Untuk Terhindar dari Iklan, Pengguna Facebook dan Instagram di Uni Eropa Bakal Diminta Aktifkan Fitur Berbayar

Uli Febriarni
Rabu 06 September 2023, 16:36 WIB
ilustrasi Meta verified. (Sumber : Meta)

ilustrasi Meta verified. (Sumber : Meta)

Pengguna Instagram dan Facebook di Uni Eropa, sepertinya bakal diminta untuk berlangganan fitur berbayar, bila mereka tidak ingin memiliki iklan di laman akunnya. 

Informasi ini konon sifatnya masih rahasia. Dan menurut sumber The New York Post yang tak ingin diketahui identitasnya, kebijakan tersebut nantinya dapat membantu Meta mengatasi masalah privasi dan pengawasan lainnya dari Uni Eropa.

"Hal ini dapat membantu Meta mengatasi masalah privasi dan pengawasan lainnya dari regulator Uni Eropa; dengan memberikan pengguna alternatif terhadap layanan berbasis iklan perusahaan, yang mengandalkan analisis data masyarakat," kata sumber tersebut, dikutip dari The New York Times, Rabu (6/9/2023).

Beberapa 'orang dalam' Meta mempercayai: memberi pengguna pilihan untuk tidak menggunakan layanan berbasis iklan, sambil tetap memiliki akses ke versi berbayar Facebook atau Instagram, itu dapat meringankan kekhawatiran beberapa regulator Eropa.

"Meskipun mungkin hanya sedikit orang yang memilih versi berbayar, menyediakan opsi semacam itu dapat memenuhi kepentingan Meta di wilayah tersebut," menurut mereka.

Meta juga akan terus menawarkan versi gratis Facebook dan Instagram dengan iklan di Uni Eropa, lanjut sumber tersebut.

Tidak jelas berapa harga aplikasi versi berbayar atau kapan perusahaan akan meluncurkannya. Dan soal ini, juru bicara Meta menolak berkomentar.

Baca Juga: Ini Alasan Google Ubah Logo Android Jadi Lebih Ceria

Sebelumnya, Meta menyatakan Eropa adalah wilayah kedua yang paling menguntungkan bagi Meta setelah Amerika Utara.

Chief Financial Officer Meta, Susan Li, menyebut kalau periklanan di Uni Eropa menyumbang 10% dari keseluruhan bisnis perusahaan. Pendapatan Meta mencapai hampir $117 miliar tahun lalu, menurut pernyataannya pada April 2023, dikutip lewat Quartz.com.

Selama hampir 20 tahun, bisnis inti Meta berpusat pada penawaran layanan jejaring sosial gratis kepada pengguna, dan menjual iklan kepada perusahaan yang ingin menjangkau audiens tersebut.

Baca Juga: Stray: Game Petualangan Kucing di Dunia Cyberpunk yang Akan Difilmkan

Memberikan tingkatan berbayar akan menjadi salah satu contoh paling nyata hingga saat ini, tentang bagaimana perusahaan harus mendesain ulang produk untuk mematuhi aturan privasi data dan kebijakan pemerintah lainnya, khususnya di Eropa.

Pada Juli 2023, pengadilan tertinggi Uni Eropa secara efektif melarang Meta menggabungkan data yang dikumpulkan tentang pengguna di seluruh platformnya –termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp– serta dari situs web dan aplikasi luar, kecuali jika Meta mendapat persetujuan eksplisit dari pengguna.

Pada Januari 2023, perusahaan tersebut juga didenda 390 juta euro oleh regulator Irlandia karena memaksa pengguna menerima iklan yang dipersonalisasi sebagai syarat menggunakan Facebook.

Keputusan ini berasal dari berlakunya Peraturan Perlindungan Data Umum Eropa, atau GDPR, pada 2018, yang merupakan undang-undang penting untuk melindungi data online masyarakat.

Keterbukaan Meta untuk membuat langganan berbayar, menunjukkan bagaimana mereka yang tinggal di Uni Eropa mungkin mulai melihat versi produk teknologi konsumen yang berbeda karena undang-undang, peraturan, dan keputusan pengadilan yang baru.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, Uni Eropa punya regulasi baru yang disebut Undang-Undang Layanan Digital. Ini diberlakukan untuk membendung aliran konten terlarang secara online.

Pengguna TikTok dan Instagram di wilayah tersebut juga dapat memblokir data pribadi, agar tidak digunakan untuk menghasilkan umpan media sosial mereka.

Baca Juga: LG Akan Ubah Fokus Bisnis, Bidik Kendaraan Listrik

Baca Juga: Samsung Meluncurkan DRAM DDR5 32Gb Kelas 12nm Berkapasitas Tertinggi, Ideal untuk Era AI

Snapchat dan Meta telah menghentikan pemasar untuk menargetkan remaja berusia 13 hingga 17 tahun di Eropa, dengan iklan yang dipersonalisasi.

