Grok untuk Sementara Waktu Enggak Bisa Diakses di Indonesia, Apa Penyebabnya?

Rahmat Jiwandono
Senin 12 Januari 2026, 14:26 WIB
Ilustrasi Grok (Sumber: Doc.Jaap Arriens/NurPhoto)

Ilustrasi Grok (Sumber: Doc.Jaap Arriens/NurPhoto)

Techverse.asia - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi melarang akses ke chatbot Grok yang ditenagai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dengan demikian, Indonesia jadi negara pertama yang menutup akses sementara terhadap aplikasi milik Elon Musk tersebut.

Ini adalah langkah paling agresif sejauh ini dari pejabat pemerintah sebagai respons terhadap banjir gambar seksual yang dihasilkan AI - seringkali menggambarkan perempuan dan anak di bawah umur, dan terkadang menggambarkan kekerasan - yang diposting oleh Grok sebagai tanggapan atas permintaan dari pengguna di jejaring sosial X/Twitter.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menyampaikan bahwa praktik deepfake yang mengandung muatan seksual atau pun konten dewasa tanpa persetujuan adalah pelanggaran yang serius terhadap hak asasi manusia dan martabat warga negara.

Baca Juga: Fitur Obrolan di Roblox Kini Harus Lakukan Verifikasi Usia

"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat akan risiko dari konten pornografi palsu yang dihasilkan oleh AI, untuk itu kami memutus akses sementara terhadap aplikasi Grok," kata mantan jurnalis Metro TV ini lewat keterangan resminya di Jakarta, kami kutip, Senin (12/1/2026).

Kebijakan tersebut diambil usai adanya penyalahgunaan teknologi itu untuk membuat dan menyebarkan konten pornografi palsu berbasis deepfake dan sebagai bagian dari upaya untuk melindungi masyarakat, utamanya perempuan dan anak-anak, dari risiko eksploitasi seksual di ruang digital.

Lebih lanjut ia mengatakan, ruang digital tak boleh menjadi wilayah bebas hukum. Pihaknya memandang penyalahgunaan kecerdasan buatan untuk membuat konten seksual maupun nonseksual sebagai ancaman yang nyata terhadap privasi individu, nilai kemanusiaan, dan keamanan publik.

Tak hanya menutup akses ke Grok untuk jangka waktu yang belum ditentukan, Komdigi juga meminta X/Twitter sebagai pengelola pelantar tersebut untuk segera memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari pemakaian teknologi itu.

Baca Juga: Grok 1.5V di xAI Bisa Memproses Dokumen hingga Gambar

"Evaluasi lanjutan akan dilakukan berdasarkan komitmen perbaikan yang diajukan penyelenggara sistem elektronik," ujarnya.

Kebijakan pemutusan akses tersebut dilaksanakan berdasarkan kewenangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatik (Permen Kominfo) No.5/2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, yang mewajibkan setiap pelantar untuk memastikan layanan mereka tidak memuat atau memfasilitasi konten yang dilarang oleh hukum di Indonesia.

Langkah serupa juga dilakukan oleh Malaysia, yang memblokir akses chatbot Grok, menurut laporan The New York Times pada Minggu (11/1/2026) kemarin.

Di samping itu, berbagai tanggapan pemerintah selama seminggu terakhir mencakup perintah dari Kementerian Teknologi Informasi India agar X mengambil tindakan untuk mencegah Grok menghasilkan konten cabul, serta perintah dari Komisi Eropa agar perusahaan tersebut menyimpan semua dokumen yang terkait dengan Grok, yang berpotensi membuka jalan bagi penyelidikan.

Baca Juga: Beberapa Negara Blokir DeepSeek, Pakar Sebut sebagai Bentuk Kedaulatan

Di Inggris Raya, regulator komunikasi Ofcom mengatakan bahwa mereka akan melakukan penilaian cepat untuk menentukan apakah ada potensi masalah kepatuhan yang memerlukan penyelidikan. Perdana Menteri Keir Starmer mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Ofcom memiliki dukungan penuhnya untuk mengambil tindakan.

