Campak Jadi KLB: Gegara Turunnya Cakupan Vaksinasi Campak Saat Pandemi Covid-19?

Uli Febriarni
Selasa 24 Jan 2023, 16:55 WIB
Campak Jadi KLB: Gegara Turunnya Cakupan Vaksinasi Campak Saat Pandemi Covid-19?

anak terkena campak (Sumber : freepik)

Penyakit campak di Indonesia dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), belakangan ini.

Lama Tempo mengungkap, hingga Desember 2022, tercatat 31 provinsi melaporkan adanya kasus penularan campak.

Suatu daerah disebut KLB ketika ada minimal 2 kasus campak di daerah tersebut, yang sudah terkonfirmasi secara laboratorium dan kasus ini memiliki hubungan epidemiologi.

Sementara itu diketahui, selama 2022 jumlah kasus campak di Indonesia ada lebih dari 3.341 laporan kasus. Kasus-kasus ini menyebar di 223 kabupaten/kota di 31 provinsi.

Jumlah kasus ini didapat selama kurun waktu 1 tahun dari Januari sampai Desember 2022. Jika dibandingkan dengan 2021, ada peningkatan yang cukup signifikan kurang lebih 32 kali lipat.

Campak adalah salah satu penyakit menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus campak dan penularannya melalui droplet, percikan ludah saat batuk, bersin, bicara, atau bisa melalui cairan hidung. 

Secara umum, gejala campak dapat berupa demam, batuk pilek, mata berair, lalu disertai timbulnya bintik-bintik kemerahan di kulit. Biasanya muncul 2 sampai 4 hari setelah dari gejala awal.

Disebabkan Cakupan Imunisasi yang Turun

Kepala Staf Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran campak-pakar-unpad-ungkap-penyebabnya/">Universitas Padjadjaran Dr. Djatnika Setiabudi, dr.,SpA(K).,MCTM.(Trop.Ped) memberikan analisisnya mengenai KLB campak di Indonesia.

Menurut dia, munculnya wabah campak salah satunya dipengaruhi pandemi Covid-19.

Editor :
Berita Terkini