Cara Kelola Overthinking pada Generasi Muda

Rahmat Jiwandono
Rabu 03 Juni 2026, 15:33 WIB
Ilustrasi overthinking. (Sumber: null)

Ilustrasi overthinking. (Sumber: null)

Techverse.asia - Fenomena overthinking kini menjadi salah satu tantangan kesehatan mental yang paling sering dihadapi oleh generasi muda. Psikolog Direktorat Kemahasiswaan dan Karier (DKK) Ratih Ratnasari menyampaikan bahwa sehat secara mental tidak hanya berarti bebas dari gangguan jiwa.

Lebih dari itu, kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang mampu mengenali potensinya, mengatasi tekanan hidup, tetap produktif, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Baca Juga: Rui Hachimura dan Mitch Richmond akan Meriahkan NBA Rising Stars Invitational 2026

Salah satu hambatan terbesar dalam menjaga kesehatan mental adalah kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking. Pertanyaan-pertanyaan cemas seperti “Bagaimana kalau gagal?”, “Apakah saya cukup baik?”, atau “Apa kata orang nanti?” sering kali muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Berpikir itu baik selama menghasilkan solusi. Namun, ketika pikiran justru membuat kita semakin cemas dan menghambat tindakan, di situlah overthinking mulai menjadi masalah,” jelas Ratih.

Secara umum, overthinking adalah pola pikir yang berulang, berlebihan, sulit dihentikan, dan cenderung fokus pada hal-hal negatif. Gejala yang sering muncul antara lain menyesali kesalahan masa lalu secara terus-menerus, selalu membayangkan skenario terburuk (catastrophizing), mengalami susah tidur (insomnia), dan merasa lelah secara emosional.

Baca Juga: Kamu Seorang Content Creator dan Sedang Stres? Tarik Nafas, Duduk, Lalu Baca Artikel Ini

Ratih menjelaskan bahwa overthinking bisa membentuk siklus negatif yang merusak. Berawal dari satu pemicu, muncul pikiran negatif yang memicu emosi buruk. Akibatnya, perilaku ikut terdampak, seperti menunda-nunda pekerjaan (procrastination), menghindari interaksi sosial, mencari validasi berlebihan di media sosial, dan menarik diri dari lingkungan sekitar.

Kondisi ini diperparah oleh distorsi kognitif, yaitu kesalahan cara berpikir yang membuat kita memercayai sesuatu yang belum tentu benar. Contohnya adalah mind reading (merasa tahu pikiran buruk orang lain) atau melihat segala sesuatu secara hitam-putih tanpa jalan tengah.

“Sering kali yang membuat kita menderita bukan situasinya, melainkan cara kita menafsirkan situasi tersebut,” ungkap Ratih. Otak manusia secara alami memang lebih peka terhadap ancaman, sehingga pikiran negatif lebih mudah menempel dan menjadi kebiasaan otomatis jika terus diulang.

Baca Juga: Hasil Studi: 75% Content Creator Mengalami Stress, Sisanya Sangat Sering Stress

Meskipun sulit dihentikan, overthinking tetap bisa dikelola. Ratih membagikan beberapa teknik sederhana yang bisa langsung dipraktikkan oleh generasi muda.

Pertama, pendekatan CBT (Cognitive Behavioral Therapy) yakni belajar mengidentifikasi pemicu stres, mengenali pikiran otomatis yang muncul, lalu mengevaluasi fakta (apakah pikiran tersebut nyata atau hanya asumsi) untuk mengambil respons yang lebih rasional.

Kedua, Brain Dump: menuliskan semua isi pikiran ke dalam kertas tanpa sensor. Teknik ini efektif mengurangi beban mental dan membuat pikiran lebih terstruktur.

Ketiga, mencoba untuk membuka diri. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya atau segera mencari bantuan profesional ke psikolog jika ruang gerak sehari-hari mulai terganggu. Terakhir, mindfulness and grounding 5-4-3-2-1, teknik menyadari lingkungan sekitar untuk mengembalikan fokus pada masa kini (kini dan di sini), bukan pada masa lalu atau masa depan.

Baca Juga: Pakar Bilang Sumber Penyakit Bukan Berasal dari Makanan Namun Pikiran

"Berpikir secara berlebihan mungkin enggak bisa hilang sepenuhnya. Tapi kita bisa belajar (bagaimana) mengenali pola pikir kita, memahami emosi yang muncul, dan meresponsnya dengan cara yang lebih sehat," terangnya.

Melalui seminar ini, generasi muda diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan mental bukanlah tentang menghapus seluruh pikiran negatif. Tujuannya adalah memiliki keterampilan untuk mengelola emosi agar tetap bisa menjalani hidup dengan produktif, sehat, dan bermakna.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)
Techno11 Juni 2026, 17:15 WIB

Daftar iPhone yang Kompatibel dengan iOS 27, Ini Pembaruan yang Dijanjikan

Fokus Apple pada peningkatan efisiensi dan kinerja merupakan kabar baik bagi iPhone lama.
Pratinjau beberapa pembaruan pada iOS 27 di iPhone. (Sumber: Apple)
Lifestyle11 Juni 2026, 16:28 WIB

Blibli House of Scent Bantu Temukan Parfum yang Sesuai Preferensi Konsumen

Selamat Tinggal Pusing Pilih Parfum: Temukan Aroma Jati Dirimu di sini.
Blibli House of Scent. (Sumber: dok. blibli)
Techno11 Juni 2026, 15:16 WIB

Insta360 x Leica Menghadirkan Luna Ultra, Waktu Pemakaian hingga 4 Jam

Produk baru ini diluncurkan untuk menantang kamera gimbal DJI Osmo Pocket.
Insta360 Luna Ultra.
Travel11 Juni 2026, 14:33 WIB

Permudah Wistawan Jelajahi Asia Tenggara, Mastercard Rilis 3 Kampanye Ini

Kampanye ini akan berlaku selama tujuh bulan.
Mastercard. (Sumber: Istimewa)
Techno11 Juni 2026, 14:18 WIB

Spesifikasi Lengkap Honor Magic V6, Bawa Fitur Google Gemini

Ponsel lipat bertenaga AI yang memadukan produktivitas lintas ekosistem dengan daya tahan ultra-tipis.
Honor Magic V6. (Sumber: dok. honor)