Cerita Tessa Wijaya dari Xendit Membangun Infrastruktur Pembayaran Global

Rahmat Jiwandono
Selasa 24 Maret 2026, 18:39 WIB
Pendiri startup Xendit Tessa Wijaya. (Sumber: AC Ventures)

Pendiri startup Xendit Tessa Wijaya. (Sumber: AC Ventures)

Techverse.asia - Ketika Tessa Wijaya meninggalkan sektor perbankan investasi untuk mendirikan startup pembayaran pada 2015 lalu, ekonomi digital Asia Tenggara masih dalam tahap awal. E-commerce atau lokapasar tengah berkembang pesat, tetapi infrastruktur pembayaran di seluruh wilayah tersebut masih terfragmentasi dan kompleks.

Keputusan tersebut membutuhkan lompatan yang signifikan. Tessa meninggalkan karier yang stabil di bidang keuangan dan menerima pengurangan gaji yang cukup besar untuk membantu membangun perusahaan yang berfokus pada penyederhanaan pembayaran digital bagi bisnis di seluruh Asia Tenggara.

Bersama dengan para pendiri lainnya, ia berupaya membangun platform yang dapat menyederhanakan cara bisnis menerima dan mengirim pembayaran di seluruh wilayah tersebut. Satu dekade kemudian, Xendit telah tumbuh menjadi salah satu penyedia infrastruktur keuangan terpenting di kawasan ini.

Baca Juga: LLV InnoLab: Akses bagi Perusahaan Global Uji dan Komersialisasikan Teknologi

Didukung sejak awal oleh AC Ventures Capital, perusahaan fintech asal Indonesia ini sekarang memproses lebih dari US$70 miliar transaksi setiap tahunnya, melayani lebih dari 10 ribu bisnis di Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand.

Kliennya pun beragam, mulai dari perusahaan teknologi global seperti Meta dan Samsung hingga platform regional termasuk TikTok dan Shopee. Skala bisnis Xendit telah membuatnya mendapatkan reputasi sebagai "Stripe-nya Asia Tenggara," yang mencerminkan perannya dalam mendorong perdagangan digital di seluruh wilayah tersebut.

Membangun infrastruktur

Sistem keuangan Asia Tenggara ditandai dengan fragmentasi. Metode pembayaran sangat beragam di berbagai pasar, mulai dari transfer bank dan dompet elektronik hingga kartu lokal dan sistem berbasis tunai. Bagi bisnis yang berekspansi lintas batas, mengintegrasikan sistem-sistem ini dapat dengan cepat menjadi kompleks secara operasional.

Pendekatan Xendit adalah membangun lapisan infrastruktur terpadu yang memungkinkan perusahaan untuk mengelola pembayaran melalui satu API. Platform ini memungkinkan bisnis untuk menerima dan menyalurkan dana di berbagai negara, mata uang, dan metode pembayaran tanpa membangun integrasi terpisah di setiap pasar.

Baca Juga: East Ventures dan Temasek Foundation Kembali Selenggarakan CIIC 2025

Model infrastruktur ini menjadi semakin berharga seiring dengan berkembangnya ekonomi digital Asia Tenggara. Laporan Google, Temasek, dan Bain e-Conomy SEA 2025 memproyeksikan ekonomi internet di kawasan ini akan melampaui US$300 miliar dalam nilai barang dagangan bruto pada tahun 2025, mendorong permintaan akan layanan keuangan digital dan infrastruktur pembayaran yang mendukungnya.

Sebagai Chief Operating Officer (COO) Tessa telah memainkan peran sentral dalam membentuk bagaimana perusahaan berkembang secara operasional di berbagai pasar. Latar belakangnya di bidang investasi dan jasa keuangan membantu Xendit membangun kemitraan dengan bank, regulator, dan bisnis yang menavigasi lanskap keuangan yang terus berkembang di kawasan ini.

Ekspansi

Seiring ekspansi Xendit di Asia Tenggara, perusahaan juga mulai memperkuat jejak regionalnya melalui akuisisi yang ditargetkan. Pada Oktober 2025, Xendit menyelesaikan akuisisi Payex, sebuah gerbang pembayaran berlisensi Bank Negara Malaysia.

