Pola Baca Buku Gen Z Berubah, Pakar: Buku Tetap Tak Tergantikan

Rahmat Jiwandono
Senin 27 Juli 2026, 17:50 WIB
Ilustrasi buku. (Sumber: freepik)

Ilustrasi buku. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat, terutama generasi Z, memperoleh dan mengonsumsi informasi. Media sosial, video pendek, siniar, buku elektronik, hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memungkinkan pengetahuan diakses kapan saja melalui telepon genggam.

Namun, di tengah kemudahan tersebut, kebiasaan membaca buku secara utuh dan mendalam tetap perlu dijaga agar kemampuan berpikir kritis, konsentrasi, dan kreativitas tidak semakin tergerus oleh konsumsi informasi serba singkat.

Data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menunjukkan bahwa Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Indonesia pada 2024 mencapai 72,44. Angka tersebut masuk kategori sedang dan melampaui target nasional sebesar 71,3.

Capaian ini menunjukkan adanya perkembangan positif dalam budaya membaca, meskipun perubahan media dan pola konsumsi informasi tetap menghadirkan tantangan baru bagi penguatan literasi.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Literasi Digital yang Telah Dilakukan Komdigi

Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Novy Diana Fauzie menilai perubahan tersebut bukan berarti generasi Z kehilangan minat untuk belajar. Menurutnya, hal yang berubah adalah media dan cara mereka memperoleh informasi.

“Sekarang memang zamannya serba digital. Orang lebih mudah belajar melalui ponsel karena aksesnya cepat, visualnya menarik, dan algoritma membuat kita semakin betah mengonsumsi konten. Jadi, bukan semata-mata masyarakat malas membaca, tetapi cara mereka memperoleh informasi telah berubah,” ujarnya.

Menurut Novy, media digital memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Siniar, kelas daring, media sosial, dan buku elektronik memungkinkan siapa pun belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa pola konsumsi informasi yang serba cepat dan cenderung terfragmentasi.

Seseorang yang terbiasa mengonsumsi konten digital singkat, lanjutnya, akan lebih mudah berpindah dari satu informasi ke informasi lainnya. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kemampuan untuk mempertahankan konsentrasi dan memahami suatu persoalan secara mendalam.

Baca Juga: Lebih Banyak Generasi Muda Melek Literasi Keuangan, 75 Persen Di Antaranya Punya Investasi

“Kalau membaca buku, kita bisa berfokus selama satu atau dua jam pada satu topik sehingga pemahamannya lebih mendalam. Berbeda dengan media digital yang membuat kita terus berpindah dari satu informasi ke informasi lain. Akibatnya, konsentrasi dan kedalaman berpikir bisa ikut berkurang,” jelasnya.

Selain melatih konsentrasi, membaca buku juga dinilai memiliki keunggulan dalam mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas. Saat membaca novel, misalnya, pembaca membangun sendiri gambaran mengenai tokoh, suasana, latar, dan alur cerita berdasarkan narasi yang dibaca.

Proses tersebut memberikan ruang bagi pembaca untuk berimajinasi, menafsirkan informasi, dan membangun pemahaman secara mandiri. Pengalaman itu berbeda dengan konten visual yang telah menyajikan gambaran secara langsung kepada penonton.

AI Bukan Pengganti Sumber Asli

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Novy menegaskan bahwa AI tidak perlu dipandang sebagai ancaman terhadap budaya membaca. Teknologi tersebut justru dapat dimanfaatkan untuk mencari rekomendasi buku, memperoleh gambaran awal mengenai suatu topik, serta menjadi sarana berdiskusi tentang bahan bacaan.

Meski demikian, AI seharusnya hanya digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti buku, jurnal, maupun sumber asli.

Baca Juga: Musim Kemarau Jualan Layang-layang, Sayur, Buah dan Buku? Laris-manis!