Dan sementara di Amerika Serikat, pemerintahan Donald Trump tampaknya tetap diam mengenai masalah ini (CEO xAI Elon Musk adalah penyumbang utama Trump dan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah yang kontroversial tahun lalu), senator Demokrat telah meminta Apple dan Google untuk menghapus X dari toko aplikasi mereka.

xAI awalnya menanggapi dengan memposting permintaan maaf yang tampaknya disampaikan langsung kepada akun Grok, mengakui bahwa sebuah postingan "melanggar standar etika dan berpotensi melanggar hukum AS" terkait materi pelecehan seksual anak.

Kemudian, fitur pembuatan gambar berbasis AI dibatasi hanya untuk pelanggan berbayar di X, meskipun pembatasan itu tampaknya tidak memengaruhi aplikasi Grok itu sendiri, yang masih memungkinkan siapa pun untuk membuat gambar.

Baca Juga: X Mulai Merilis Grok, Chatbot yang Diklaim Lebih Berani daripada ChatGPT

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup21 Januari 2026, 19:08 WIB

Merambah Pasar Indonesia, ElectGo Hadirkan Lokapasar Berbasis AI

Keberadaan e-commerce ini diharapkan memudahkan proses pengadaan produk industrial.
ElectGo. (Sumber: dok. electgo)
Techno21 Januari 2026, 17:41 WIB

Acer Umumkan PC Aspire AI Copilot Plus, Pakai Cip Intel Core Ultra Series 3

Tersedia dalam model 14 dan 16 inci dengan opsi layar OLED dan kemampuan AI terintegrasi.
Acer Aspire 16 AI. (Sumber: Acer)
Lifestyle21 Januari 2026, 17:18 WIB

Air Jordan 6 Infrared Salesman Melakukan Debutnya, Tersedia Mulai 14 Februari 2026

Bersamaan dengan ini, Nike juga merilis Air Jordan 1 Low dan Flight Court.
Air Jordan 6 Infrared Salesman. (Sumber: Nike)
Techno21 Januari 2026, 15:28 WIB

Spek dan Harga Ricoh GR IV Monochrome, Khusus Memotret Hitam Putih

Mengejar Ekspresi Monokrom Terbaik dengan Sensor Gambar Khusus.
Ricoh GR IV Monochrome. (Sumber: Ricoh)
Automotive21 Januari 2026, 15:01 WIB

Yamaha Lexi LX 155 Buka Tahun 2026 dengan Grafis dan Warna Anyar

Motor ini dibanderol mulai dari Rp30 jutaan untuk OTR DKI Jakarta.
Yamaha Lexi LX 155 2026. (Sumber: Yamaha)
Techno21 Januari 2026, 14:31 WIB

ASUS Zenbook Duo 2026 Pakai Prosesor Intel Core Ultra X9 Series 3

Laptop layar ganda yang telah berevolusi terus berinovasi dengan daya dan portabilitas yang lebih baik.
ASUS Zenbook Duo. (Sumber: ASUS)
Hobby21 Januari 2026, 14:00 WIB

Daftar Gim dan Jadwal Pertandingan Esports World Cup 2026, Nilai Hadiahnya Fantastis

Para perserta yang mengikuti EWC 2026 memperebutkan total hadiah Rp1,27 triliun.
Total hadiah yang disiapkan EWC sebesar US$75 juta dolar Amerika. (Sumber: EWC)
Techno20 Januari 2026, 19:27 WIB

Lenovo Luncurkan Yoga Pro 9i Aura Edition dan 7i Aura Edition

Dua laptop ini akan dijual secara massal mulai kuartal kedua 2026.
Lenovo Yoga Pro 9i Aura Edition. (Sumber: Lenovo)
Startup20 Januari 2026, 19:11 WIB

Omoway Kantongi Pendanaan Puluhan Juta Dolar AS, Bikin Motor Listrik Self-Balancing

Perusahaan rintisan ini akan membuat motor listrik self-balancing pertama di dunia secara massal.
Motor listrik Omo X yang diproduksi oleh Omoway. (Sumber: istimewa)
Techno20 Januari 2026, 18:16 WIB

TikTok Luncurkan Aplikasi PineDrama: Tonton Serial TV dalam Durasi 1 Menit

Peluncuran aplikasi ini dilakukan secara diam-diam oleh perusahaan.
TikTok PineDrama. (Sumber: TikTok)