Diminta Menggambar 'Presiden Amerika Serikat', Midjourney Munculkan Wajah Donald Trump

Uli Febriarni
Selasa 02 Juli 2024, 13:53 WIB
Midjourney memberi hasil pada wajah Donald Trump, ketika diminta membuat gambar presiden Amerika Serikat (Sumber: Midjourney via Engadget)

Midjourney memberi hasil pada wajah Donald Trump, ketika diminta membuat gambar presiden Amerika Serikat (Sumber: Midjourney via Engadget)

Alat membuat gambar berteknologi kecerdasan buatan (AI), Midjourney, memunculkan hasil wajah Donald Trump ketika alat itu diminta untuk menggambar presiden Amerika Serikat.

Hal ini tetap terjadi, meskipun Midjourney melarang pembuatan gambar Trump dan Biden menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat. Diketahui, sedianya pemilihan presiden akan diselenggarakan pada November 2024 di negara itu.

Ketika tim dari laman Engadget meminta Midjourney untuk membuat gambar 'presiden Amerika Serikat,' alat itu menghasilkan empat gambar mantan presiden Donald Trump dengan berbagai gaya. Ketika diminta untuk membuat gambar 'presiden Amerika Serikat berikutnya,' alat tersebut juga menghasilkan empat gambar Trump.

Baca Juga: Meta Mengganti Keterangan 'Made with AI' Menjadi 'AI Info'

Midjourney memberi hasil wajah Donald Trump, ketika diminta membuat gambar presiden Amerika Serikat (sumber: Midjourney via Engadget)

Selanjutnya, saat Engadget meminta Midjourney untuk membuat gambar 'presiden Amerika Serikat saat ini,' layanan tersebut menghasilkan tiga gambar Trump dan satu gambar mantan presiden Barack Obama.

Satu-satunya saat Midjourney menolak untuk membuat gambar Trump atau Biden adalah ketika diminta untuk melakukannya secara eksplisit.

"Komunitas Midjourney memilih untuk tidak menggunakan 'Donald Trump' dan 'Joe Biden' selama musim pemilihan," kata layanan tersebut dalam kejadian tersebut, dikutip dari Engadget, Selasa (2/7/2024).

Baca Juga: Google Wallet Bisa Jadi Pengganti Kartu Kunci Hotel

Pengguna lain di X juga dapat meminta Midjourney untuk membuat gambar Trump.

Pengujian menunjukkan bahwa pembatas Midjourney untuk mencegah pengguna membuat gambar Trump dan Biden menjelang pemilihan presiden AS mendatang tidaklah cukup — pada kenyataannya, sangat mudah bagi orang untuk mengakalinya.

Chatbot lain seperti ChatGPT milik OpenAI, Copilot milik Microsoft, Gemini milik Google, dan Meta AI tidak membuat gambar Trump atau Biden meskipun ada beberapa perintah.

Midjourney tidak menanggapi permintaan komentar dari media tersebut.

Midjourney adalah salah satu generator gambar bertenaga AI pertama yang secara eksplisit melarang pengguna membuat gambar Trump dan Biden.

CEO perusahaan, David Holz, mengatakan ia tahu bahwa membuat gambar Trump itu menyenangkan. Namun, lanjutnya, lebih baik untuk tidak melakukannya.

"Lebih baik mundur sedikit selama pemilihan ini. Kita lihat saja nanti," ujarnya, memberi tahu pengguna dalam sesi obrolan di Discord, awal tahun ini.

Sebulan kemudian, Holz dilaporkan memberi tahu pengguna bahwa sudah waktunya untuk 'menahan diri sejenak terhadap hal-hal yang terkait dengan pemilihan' dan mengakui bahwa 'hal-hal moderasi ini agak sulit.'

Aturan konten perusahaan yang ada melarang pembuatan 'tokoh masyarakat yang menyesatkan' dan 'penggambaran acara' dengan 'potensi menyesatkan.'

Baca Juga: Mibro Luncurkan Lite3 Pro Smartwatch, 'Asisten' Ciptakan Work-Life Balance

Baca Juga: Dugaan Tampilan Apple Watch X dengan Layar 2 Inci

Tahun lalu, Midjourney digunakan untuk membuat gambar palsu Paus Benediktus yang mengenakan jaket Balenciaga putih yang menjadi viral. Aplikasi ini juga digunakan untuk membuat gambar palsu Trump, yang ditangkap sebelum didakwa di Pengadilan Pidana Manhattan tahun lalu, atas keterlibatannya dalam pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa Stormy Daniels.

Tak lama kemudian, perusahaan menghentikan uji coba gratis layanan tersebut dan, sebagai gantinya, mengharuskan orang membayar sedikitnya $10 per bulan untuk menggunakannya.

Bulan lalu, Center for Countering Digital Hate (CCDH), sebuah organisasi nirlaba yang bertujuan menghentikan penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian daring, menemukan bahwa pembatas Midjourney terhadap pembuatan gambar menyesatkan dari politisi populer termasuk Trump dan Biden gagal dalam 40% pengujiannya.