“AI boleh digunakan untuk membantu memahami gambaran sebuah buku atau mencari referensi. Namun, kalau ingin memperoleh pemahaman yang utuh, kita tetap harus membaca sumber aslinya. Jangan sampai kita merasa cukup hanya dengan membaca ringkasannya,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI secara berlebihan, terutama dalam dunia akademik, dapat melemahkan kemampuan berpikir kritis. Risiko tersebut muncul ketika mahasiswa hanya mengandalkan jawaban atau rangkuman yang dihasilkan AI tanpa memeriksa kembali buku, jurnal ilmiah, dan sumber rujukan utama.

Menurut Novy, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk membandingkan informasi, memeriksa kredibilitas sumber, memahami konteks, serta menyusun argumentasi berdasarkan hasil pembacaan sendiri. Kemampuan tersebut tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan ringkasan instan.

Baca Juga: Casio Bawa Pengalaman G-SHOCK Baru di Roblox

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Travel14 Agustus 2026, 10:56 WIB

Promosi Destinasi di Indonesia, Otoritas Vietnam Resmi Gandeng VFS Global

Sebanyak 200 ribu wisatawan Indonesia mengunjungi Vietnam sepanjang 2025.
Salah satu sisi kota Hanoi, Vietnam (Sumber: Vietnam.Travel)
Techno14 Agustus 2026, 10:56 WIB

Fitur-fitur Baru pada Google Pixel Buds Pro 2, Ada Warna Olive

Earbud ini dijual seharga Rp4 jutaan.
Pixel Buds Pro 2 dalam warna Olive. (Sumber: Google)
Lifestyle14 Agustus 2026, 10:00 WIB

Crunchyroll Hadirkan Beragam Judul di Anime Festival Asia Indonesia 2026

Diselenggarakan pada 15–16 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City Hall, Tangerang, Banten.
Adegan kafe yang ikonik dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc. (Sumber: Crunchyroll)
Techno14 Agustus 2026, 09:57 WIB

Google Pixel Watch 5 Dibekali Gemini dan Health Guardian

Jam tangan pintar ini juga memiliki edisi khusus pebasket Stephen Curry.
Google Pixel Watch 5. (Sumber: Google)
Automotive13 Agustus 2026, 15:07 WIB

IMX 2026 Buka Penjualan Tiket Extended Presale 3, Jangan Sampai Kehabisan

Extended Presale 3 Jadi Kesempatan Terakhir Membeli Tiket IMX 2026 “Next Gen Culture”.
Extended Presale 3. (Sumber: IMX)
Automotive13 Agustus 2026, 15:05 WIB

New Daihatsu Sigra Mendapat Penyegaran Menyeluruh, Ini Harga dan Speknya

Daihatsu Hadirkan New Sigra yang Tampil Modern dan Sporty di GIIAS 2026.
New Daihatsu Sigra. (Sumber: null)
Automotive13 Agustus 2026, 13:03 WIB

Chery Q Resmi Mengaspal di Indonesia, Ada Model Pure dan Rizz

Cek lebih lanjut tentang harga dan spesifikasi mobil listrik berukuran kompak ini.
Chery Q resmi diniagakan di Indonesia. (Sumber: ist)
Automotive13 Agustus 2026, 12:50 WIB

Hongqi E-HS9 Ramaikan Segmen SUV Listrik di Indonesia

Hongqi Memulai Perjalanan di Indonesia, Menghadirkan Sebuah Nama yang Dibentuk oleh Sejarah.
Hongqi E-HS9 resmi meluncur di Indonesia. (Sumber: dok hongqi)
Techno13 Agustus 2026, 12:46 WIB

Roblox Gelar Creator Meetup Terbesar di Indonesia pada 2026

Lebih dari 160 kreator dari seluruh Indonesia berkumpul di Jakarta untuk saling menginspirasi.
Roblox Creator Meetup 2026. (Sumber: istimewa)
Techno13 Agustus 2026, 11:19 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Google Pixel 11 Pro dan Pro XL

Kedua perangkat ini merupakan ponsel pintar unggulan seri Pixel yang diklaim paling tangguh sejauh ini menurut Google.
Google Pixel 11 Pro and Pixel 11 Pro XL. (Sumber: null)