Survei The Muse: Tidak Melulu Soal Kompensasi, Budaya Beracun Masih Jadi Alasan Nomor Satu Anak Muda Resign dan Cari Pekerjaan Baru

Uli Febriarni
Rabu 19 April 2023, 12:50 WIB
ilustrasi bekerja (Sumber : PIXABAY)

ilustrasi bekerja (Sumber : PIXABAY)

Hampir dari tiga perempat pekerja di Amerika Serikat, berencana untuk mencari pekerjaan baru pada tahun depan.

Data itu diperoleh dari laporan baru situs pengembangan karir,The Muse, yang melakukan survei terhadap hampir 7.000 orang dewasa di Amerika Serikat pada Februari 2023. Jumlah itu naik 65% dari 2022, dan terlepas dari kenyataan jika Amerika Serikat sedang melewati puncak yang disebut sebagai Great Resignation.

Lebih dari enam dari 10 pekerja yang terhitung 63%, melaporkan jika turbulence economy tidak akan menghalangi mereka untuk mencari sebuah pekerjaan baru.

Melansir laman media Fortune, mereka mengatakan jika pekerja yang lebih mapan cenderung tidak melaporkan kekhawatiran akan hambatan ekonomi yang mengganggu rencana mereka, dibandingkan dengan pekerja Gen Z yang lebih muda, yang masih belum mengalami penurunan dalam karier mereka.

CEO dan salah satu pendiri The Muse, Kathryn Minshew, menyatakan bahwa semua orang ini sedang aktif mencari pekerjaan saat ini. Bahkan di antara para pekerja yang tetap tinggal sampai ekonomi membaik, banyak yang akan pindah secepat mungkin, kata Minshew.

"Itu mungkin berita buruk bagi pengusaha yang ingin mengekang anggaran untuk manfaat dan inisiatif budaya perusahaan. Ada sejumlah diskusi tahun ini tentang apakah pemberi kerja mendapatkan kembali keunggulan. Secara langsung," kata dia, kepada Fortune, dikutip pada Rabu (19/4/2023).

Menurutnya, tentu saja ada banyak pemberi kerja yang mampu mempertahankan orang-orang saat ini, yang tidak dapat mereka pertahankan dalam ekonomi yang sedang booming. Dan pencari kerja menjadi lebih berhati-hati.

"Keseimbangan kekuatan telah bergeser sedikit lebih jauh dari karyawan, dan sedikit lebih dekat dengan pemberi kerja, seperti yang terjadi setiap kali ada resesi atau terancam," demikian analisis Minshew. 

Tapi dalam jangka panjang, pola pikir itu agak naif. Masih ada jutaan orang yang sangat menyadari nilai pasar mereka dan ingin membuat pilihan terbaik. Dan bahkan lebih akan terjadi setelah beberapa volatilitas ekonomi mereda.

Lantas, apa yang harus diupayakan oleh pemberi kerja dan bahkan itu harus dipertimbangan saat evaluasi anggaran perusahaan? Jawabannya, mulai dari keseimbangan kehidupan kerja yang baik, manfaat yang dapat diakses, dan budaya tempat kerja yang solid.

Terkait itu, survei The Muse yang kami akses di laman mereka menemukan bahwa keseimbangan kehidupan kerja menempati prioritas yang lebih tinggi, daripada kompensasi bagi pencari kerja di setiap generasi kecuali baby boomer.

Faktor tersebut sangat penting bagi Gen Z, dengan 60% memprioritaskan keseimbangan kehidupan kerja dan hanya 40% yang menyebutkan kompensasi sebagai faktor terpenting dalam mencari pekerjaan berikutnya.

"Ada sedikit pandangan picik dalam pengertian ini (oleh seorang pemberi kerja) bahwa kami memiliki kekuatan, karyawan diberhentikan. Sehingga kami dapat menarik kembali tunjangan kami, kami dapat menarik kembali komitmen kami, kami dapat menarik kembali pada banyak investasi yang kami buat," kata Minshew.