Baca Juga: Awanio Jalin Kolaborasi dengan 2 Perusahaan Teknologi Asal Malaysia

Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam memperkuat operasi perusahaan di Malaysia dan memperdalam kehadirannya di salah satu ekonomi digital yang tumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

Setelah akuisisi, Payex diubah namanya menjadi Xendit Malaysia, beroperasi di bawah lisensi regulasi lokalnya sambil berintegrasi dengan tumpukan teknologi regional perusahaan. Sejak memasuki Malaysia pada tahun 2023, platform ini telah mengontrak lebih dari 4.500 bisnis dan memproses volume pembayaran sebesar US$1,1 miliar.

Strategi ini mencerminkan pola yang lebih luas dalam ekspansi Xendit. Dengan menggabungkan kemampuan regulasi lokal dengan platform teknologi terpadu, perusahaan memungkinkan bisnis untuk beroperasi lebih lancar di berbagai pasar Asia Tenggara.

Baca Juga: 3 Penyebab Utama Kegagalan Startup di Asia Tenggara Versi Wright Partners

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel13 April 2026, 18:17 WIB

Mencicipi Kuliner Wedang Tahu Bu Kardi di Yogyakarta, Harganya Murah

Untuk satu porsi minuman kembang tahu dijual cuma Rp7.000 saja.
Ilustrasi wedang kembang tahu. (Sumber: istimewa)
Techno13 April 2026, 17:20 WIB

Uji Verifikasi Produksi iPhone Fold Terkendala, Baru Bisa Rilis Tahun Depan?

Perangkat yang telah lama ditunggu-tunggu ini bisa hadir pada September 2026 atau paling lambat awal 2027.
Bocoran desain tampak belakang iPhone Fold.
Techno13 April 2026, 16:53 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Earbud Gaming Razer Hammerhead V3 HyperSpeed

Razer baru saja merilis earbud gaming baru dengan latensi rendah dan peralihan cepat antar perangkat.
Razer Hammerhead V3 HyperSpeed. (Sumber: Razer)
Automotive13 April 2026, 16:39 WIB

KIA EV3 2027 Punya 5 Varian, Bisa Melaju hingga 320 Mil

SUV listrik kompak EV3 menghadirkan desain yang terinspirasi dari EV9, serta pengisian daya cepat.
KIA EV3 2027. (Sumber: KIA)
Startup13 April 2026, 16:01 WIB

Grab Menambahkan 13 Fitur Anyar Berbasis Kecerdasan Buatan, Apa Saja?

GrabX 2026 sekaligus menjadi tonggak penting bagi Program Grab Early Access, memberi kesempatan buat menjajal fitur-fitur baru.
GrabX 2026.
Techno13 April 2026, 15:09 WIB

Instax Mini 13 Resmi Tersedia di Indonesia, Lihat Harga dan Speknya

Peluncuran ini disertai pembaruan pada aplikasi smartphone Instax Up!
Instax Mini 13. (Sumber: Fujifilm)
Techno13 April 2026, 14:34 WIB

Dyson Umumkan Hush Jet Mini Cool: Kipas Genggam Seharga Rp1 Jutaan

Kipas portabel pertama Dyson dengan proyeksi udara Hush Jet untuk pendinginan yang bertenaga.
Dyson Hush Jet Mini Cool. (Sumber: Dyson)
Lifestyle13 April 2026, 14:03 WIB

The Weeknd akan Menjadi Presenter di Acara Crunchyroll Anime Awards ke-10

Superstar Global Ini Akan Mengumumkan Pemenang di Kategori “Anime of The Year”.
The Weeknd (Sumber: theweeknd.com)
Culture10 April 2026, 17:14 WIB

ArtScience Museum Singapura "Pamerkan Tubuh Manusia"

Pameran seni Flesh and Bones mengeksplorasi bagaimana berbagai budaya sepanjang sejarah mempelajari, membayangkan, dan memahami tubuh manusia
The Network Within karya Chiharu Shiota di ArtScience Museum Singapura. (Sumber: istimewa)
Techno10 April 2026, 17:04 WIB

Gerai Anker Resmi Buka di Summarecon Mall Serpong Tangerang

Anker Innovations hadirkan concept store baru di pusat perbelanjaan Summarecon Mall Serpong.
Anker Innovations buka gerai di Summarecon Mall Serpong. (Sumber: istimewa)