Alami Kerugian Besar, X Minta Pengiklan untuk Membelanjakan Rp15 Juta per Bulan

Rahmat Jiwandono
Senin 31 Juli 2023, 19:45 WIB
Akun resmi @Twitter berubah ke @X. (Sumber : Getty Images)

Akun resmi @Twitter berubah ke @X. (Sumber : Getty Images)

Techverse.asia - Di tengah rebranding-nya menjadi X, Twitter dilaporkan menantang para pengiklan dalam upaya untuk meningkatkan pendapatannya yang saat ini mengalami penurunan drastis. Laporan awal bulan ini menunjukkan bahwa pendapatan Twitter telah turun secara mengejutkan sebesar 50 persen.

Strategi terbaru X Corp untuk meningkatkan pendapatan, menurut The Wall Street Journal, meminta akun merek untuk membelanjakan setidaknya US$1.000 atau setara dengan Rp15 jutaan per bulannya untuk iklan guna mempertahankan status terverifikasi mereka di platform milik Elon Musk itu.

Tawaran ini disesuaikan dengan Piala Dunia Wanita tetapi juga dengan mudah berakhir pada 31 Juli 2023 atau seminggu sebelum perubahan lain pada kebijakan iklan Twitter. Mulai 7 Agustus 2023, pengiklan yang belum mencapai ambang pembelanjaan tertentu akan kehilangan verifikasi akun merek resmi mereka.

Baca Juga: Twitter Tak Sengaja Memberi Tanda Centang Emas pada Akun Disney Palsu, Kok Bisa?

Menurut email yang diperoleh WSJ, merek harus menghabiskan setidaknya Rp15 juta untuk iklan dalam 30 hari sebelumnya atau US$6.000 atau stara dengan Rp90,4 juta dalam waktu 180 hari sebelumnya untuk mempertahankan tanda centang emas yang mengidentifikasi bahwa akun tersebut milik merek yang sudah diverifikasi.

Menanggapi tweet tentang laporan The Wall Street Journal itu, Musk mengatakan bahwa biaya cukup tinggi adalah upaya pencegahan untuk membantu mengurangi jumlah penipu yang membuat jutaan akun di platform. Musk menambahkan bahwa merek malah dapat memilih untuk membayar Rp15 juta per bulan untuk mempertahankan tanda centang emas bagi akun yang terverifikasi.

Awal bulan ini, Musk mengatakan bahwa perusahaan memiliki arus kas negatif karena penurunan pendapatan iklan sebesar 50 persen dan utang yang besar. Pengiklan juga mulai meninggalkan X tahun lalu, tak lama setelah Elon Musk mengambil alih dan menjual layanan terverifikasi sebagai bagian dari langganan Twitter Blue.

Agen iklan terbesar di dunia kemudian dilaporkan memperingatkan kliennya bahwa membeli iklan di X memiliki risiko yang tinggi. Linda Yaccarino, mantan kepala periklanan di NBCUniversal, dipekerjakan untuk menggantikan Musk sebagai CEO Twitter awal tahun ini, dan pengangkatannya sekarang tampaknya telah membuat setidaknya beberapa biro iklan merasa nyaman.

Musk sebelumnya mengklaim dia ingin mengalihkan sumber pendapatan utama platform dari iklan dengan menopangnya dengan layanan premium seperti langganan Twitter Blue.

Baca Juga: Pelanggan Twitter Blue Sekarang Bisa Upload Video Berdurasi 2 Jam

Jumlah resmi pelanggan tidak dipublikasikan, tetapi Mashable mengutip statistik peneliti pada bulan April 2023 yang menunjukkan bahwa setidaknya hampir 640 ribu pengguna membayar untuk layanan ini, dengan lebih dari setengah dari 150 ribu akun centang biru sebelumnya diyakini telah membatalkan langganan mereka sepenuhnya.

Dan tampaknya upaya untuk mendorong lebih banyak pengguna mengadopsi Twitter Blue secara aktif merugikan bisnis periklanannya. Dalam upaya untuk mencegah pengikisan data, Musk memperkenalkan batasan sementara pada berapa banyak posting yang dapat dibaca orang awal bulan ini, dengan pengguna terverifikasi menerima perlakuan istimewa untuk melihat lebih banyak tweet.

Keterbatasan mengakibatkan lebih sedikit orang yang melihat iklan dan menyebabkan harga iklan naik, menurut WSJ, dengan satu agen dilaporkan mengalami kenaikan 15 persen selama perubahan.

Mengancam untuk menghapus tanda centang terverifikasi adalah langkah yang berisiko mengingat banyaknya layanan alternatif X seperti Threads dan Bluesky yang muncul dan seberapa besar keinginan konsumen untuk melompat, dengan Threads meroket hingga 100 juta pendaftaran hanya dalam lima hari.

Baca Juga: Elon Musk Sebut Twitter Sedang Mengerjakan Fitur Publikasi Artikel Berdurasi Panjang

Jelas bahwa Twitter sedang mencari cara untuk mengurangi kerugiannya, dan sumber pendapatan utama perusahaan adalah iklan. Meskipun demikian, tidak seperti upaya lain untuk mengumpulkan uang tambahan, seperti menaikkan harga API, juga turun dengan cukup signifikasn. Ini strategi yang berani, tetapi mari dilihat apakah itu akan menguntungkan X Corp.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno17 Juni 2026, 17:52 WIB

Logitech Meluncurkan Mouse dan Keyboard Seri G3 untuk Gaming PC

Lihat spesifikasi lengkap dan harga dari dua perangkat ini.
Keyboard gaming dan mouse gaming Logitech G3 Series. (Sumber: logitech)
Techno17 Juni 2026, 15:28 WIB

4 Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kejahatan Siber

Banyak risiko tersebut berawal dari kebiasaan digital yang terlihat sepele.
ilustrasi online scam (Sumber: freepik)
Techno17 Juni 2026, 15:14 WIB

Harga dan Spesifikasi JBL EasySing Mic Mini: Mikrofon Nirkabel Berukuran Saku

Mikrofon saku bertenaga AI ini memungkinkan pemakainya menjadi pusat perhatian kapan saja dan di mana saja.
JBL EasySing Mic Mini. (Sumber: JBL)
Techno17 Juni 2026, 14:40 WIB

Sandisk Hadirkan Produk Resmi Berlisensi untuk Piala Dunia 2026

Mengabadikan dan Menyimpan Momen Bersejarah Sepak Bola.
Koleksi Sandisk untuk Piala Dunia 2026. (Sumber: Sandisk)
Techno17 Juni 2026, 13:52 WIB

Microsoft Surface Laptop dan Surface Pro dengan Prosesor Snapdragon X2 Meluncur Global

Dua laptop baru ini juga memiliki pilihan warna-warna baru yang mewah.
Microsoft Surface Laptop (kiri) dan Surface Pro. (Sumber: Microsoft)
Techno17 Juni 2026, 13:23 WIB

Google Resmi Merilis Sistem Operasi Android 17, Lihat Apa Saja yang Baru

Jelajahi fitur-fitur terbaru di Android 17, termasuk multitasking yang lebih cepat, alat pembuatan konten yang lebih baik, dan peningkatan keamanan.
Android 17. (Sumber: Google)
Techno17 Juni 2026, 12:53 WIB

Snap Specs: Kacamata Augmented Reality Seharga Hampir Rp39 Juta

Snap akhirnya meluncurkan kacamata AR yang telah lama ditunggu-tunggu, Specs.
Snap Specs. (Sumber: Snap)
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.