan bisa dikustomisasi untuk membuka aplikasi favorit dengan sekali tekan atau tekan lama.
Bahan bodi Time 2 kini lebih rapi dengan milling CNC dan lapisan PVD, sehingga terasa lebih solid dan premium meski tetap ringan. Ketahanan air mencapai 30 meter atau 3 ATM, cukup untuk hujan dan cuci tangan, tapi tidak direkomendasikan untuk berenang atau menyelam.
Di sisi perangkat lunak, Pebble Time 2 mengandalkan PebbleOS yang kini sepenuhnya open-source berkat keputusan Google. Komunitas pengembang sudah menyumbangkan lebih dari 2.120 watch face dan aplikasi, termasuk ratusan yang baru dari kontes developer musim semi.
Ada juga wajah jam lucu bergaya kartun, meme seperti Nyan Cat, karakter game klasik seperti Mario atau Pokémon, hingga tampilan pixel art retro. Aplikasi mencakup kontrol musik Spotify, cuaca, timer, pelacak langkah, tidur, denyut jantung dasar, gim retro seperti Pixel Miner, virtual pet FitCat, hingga alat niche yang dibuat individu sesuai kebutuhan pribadi.
Baca Juga: Melanggar Data Privasi Anak, TikTok Bayar Rp6,2 Triliun ke Pemerintah Amerika Serikat
Fitur timeline klasik Pebble tetap ada, menampilkan jadwal, pengingat, cuaca, dan info dari aplikasi lain dalam satu guliran praktis.
Notifikasi dari ponsel bisa ditampilkan dengan mudah, musik dikontrol, dan alarm dipasang langsung di jam. Namun, integrasi dengan iOS masih terbatas karena aturan ketat Apple, sehingga beberapa aksi cepat tidak bisa dilakukan.
Perangkat ini lebih cocok sebagai pendamping ponsel yang tidak memaksa pengguna terus berinteraksi atau merasa terikat. Firmware dan aplikasi pendamping terus diperbarui setiap beberapa minggu, dengan rencana fitur tambahan seperti noise cancellation di masa depan.
Sensor denyut jantung optik dan memori flash 32MB ikut melengkapi spesifikasi internal yang mengandalkan chip hemat daya. Secara keseluruhan, Pebble Time 2 menawarkan pendekatan berbeda di pasar smartwatch di tahun ini yang didominasi perangkat serba bisa.
Baca Juga: Bangun dari Hiatus, OnePlus Hadirkan Jam Tangan Pintar Lagi: OnePlus Watch 2