Garmin Descent G2: Smartwatch Khusus Para Penyelam

Rahmat Jiwandono
Senin 17 Februari 2025, 15:43 WIB
Garmin Descent G2. (Sumber: Garmin)

Garmin Descent G2. (Sumber: Garmin)

Techverse.asia - Garmin baru-baru ini mengumumkan jam tangan pintar barunya yakni Descent G2, komputer selam bergaya jam tangan yang tangguh dengan fitur-fitur untuk membantu penyelam menjelajahi dunia bawah laut dan permukaan air.

Baca Juga: Samsung Galaxy A06 Punya Varian Warna Baru dan Peningkatan Memori

Dengan dukungan untuk berbagai mode penyelaman – mulai dari penyelaman teknis hingga penyelaman bebas – ditambah dengan fitur-fitur populer seperti skor kesiapan menyelam dan rangkaian fitur kesehatan, kebugaran, dan konektivitas Garmin, komputer selam terbaru ini siap untuk petualangan berikutnya.

"Baik bagi kamu penyelam pemula atau yang lebih berpengalaman, Garmin Descent G2 dirancang untuk tumbuh bersamamu, bahkan hingga penyelaman teknis," jelas Wakil Presiden Penjualan Konsumen Global Garmin Dan Bartel kami kutip pada Senin (17/2/2025).

Dengan layar AMOLED berukuran 1,2 inci, Garmin Descent G2 memudahkan penggunanya untuk membaca lebih banyak data sekilas bahkan saat berada di bawah air.

Baca Juga: Garmin Instinct 3 Dilansir di Indonesia, Segini Harganya

Dirancang dengan mempertimbangkan tanggung jawab lingkungan, 100 persen plastik yang digunakan untuk membuat casing, bezel, dan tombol jam tangan pintar ini berasal dari plastik daur ulang yang dibuang ke laut.

Dari aspek tampilan, bahannya yang kokoh dilengkapi dengan lensa safir yang kuat, casing dengan peringkat menyelam 100 meter, dan tombol antibocor. Descent G2 juga tersedia dalam dua warna yaitu hitam dan merah muda paloma/shell.

Selain itu, jam tangan tersebut juga kompatibel dengan tali QuickFit sehingga penyelam dapat dengan mudah mengubah warna tali agar sesuai dengan gaya perlengkapan mereka. Garmin Descent G2 dibanderol dengan harga US$700 atau setara dengan Rp11,4 jutaan.

Dengan menggunakan fitur kesiapan menyelam pada Descent G2, penyelam dapat memperoleh wawasan tentang bagaimana faktor gaya hidup seperti tidur, stres, olahraga terkini, dan jet lag dapat memengaruhi kesiapan tubuh mereka secara keseluruhan untuk menyelam.

Baca Juga: Garmin Hadirkan Fenix 8 Series di Indonesia, Harganya Termahal Rp21 Juta

Skor kesiapan yang lebih tinggi dapat menunjukkan saatnya untuk menyelam sementara skor yang lebih rendah dapat menjadi alasan untuk mempertimbangkan penggunaan pengaturan konservatisme yang lebih tinggi atau memilih penyelaman yang lebih mudah.

Untuk fitur penyelaman rekreasi, Garmin Descent G2 memiliki tiga fitur. Pertama, beberapa mode penyelaman yang dapat melacak semua jenis penyelaman, termasuk single dan multi-gas (termasuk nitrox dan trimix), closed-circuit rebreather (CCR) dan gauge.

Kedua, menggunakan fitur kompas saat menyelam, penyelam dapat menavigasi di bawah permukaan air dengan kompas tiga sumbu bawaan. Terakhir, mode angka besar akan memberikan tampilan data penting, seperti no-decompression limit (NDL), waktu dan kedalaman berkat layar yang disederhanakan dan teks yang lebih besar.

Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Smartwatch Huawei Watch D2, Desainnya Lebih Ringan dan Ramping

Fitur freedive-nya juga menawarkan banyak fitur, seperti mode apnea dinamis yang melacak penyelaman kolam saat berlatih untuk freedive berikutnya.

