Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Rahmat Jiwandono
Rabu 29 April 2026, 13:06 WIB
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)

Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)

Techverse.asia - Tekanan finansial karyawan di Indonesia bukan lagi masalah pribadi karyawan, namun menjadi risiko bisnis. Survei terbaru dari Finetiks sebagai pelantar pengelolaan keuangan pribadi menunjukkan bahwa Survei terbaru dari Finetiks sebagai pelantar pengelolaan keuangan pribadi, mengungkapkan bahwa 56 persen karyawan profesional tidak memiliki dana darurat yang memadai, sementara 72 pelantar mengaku kondisi finansial mereka berdampak langsung pada performa kerja.

Temuan ini semakin memperkuat urgensi bagi perusahaan untuk memandang financial wellness atau kesehatan finansial karyawan sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekedar benefit tambahan. Survei lintas industri dilakukan sepanjang Desember 2025 hingga Maret 2026 ini mencakup sektor teknologi, pendidikan, media digital, kreatif, dan teknologi finansial (fintech), serta mengungkap pola yang konsisten di sektor lainnya.

Cameron Goh sebagai CEO Finetiks mengungkapkan, kesehatan finansial karyawan tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan pribadi saja, namun juga berisiko bagi bisnis.

Baca Juga: Crunchyroll Ani-May: Perayaan Anime Global di Berbagai Platform Streaming, Gim, dan Ritel

“Kesehatan finansial karyawan seringkali dipandang sebagai urusan pribadi, padahal dampaknya sangat terasa dalam operasional bisnis sehari-hari, mulai dari produktivitas hingga kualitas pengambilan keputusan. Alhasil, kesehatan finansial karyawan menjadi risiko bisnis “tersembunyi” yang dampaknya bisa signifikan,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut, survei ini juga menunjukkan bahwa tekanan finansial telah menjadi bagian dari keseharian banyak karyawan. Sekitar 58 persen responden mengaku harus menunda kebutuhan penting akibat keterbatasan arus kas, sementara 51 persen masih memiliki utang konsumtif aktif, termasuk PayLater, kartu kredit, dan pinjaman online.

Di sisi lain, tingginya kesadaran akan masalah ini tercermin dari 93 persen responden yang menyatakan kebutuhan akan program financial wellness dari perusahaan. Dampaknya terhadap perusahaan tidak bisa diabaikan. Karyawan yang mengalami tekanan finansial cenderung menghadapi kesulitan dalam berkonsentrasi, mengambil keputusan, hingga berkolaborasi secara optimal.

Baca Juga: Masyarakat Indonesia Khawatir Kesejahteraan Finansial Sulit Diraih Akibat Mahalnya Biaya Perawatan Kesehatan

“Dalam banyak kasus, kondisi ini memicu fenomena “presenteeism”, di mana karyawan tetap hadir bekerja namun tidak sepenuhnya produktif. Dalam jangka panjang, situasi ini juga berpotensi meningkatkan risiko turnover yang menciptakan biaya produktivitas tersembunyi yang tidak terlihat dalam laporan kinerja, serta tidak tercapainya target perusahaan akibat rendahnya produktivitas,” katanya.

Menariknya, pola ini ditemukan secara konsisten di berbagai industri. Di sektor kreatif, seluruh responden atau 100 persen mengaku mengalami stres finansial, sementara sektor pendidikan mencatat tingkat utang konsumtif tertinggi sebesar 69 persen. Sektor media digital juga menunjukkan tingkat tekanan yang tinggi dengan 74 persen responden terdampak.

Bahkan di sektor fintech yang memiliki literasi keuangan relatif lebih baik, tekanan finansial tetap ditemukan, menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup tanpa sistem dan kebiasaan finansial yang kuat. Di sektor teknologi sendiri, sekitar 50 persen karyawan tercatat masih memiliki utang konsumtif aktif, terutama di kalangan millennial.

