Techverse.asia - Di Asia Tenggara, musik lokal kian membentuk budaya dan mengubah cara audiens terhubung dengan para musisi. Hal ini menjadikan talenta lokal sebagai kekuatan penting dalam ekosistem musik di kawasan.
Dengan begitu, Mastercard telah mengumumkan peluncuran Mastercard Artist Accelerator SEA, yang untuk pertama kalinya membawa platform musik globalnya ke Asia Tenggara, dimulai dari Indonesia dan Tailan.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan SoundOn, sebuah platform promosi dan distribusi musik terpadu dari TikTok untuk musisi dan label. Program ini dirancang untuk mendukung musisi lokal dan membantu mentransformasi potensi kreatif menjadi karier berkelanjutan dengan dukungan penggemar.
Di saat yang sama, program ini mendekatkan konsumen dan pemegang kartu Mastercard dengan musik serta momen momen yang bermakna bagi mereka.
Baca Juga: Ponsel iQOO Z11x Ditenagai MediaTek Dimensity 7400 Turbo, Ada 2 Warna
Dengan visi yang mengutamakan penggemar, Mastercard Artist Accelerator SEA fokus kepada upaya mengubah pendengar menjadi penggemar setia, serta menjadikan passion sebagai peluang.
Program ini membekali para musisi dengan mentorship, berbagai perangkat, dan dukungan digital yang dibutuhkan untuk memperkuat kehadiran, kepercayaan diri, serta potensi komersial mereka di tengah ekonomi berbasis kreator saat ini.
“Di Asia Tenggara, musik bukan sekadar sesuatu yang didengarkan, melainkan cara masyarakat mengekspresikan siapa diri mereka dan hal-hal yang penting bagi mereka,” ujar Dheeraj Raina selaku Senior Vice President, Head of Marketing & Communications Southeast Asia Mastercard.
Dia mengatakan, para musisi berada di pusat gerakan budaya ini. Namun, banyak dari mereka masih menghadapi hambatan dalam mengubah bakat mereka menjadi karier yang berkelanjutan.
Baca Juga: UMG x Roblox Memperluas Pengalaman Musik Kreatif dan Komersial
Melalui Artist Accelerator SEA, menghadirkan hal-hal yang paling bermakna: mendekatkan penggemar dengan musisi yang mereka cintai, menciptakan pengalaman eksklusif dan tak ternilai bagi para pemegang kartunya, serta memberikan mentorship, perangkat, dan pelantar yang dibutuhkan para kreator ini untuk berkembang.
“Dengan demikian, kami turut membantu pertumbuhan ekonomi kreatif Asia Tenggara - satu musisi, satu penggemar, dan satu koneksi bermakna pada satu waktu,” paparnya.
Peluncuran program ini di Indonesia dinilai sangat tepat waktu, seiring industri musik Tanah Air yang menunjukkan perkembangan signifikan. Proyeksi industri musik menunjukkan annual growth sebesar 3,57 persen hingga 2030, dengan nilai pasar musik digital diperkirakan mencapai US$276 juta.
Program tersebut dirancang khusus untuk pasar yang dinamis dan digital native sekaligus mencerminkan komitmen Mastercard dalam mendukung ekonomi kreatif.
Baca Juga: Indosat dan Mastercard Umumkan Kemitraan Cybersecurity Center of Excellence
Angkatan perdana Mastercard Artist Accelerator dari Indonesia terdiri atas sejumlah musisi muda lintas genre, yakni Jingga Arshabidari, Chintana Jo, Nadine Makalew, Farrel Nugroho, Tama Yuri, Saphira Adya, NDGJ, Alahad, Rimaldi, dan Gavendri.
Mereka akan menjalani proses pengembangan yang dikurasi secara khusus dengan memadukan mentorship dari para pelaku industri musik lokal ternama dengan kesempatan tampil langsung guna membantu peserta mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan menjangkau audiens yang lebih luas di Indonesia.
Program ini juga melibatkan sejumlah tokoh penting industri musik - mulai dari musisi, direktur festival musik hingga produse - sebagai juri dan mentor, yaitu Rendy Pandugo, Sarah Deshita, Dimasz Joey, dan Kamga Mo.
Di puncak program, para pemenang program Artist Accelerator dari Indonesia serta Tailan bakal memperoleh kesempatan guna memproduksi sebuah single kolaboratif di bawah bimbingan produser musik ternama Kamga Mo dengan dukungan dari SoundOn.
Baca Juga: Alat Profil Baru TikTok Hanya untuk Musisi, Cek Selengkapnya
Single tersebut juga akan disertai video musik, sebagai paket strategis untuk memperluas jangkauan musik dan kisah mereka ke skala yang lebih besar, memperdalam hubungan dengan penggemar, serta mendukung transisi mereka menuju karier yang berkelanjutan dan siap bersaing di industri.
“Kami hadir untuk membantu para musisi di setiap tahapan kariernya dan mengubah momentum kreatif menjadi kesuksesan jangka panjang. Kami bangga bisa bekerja sama dengan Mastercard untuk mendukung generasi talenta musik masa depan di Asia Tenggara,” ujar Tom Chou selaku Head of SoundOn Southeast Asia.
Melalui program ini, para musisi juga memiliki peluang untuk bisa terhubung dengan komunitas global pencinta musik di TikTok sehingga dapat memperluas basis penggemar dan membagikan kisah mereka dengan cara yang autentik dan bermakna.
Mastercard Artist Accelerator SEA akan menghadirkan serangkaian sesi live showcase, yakni empat sesi Open Mic di Krapela pada 24 Mei, 31 Mei, 7 Juni, dan 14 Juni 2026. Program ini akan ditutup dengan Final Showdown pada 12 Juli 2026.
Bagi para penggemar dan pencinta musik yang tidak dapat hadir secara langsung, sesi Open Mic tersebut juga akan disiarkan secara langsung melalui TikTok (@artistacceleratorsea).