Lalu, peringatan apnea: kurangi kebutuhan untuk melihat jam tangan selama penyelaman dengan menerima peringatan suara dan sentuhan untuk kedalaman, interval, arah, kedalaman target, dan daya apung netral yang disesuaikan.

Variometer yang memungkinkan pengguna menerima peringatan suara dan sentuhan berdasarkan kecepatan turun atau naik. Dengan grafik kecepatan dapat mencatat kecepatan dan meninjau kecepatan turun dan naik, serta waktu menggantung, selama penyelaman di aplikasi smartphone Garmin Dive.

Setelah menyelam, saat kembali ke daratan, catatan penyelaman akan memungkinkan pengguna meninjau data mereka, melacak peralatan, membuat catatan, dan berbagi detail melalui aplikasi Garmin Dive. GPS permukaan juga dapat membantu pengguna melacak titik masuk dan keluar mereka serta melihatnya di peta.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Hobby12 Juni 2026, 19:33 WIB

Sinopsis Backrooms: Film Horor Karya Youtuber Kane Parsons

Trailernya menegaskan bahwa proyek ini berakar pada horor ruang kosong, koridor tanpa patokan, dan tempat yang menakutkan.
Backrooms. (Sumber: A24)
Techno12 Juni 2026, 18:15 WIB

Sony 1000X The Collexion Dijual Seharga Rp11 Juta di Indonesia

Perangkat wearable ini merupakan perpaduan antara suara ikonik dan desain berkelas.
Sony 1000X The Collexion dan wadahnya.
Lifestyle12 Juni 2026, 17:58 WIB

Stanley Rilis Football Collection untuk Menyemarakkan Piala Dunia 2026

Selain itu, mereka juga mengadakan pop-up store dengan menghadirkan tiga zona.
Stanley Football Collection. (Sumber: Stanley)
Techno12 Juni 2026, 17:08 WIB

Acer TravelMate P6 14 AI 2026 Resmi Diperkenalkan, Lihat Speknya

Laptop ini sejatinya dibangun dari pendahulunya namun menggunakan prosesor yang berbeda.
Acer TravelMate P6 14 AI 2026. (Sumber: dok. acer)
Automotive12 Juni 2026, 15:36 WIB

Kawasaki Brusky 125: Skutik Pertamanya Resmi Meluncur di Indonesia

Cek lebih jauh mengenai detail dan harga pesaing Honda Vario 125 ini.
Kawasaki Brusky 125. (Sumber: Kawasaki)
Techno12 Juni 2026, 14:10 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Nasional, Lintasarta Umumkan Intelligent Core

Mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) dalam satu fondasi yang aman, terhubung, dan andal.
Lintasarta Intelligent Core. (Sumber: ist)
Startup12 Juni 2026, 13:59 WIB

Loreal Resmi Buka Pendaftaran Big Bang Beauty Tech Innovation Program

Program ini mengajak startup Indonesia guna mewujudkan masa depan dunia kecantikan.
ilustrasi startup (Sumber: freepik)
Techno12 Juni 2026, 13:38 WIB

Terkendala UU Pasar Digital, Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Harus Ditunda

Siri AI akan tersedia untuk pengguna Uni Eropa di macOS 27 dan visionOS 27, bukan di iOS 27 dan iPadOS 27.
Siri AI. (Sumber: ist)
Techno11 Juni 2026, 18:20 WIB

ASUS Umumkan 2 Laptop ProArt Baru dengan Chipset Nvidia RTX Spark

Itu adalah sebuah superchip baru yang merevolusi PC Windows untuk era agen AI pribadi.
ASUS ProArt P16 (kiri) dan P14 Series. (Sumber: null)
Startup11 Juni 2026, 18:06 WIB

Mahasiswa IPB Buat Startup Agensi Kreatif Bernama Suutori Production

Pasar yang mereka incar utamanya ialah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Usaha rintisan Sutoori Production oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). (Sumber: IPB)