CCDH dapat menggunakan Midjourney untuk membuat gambar presiden Biden yang ditangkap dan Trump muncul di samping pemeran pengganti.

CCDH juga dapat melewati batasan Midjourney dengan menggunakan deskripsi penampilan fisik masing-masing kandidat, alih-alih nama mereka, untuk menghasilkan gambar yang menyesatkan.

CEO CCDH, Imran Ahmed, menilai dalam beberapa kasus, Midjourney terlalu mudah dimanipulasi dalam praktiknya. Bahkan, hal itu benar-benar dihindari hanya dengan menambahkan tanda baca agar lolos dari jaring pembatas generator tersebut.

"Aktor jahat yang ingin menumbangkan pemilu dan menabur perpecahan, kebingungan, dan kekacauan akan mendapatkan keuntungan besar, yang merugikan semua orang yang bergantung pada demokrasi yang sehat dan berfungsi," tutur Imran Ahmed.

Awal tahun ini, sebuah koalisi yang terdiri dari 20 perusahaan teknologi termasuk OpenAI, Google, Meta, Amazon, Adobe, dan X menandatangani perjanjian untuk membantu mencegah deepfake dalam pemilihan umum yang berlangsung pada 2024 di seluruh dunia, dengan mencegah layanan mereka menghasilkan gambar dan media lain yang akan memengaruhi pemilih. Midjourney tidak ada dalam daftar tersebut.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno19 Juli 2024, 12:48 WIB

Microsoft Designer Tersedia Gratis di Android dan iOS, Kini Ada Lebih Banyak Template

Aplikasi Microsoft Designer diperkirakan bakal jadi saingan Canva, berkat fitur kemampuan AI generatif yang lebih banyak
Mengubah gaya gambar dengan Microsoft Designer (Sumber: Microsoft Designer)
Automotive19 Juli 2024, 12:03 WIB

Suzuki Perkenalkan Konsep mobil Listrik eVX

eVX adalah konsep mobil listrik pertama dari EV world strategic model yang dimiliki Suzuki
Suzuki hadirkan mobil listrik konsep eVX di GIIAS 2024 (Sumber: Suzuki)
Startup18 Juli 2024, 23:30 WIB

Har Har Chicken! Kriuknya Cuan Ayam Goreng Terasi

Har Har Chicken!, kios makanan takeaway dengan spesialisasi menu yang berfokus pada har cheong gai atau ayam goreng terasi
Berbagai menu yang dijajakan oleh Har Har Chicken! (Sumber: East Ventures)
Techno18 Juli 2024, 22:42 WIB

MyTelkomsel Kini Berubah Menjadi MyTelkomsel Super App, Ini 5 Fitur Unggulannya

MyTelkomsel Super App bukan hanya menyediakan layanan telekomunikasi, melainkan juga gaya hidup, kesehatan, travel, pembayaran e-commerce, beri kado teman, sampai bayar parkir.
Peluncuran My Telkomsel Super App (Sumber: Telkomsel)
Automotive18 Juli 2024, 22:38 WIB

Mazda CX-30 Hadir di GIIAS 2024, SUV dengan Desain Khas Kodo

Mobil ini memiliki cerita yang unik tentang penamaannya.
Mazda CX-30. (Sumber: Mazda)
Techno18 Juli 2024, 21:27 WIB

OnePlus Watch 2R Rilis, Apa Bedanya dengan OnePlus Watch 2?

OnePlus Watch 2R dilengkapi fitur-fitur utama seperti Wear OS dengan pemrosesan Snapdragon W5 dan RTOS opsional.
OnePlus Watch 2R (Sumber: OnePlus)
Automotive18 Juli 2024, 21:04 WIB

Mitsubishi All New Triton Dipamerkan di GIIAS 2024, Begini Spek Mesin dan Harganya

All New Triton ditawarkan dalam enam varian terbaru.
Mitsubishi All New Triton dihadirkan di GIIAS 2024 pada 17-28 Juli. (Sumber: Mitsubishi)
Startup18 Juli 2024, 20:58 WIB

Berkenalan dengan 'Dira', Asisten Suara AI di Aplikasi GoPay

Dira sebagai bagian dari GoTo AI, menjadi asisten suara berbahasa indonesia pertama di industri fintech.
Dira, asisten suara AI berbahasa indonesia di aplikasi GoTo (Sumber: GoTo)
Automotive18 Juli 2024, 20:39 WIB

SUV Mewah AITO M9 Mejeng di GIIAS 2024, Simak Fitur-Fitur Cerdas di Dalamnya

SUV full-size luxury Aito M9 dikemas dengan lebih dari 300 fitur cerdas.
SERES Indonesia Tampilkan SUV Concept AITO M9 di GIIAS 2024 (Sumber: DFSK)
Automotive18 Juli 2024, 20:37 WIB

Hyundai IONIQ 5 N Resmi Dipasarkan di Indonesia, Ini 2 Negara Produksinya

IONIQ 5 N resmi dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Hyundai IONIQ 5 N yang dirakit di Indonesia tampil di GIIAS 2024. (Sumber: Hyundai)