Techverse.asia - Qualcomm dikabarkan berencana menaikkan harga produknya hingga persentase dua digit, menurut laporan Bloomberg. Kenaikan harga ini akan berlaku mulai produk yang dikirim setelah 1 September 2026.
Baca Juga: Oppo A6c: Ponsel Entry Level dengan Baterai 7000mAh
Bloomberg menyebutkan bahwa Qualcomm telah mengirimkan surat kepada pelanggannya untuk memberitahukan tentang perubahan harga yang akan datang.
Qualcomm mengklaim bahwa mereka telah "kehabisan kemampuan untuk menyerap biaya yang lebih tinggi dari pemasok," karena kekurangan komponen yang berkelanjutan terus mendorong kenaikan harga.
Perusahaan juga menyatakan telah mencoba mencari komponen dari pemasok alternatif sebelum mengumumkan kenaikan harga. Chipset perusahaan sebagian besar diproduksi oleh TSMC di Taiwan, yang saat ini mengalami kendala rantai pasokan.
Baca Juga: Qualcomm Rilis Chipset Snapdragon Reality Elite untuk Headset XR
Seperti yang dicatat pula oleh Bloomberg, kenaikan harga Qualcomm kemungkinan akan memiliki efek domino, terutama untuk ponsel pintar. Perusahaan ini adalah salah satu produsen prosesor ponsel pintar terbesar di dunia dan mendominasi pasar Android, dengan sebagian besar perusahaan menggunakan produknya untuk mendukung model unggulan mereka.
Di antara perangkat yang ditenagai oleh prosesor Qualcomm adalah ponsel seri Galaxy Samsung, termasuk ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z Fold 8 Ultra, Fold 8, dan Flip 8, serta kacamata pintarnya.
Awal tahun ini, Qualcomm bahkan juga telah menjanjikan salah satu platform chipset barunya akan menghadirkan PC Windows seharga US$300 atau setara dengan Rp5,4 jutaan. Perangkat tersebut bisa menjadi lebih mahal jika produsen perangkat membebankan sebagian besar kenaikan harga Qualcomm kepada pelanggan mereka.
Baca Juga: Snapdragon 8 Gen 5: Versi Ergonomis dari Lini Chipset Qualcomm
Seperti diketahui, kenaikan harga Qualcomm dapat berdampak besar pada harga di berbagai merek dan perangkat dalam beberapa kategori.
Perusahaan ini, seperti kebanyakan perusahaan di industri teknologi saat ini, merasakan dampak kekurangan memori dan komponen yang disebabkan oleh permintaan besar dari pembangunan pusat data kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selain harus menanggung biaya komponen yang lebih tinggi, penjualannya tampaknya juga menurun akhir-akhir ini.
Seperti yang dijelaskan Bloomberg, penjualan Qualcomm menurun tahun ini karena kliennya tidak dapat memproduksi perangkat sebanyak yang diharapkan karena kekurangan tersebut. Meskipun demikian, perusahaan tersebut mencatatkan pendapatan di atas perkiraan untuk kuartal kedua tahun 2026.
Baca Juga: MediaTek Melansir Chipset Dimensity 9500s dan Dimensity 8500, Ini Bedanya
Qualcomm bukanlah satu-satunya perusahaan yang menaikkan harga. Tampaknya hampir semua barang menjadi lebih mahal akibat kekurangan komponen, termasuk konsol Xbox, papan Raspberry Pi, sebagian besar perangkat Apple, dan ponsel pintar Samsung dan Google.
Beberapa perangkat bahkan mengalami penurunan spesifikasi bersamaan dengan kenaikan harga, sementara perangkat lain dibatalkan atau ditunda peluncurannya.
Adapun tiga chipset buatan Qualcomm yang didedikasikan untuk jajaran perangkat keras terbaru Samsung: Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, Snapdragon Wear Elite Platform, dan Snapdragon AR 1 Gen 1.
Baca Juga: Apple Menaikkan Harga Sebagian Besar Perangkat Kerasnya, Berapa?
Snapdragon 8 Elite Gen 5 dirancang dengan Qualcomm Oryon CPU yang diklaim sebagai Central Processing Unit (CPU) perangkat seluler paling cepat di dunia, pelantar ini menghadirkan performa terdepan di industri, respons yang jauh lebih cepat, dan tetap hemat daya.
Snapdragon Wear Elite Platform yang sebelumya telah diumumkan pada MWC 2026, menghadirkan teknologi sensor fusion, performa tinggi, dan konektivitas yang lebih baik sehingga dua smartwatch tersebut dapat memahami kegiatan si pemakai sepanjang hari dan memberikan wawasan maupun panduan kesehatan yang lebih proaktif dan personal.
Lebih lanjut, Qualcomm, Samsung, dan Google berkolaborasi dalam mengembangkan Android XR, enggak cuma untuk headset Galaxy XR, tapi juga untuk Intelligent Eyewear yang ditenagai oleh Snapdragon AR1 Gen 1.
Baca Juga: Kacamata Pintar Samsung Resmi Meluncur, Kolaborasi dengan Gentle Monster dan Warby Parker