Pada tahun depan, Uni Eropa juga akan melakukan hal yang sama dan berfokus pada teknologi: Undang-Undang Pasar Digital (Digital Market Acts).

"Hal ini akan memaksa platform teknologi besar, untuk mengubah praktik bisnis tertentu guna mendorong persaingan dan akan berdampak luas. Apple diperkirakan akan mengizinkan pengguna di Uni Eropa untuk mengunduh alternatif App Store di iPhone dan iPad untuk kali pertama," sebut media itu lagi. 

Meta telah menghadapi pengawasan khusus dari regulator Uni Eropa. Pada Mei 2023, perusahaan Silicon Valley didenda sebesar €1,2 miliar, karena melanggar undang-undang privasinya dengan mengirimkan data warga negara Eropa kembali ke server Amerika Serikat; untuk tujuan meningkatkan teknologi periklanan perusahaan tersebut.

Meta telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Baca Juga: Google Ubah Logo Android, Bugdroid Jadi 3D dan Font Baru

Meta telah didenda karena pelanggaran PDBR lainnya, termasuk denda €265 juta karena kebocoran data pada 2021. Regulator Irlandia juga telah mengenakan denda sebesar €225 juta atas pelanggaran dalam kasus yang melibatkan WhatsApp, dan €17 juta lainnya atas kebocoran data.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Lifestyle20 Maret 2026, 13:23 WIB

The Grand Outlet Karawang Hadirkan 100 Merek Terkenal

Surga belanja ini membawa konsep branded, original, affordable.
Pusat perbelanjaan The Grand Outlet Karawang, Jawa Barat. (Sumber: istimewa)
Techno20 Maret 2026, 12:55 WIB

Apple Mengakuisisi Perusahaan Software Pengeditan Video MotionVFX

MotionVFX menawarkan repositori online berisi efek visual dan grafis gerak untuk beberapa aplikasi pengeditan video.
MotionVFX.
Lifestyle19 Maret 2026, 16:34 WIB

H&M Ingin Membuat Pakaian dari Gas Karbon Dioksida

Agar program ini bisa terwujud, merek fesyen asal Swedia ini menggandeng startup bernama Rubi.
H&M. (Sumber: H&M)
Techno19 Maret 2026, 16:22 WIB

Polytron Siap Hadirkan Dua Speaker Baru yang Compact dan Portable

Memperkuat posisi sebagai market leader speaker di Indonesia melalui produk compact dan portable yang dipersonalisasi untuk gaya hidup anak muda.
Logo Polytron. (Sumber: istimewa)
Lifestyle19 Maret 2026, 16:00 WIB

Jumlah Penonton One Piece Season 2 di Netflix Capai Belasan Juta dalam 4 Hari

One Piece merupakan manga tentang bajak laut yang dibuat oleh Eiichiro Oda.
One Piece Season 2. (Sumber: Netflix)
Techno19 Maret 2026, 15:49 WIB

Meta Meluncurkan Fitur Anyar untuk Perlindungan terhadap Penipuan

Pengguna akan diberi peringatan tentang aktivitas mencurigakan seperti penautan perangkat yang tidak dikenal dan permintaan pertemanan.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Lifestyle19 Maret 2026, 15:26 WIB

Charles & Keith Rilis Koleksi Ramadan 2026, Ada Tas dan Alas Kaki

Koleksi ini bisa menjadi pilihanmu untuk merayakan Lebaran 2026.
Koleksi edisi Ramadan dari Charles & Keith. (Sumber: istimewa)
Techno19 Maret 2026, 14:56 WIB

POCO X8 Pro Series Rilis Global, Cek Spesifikasi Lengkapnya

Seri ini terdiri dari dua ponsel yang mendukung untuk memainkan gim berat.
POCO X8 Pro Series. (Sumber: POCO)
Techno18 Maret 2026, 19:48 WIB

Lenovo Umumkan Legion Go Fold Concept, Dapat Dipakai dalam 4 Mode

Layarnya bisa dilebarkan dari 7 hingga 11 inci.
Konsep Legion Go Fold dalam mode layar penuh horizon. (Sumber: Lenovo)
Travel18 Maret 2026, 19:35 WIB

Pengiriman Hewan Peliharaan Melonjak Sekitar 6% Saat Arus Mudik Lebaran

KAI Logistik berkomitmen menghadirkan layanan pengiriman hewan peliharaan yang aman, nyaman, dan terpercaya.
Ilustrasi pengiriman hewan peliharaan melalui KAI Logistik. (Sumber: KAI)