Gandeng Google dan Qualcomm, Samsung Sedang Kembangkan Headset XR

Rahmat Jiwandono
Minggu 15 Desember 2024, 14:32 WIB
Samsung Mobile XR Project Moohan Android. (Sumber: Samsung)

Samsung Mobile XR Project Moohan Android. (Sumber: Samsung)

Techverse.asia - Bayangkan bisa melangkah ke dunia mana pun dalam sekejap - mulai dari jalanan ramai Kota New York, Amerika Serikat, hingga puncak gunung bersalju di Pegunungan Alpen, Swiss. Dunia-dunia ini bukan lagi sekadar tempat untuk diamati dari jauh.

Kini, dunia-dunia ini dapat dijelajahi dan diinteraksikan hanya melalui tatapan, gerakan, atau suara kamu. Apa yang dulunya tampak seperti fiksi ilmiah telah menjadi kenyataan karena Extended Reality (XR) mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.

Baca Juga: Canon Membuat Lensa Khusus untuk Menangkap Video Spasial di Vision Pro

XR adalah istilah umum untuk teknologi yang menggunakan elemen digital untuk memperluas atau mengubah realitas dengan menggabungkan dunia fisik dan digital. Ini termasuk realitas virtual (VR), realitas tertambah (AR), realitas campuran (MR) serta teknologi serupa lainnya yang belum dikembangkan.

XR menawarkan kemungkinan tak terbatas, menciptakan kanvas spasial dinamis tempat penglihatan, suara, dan gerakan pengguna berpadu untuk berinteraksi dengan dunia luar.

Dunia yang akan membuka pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya di seluruh area inti kehidupan, mulai dari bekerja dan belajar hingga hiburan, permainan, dan bahkan kesehatan dan kebugaran.

Baca Juga: AMD Rilis Prosesor AI PRO 300 Series, Menjanjikan Komputasi Kecerdasan Buatan

Oleh karena itu, Samsung selalu menempatkan pengalaman pengguna sebagai inti dari inovasinya. Merupakan tanggung jawab Samsung untuk menghadirkan teknologi dan pengalaman terbaik bagi penggunanya, dan perusahaan menunjukkan komitmen ini dengan memperkenalkan dan mendemokratisasi Galaxy AI.

Berlandaskan pada kepemimpinan AI seluler, Samsung benar-benar yakin sekaranglah saatnya untuk membuka potensi XR. Dengan kekuatan teknologi multimoda, XR Samsung memungkinkan interaksi yang paling alami dan intuitif dengan dunia.

Didukung oleh ekosistem Galaxy yang lebih luas, teknologi ini akan memberdayakan dan mengubah kehidupan orang sehari-hari  - dengan cara yang hanya dapat mereka berikan.

Samsung juga mewujudkan visinya melalui kolaborasi terbuka dengan para pemimpin industri seperti Google dan Qualcomm, yang berpuncak pada terciptanya pelantar Android XR yang sepenuhnya baru.

Baca Juga: Xreal Hadirkan 2 Kacamata Pintar Baru: One dan One Pro

Selama bertahun-tahun, Samsung telah bekerja berdampingan dengan para mitra, merancang, mengintegrasikan, dan mengoptimalkan teknologi, dan proyek berikutnya ini merupakan salah satu upaya perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini yang paling ambisius.

Dengan menyatukan ide-ide yang berpikiran maju dengan keahlian yang terdepan di industri, kami dapat memastikan pelantar yang tangguh dan dapat diskalakan yang menawarkan berbagai konten. Dari ekosistem Galaxy dan rangkaian aplikasi Google hingga kemitraan dengan pengembang pihak ketiga, setiap interaksi XR akan sangat diperkaya.

Tersedia untuk headset dan kacamata, platform baru ini memanfaatkan kekuatan Gemini dengan menyatukan antarmuka pengguna (UI) yang bersifat percakapan dan pemahaman kontekstual tentang dunia di sekitar pengguna.

Baca Juga: Meta Quest VR Bisa Digunakan untuk Mengoperasikan Tiga Aplikasi MS Office

Platform ini menawarkan kemampuan canggih yang melampaui gerakan atau pengontrol, memanfaatkan suara dan percakapan alami untuk meningkatkan pengalaman. Dengan interaksi yang akurat dan personal ini, pelantar ini akan menjadi asisten AI yang membantunya.

Dengan nama kode 'Project Moohan', headset pertama yang dirancang untuk Android XR siap untuk mewujudkan pengalaman ini dalam waktu dekat. Nama 'Moohan', sendiri yang berarti 'tak terbatas' dalam bahasa Korea Selatan, menyiratkan keyakinan perusahaan dalam menghadirkan pengalaman yang tak tertandingi dan mendalam dalam ruang yang tak terbatas.

Dilengkapi pula dengan layar canggih, kemampuan Passthrough, dan input multi-moda alami, headset ini akan menjadi kanvas spasial untuk menjelajahi dunia melalui Google Maps, menikmati pertandingan olahraga di Youtube, atau merencanakan perjalanan dengan bantuan Gemini.

Semua pengalaman ini hadir dengan perangkat keras yang ringan dan dioptimalkan secara ergonomis yang dirancang untuk memastikan kenyamanan maksimal selama penggunaan.

Baca Juga: Logitech MX Ink: Stylus Pen Mixed Reality yang Dirancang untuk Meta Quest

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)