Banyak pemberi kerja tidak akan melihat dampak negatif dari keputusan ini dalam beberapa bulan ke depan. Tetapi, secara umum, preferensi tersebut belum hilang. Itu hanya perubahan jangka pendek.

Selain itu, pemimpin perusahaan harus berhati-hati dalam meningkatkan ekspektasi dan menawarkan lebih sedikit fasilitas kepada pekerja saat ini. Minshew mendengar para pemimpin melakukan ini, sebagai strategi untuk mendorong pekerja keluar tanpa PHK karena mereka perlu mengurangi biaya tenaga kerja.

Menurut Minshew, itu adalah strategi yang buruk. Ada yang sering terlewatkan dalam pemikiran itu, yakni pekerja kalian yang paling berbakat kemungkinan besar akan bisa pergi.

Hal itu tidak hanya menciptakan situasi di mana pemberi kerja berisiko kehilangan orang yang mungkin paling mereka butuhkan, tetapi juga dapat menyebabkan peningkatan pergantian karyawan jangka panjang secara keseluruhan.

"Orang tidak lupa bagaimana Anda memperlakukan mereka. Alasan nomor satu mengapa orang ingin meninggalkan pekerjaan saat ini adalah budaya kerja yang beracun," tegasnya. 

Minshew menambahkan, masih banyak perilaku umum di perusahaan Amerika yang mendorong pekerja untuk mencari peluang baru. Dan beberapa pemimpin bahkan mungkin tidak menyadari bahwa tindakan merekalah penyebabnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)
Techno01 Mei 2026, 17:46 WIB

Shutterstock Memperluas Solusi AI Generatif Komersial dengan AI Video Generator

Sistem kreatif terintegrasi di mana konten premium dan AI berkonvergensi untuk menghasilkan output berkualitas tinggi yang dapat dilisensikan.
Video generator milik Shutterstock. (Sumber: Shutterstock)
Techno01 Mei 2026, 17:36 WIB

Colorful Luncurkan 2 Motherboard Battle-Ax Terbaru dengan Wi-Fi 7

Konektivitas Wi-Fi 7 untuk latensi lebih rendah dan koneksi lebih stabil.
Colorful B860M dan B870M Series. (Sumber: istimewa)
Techno01 Mei 2026, 17:08 WIB

Hollyland Melo P1, Studio Nirkabel yang Dirancang untuk Kreasi Audio Cepat

Set ini terdiri dari mikrofon, mixer, earphone, dan remote control.
Hollyland Melo P1.
Techno01 Mei 2026, 16:38 WIB

Saramonic WiTalk9 X: Sistem Interkom Nirkabel Ringan dengan Desain Modular

Desain modular pertama di industri untuk fleksibilitas maksimal.
Saramonic WiTalk9 X. (Sumber: Saramonic)
Techno01 Mei 2026, 15:54 WIB

DJI Menghadirkan Mikrofon Nirkabel Mic Mini 2 Baru, Intip Speknya

Mikrofon nirkabel ringkas DJI dilengkapi penutup depan berwarna-warni untuk menyesuaikan dengan gaya apa pun.
DJI Mic Mini 2. (Sumber: DJI)
Automotive30 April 2026, 17:45 WIB

Hyundai IONIQ V Dipamerkan di Auto China 2026, Daya Jelajah Sampai 600 Km

Tiongkok diposisikan sebagai pusat strategis untuk inovasi EV dan daya saing global.
Hyundai IONIQ V.
Automotive30 April 2026, 17:16 WIB

Toyota Alphard Hybrid Kini Didukung Welcab Access Seat

Tambahan ini bermanfaat guna memberikan pengalaman yang nyaman bagi keluarga tercinta.
Toyota Alphard Hybrid EV. (Sumber: Toyota)
Techno30 April 2026, 16:52 WIB

Motorola Edge 70 Pro Debut Global, Pakai Cip Dimensity 8500 Extreme

Motorola meluncurkan Edge 70 Pro yang ramping dan modis serta pendekatan desain Collections by Motorola yang baru.
Motorola Edge 70 Pro. (Sumber: Motorola)