Baca Juga: Penelitian: Orang Dewasa Muda Alami Kesulitan Finansial, Ketika Merawat Orang Terkasih yang Tua dan Sakit

Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan terhadap financial wellness perlu bergeser dari sekadar edukasi menjadi solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Finetiks menilai bahwa program yang efektif harus mampu mendorong perubahan perilaku finansial, mulai dari pengelolaan cash flow, pembentukan dana darurat, hingga implementasi sistem tabungan otomatis dan pendampingan jangka panjang.

“Perusahaan yang mengintegrasikan financial wellness sebagai bagian dari strategi human capital akan memiliki keunggulan dalam menjaga produktivitas dan loyalitas karyawan di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Finetiks menghadirkan pendekatan berbasis program, MONEY BOSS: Employee Financial Wellness Program, tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membantu karyawan mengimplementasikan strategi keuangan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Atur Keuanganmu, Persiapkan Masa Depanmu

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno29 April 2026, 16:01 WIB

Sennheiser Meluncurkan Headphone HD 480 Pro dengan Desain Tertutup

Respons frekuensi rendah yang akurat dan kenyamanan maksimal untuk perekaman dan pemantauan profesional.
Sennheiser HD 480 Pro. (Sumber: Sennheiser)
Techno29 April 2026, 15:36 WIB

Instagram Sedang Menguji Instants, Aplikasi Berbagi Foto yang akan Menghilang

Instants meluncurkan aplikasi baru di Italia dan Spanyol minggu lalu.
Bocoran aplikasi Instants yang tengah digodok Instagram. (Sumber: Meta)
Techno29 April 2026, 14:20 WIB

Harga dan Spesifikasi Infinix GT 50 Pro, Dibekali Mechanical Light Waves

Gawai ini memperkenalkan Arsitektur Pendinginan Cair HydroFlow, mesin termal khusus yang dirancang untuk mengatasi masalah panas berlebih.
Infinix GT 50 Pro. (Sumber: Infinix)
Lifestyle29 April 2026, 13:43 WIB

Casio G-LIDE Hadir dengan Fitur Pemantauan Detak Jantung dan Grafik Pasang Surut

Jam Tangan G-LIDE Sangat Cocok untuk Olahraga Ekstrem.
Casio G-LIDE GBX-H5600 tersedia dalam dua warna. (Sumber: Casio)
Lifestyle29 April 2026, 13:06 WIB

Survei: 56% Karyawan Enggak Punya Dana Darurat

Stres Finansial Jadi “Biaya Tersembunyi” Perusahaan.
Ilustrasi dana darurat. (Sumber: bank jago)
Techno28 April 2026, 18:54 WIB

Sony Inzone M10S II: Monitor Gaming QHD untuk Gim FPS

Monitor ini dikembangkan bersama tim e-sports ternama global, Fnatic.
Sony Inzone M10S II. (Sumber: Sony)
Startup28 April 2026, 18:38 WIB

Bybit Beri Modal Seri A ke Hata Sebesar US$ 8 Juta, Ini 3 Fokus Utamanya

Pendanaan tersebut juga melibatkan sejumlah family office global yang berfokus pada sektor teknologi dan pasar keuangan di Asia Tenggara.
Para pendiri startup Hata. (Sumber: istimewa)
Automotive28 April 2026, 17:50 WIB

Xiaomi Vision Gran Turismo Resmi Debut di Asia

Mobil untuk Pengemudi yang Menguasai Baik Bobot Ringan maupun Efisiensi Aerodinamis.
Xiaomi Vision Gran Turismo. (Sumber: Xiaomi)
Techno28 April 2026, 16:31 WIB

Beats Rilis Solo 4 Warna Onyx Black Hasil Kolaborasi Bersama Jennie Blackpink

Headphone ini kompatibel dengan iPhone atau pun Android
Headphone Beats Solo 4 x Jennie Blackpink dalam warna Onyx Black. (Sumber: Apple)
Techno28 April 2026, 14:20 WIB

Earfun Menghadirkan Clip 2 yang Mampu Terjemahkan 100 Bahasa

Fitur ini didukung dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Earfun Clip 2. (Sumber: dok. earfun)