Microsoft: Basic Security Hygiene, Sebuah Praktik Terbaru Keamanan Siber

Uli Febriarni
Kamis 16 Maret 2023, 07:27 WIB
kejahatan siber (Sumber : freepik)

kejahatan siber (Sumber : freepik)

Akselerasi penggunaan teknologi saat ini masih diiringi dengan tingginya tingkat ancaman maupun serangan siber yang menargetkan individu, pelaku bisnis, pemerintah, dan negara.

Kejahatan siber tercatat sebagai penyebab kerugian ekonomi terbesar ketiga di dunia. Dalam Laporan Cybersecurity Ventures 2021, kerugian itu diperkirakan mencapai 10,5 triliun dolar Amerika Serikat pada 2025 mendatang.

Menyadari gentingnya situasi ini, Microsoft merilis Microsoft Digital Defense Report 2022 yang menyelami masalah keamanan siber paling mendesak saat ini. Selain itu, perusahaan teknologi komputasi ini merilis pula Cyber Signals Desember 2022; menawarkan perspektif ahli tentang lanskap ancaman siber terkini, serta membahas taktik, teknik, dan strategi yang digunakan oleh pelaku ancaman di dunia.

National Technology Officer Microsoft Indonesia, Panji Wasmana, mengatakan, penjahat siber terus beraksi layaknya perusahaan. Mereka menemukan cara-cara baru untuk mengimplementasikan aksi, meningkatkan kompleksitas serangan.

"Sambil di saat bersamaan, mereka menciptakan sumber ekonomi kejahatan baru melalui penjualan perangkat atau panduan sederhana; yang memungkinkan pelaku serangan siber lain melancarkan aksinya secara lebih mudah, tanpa kemampuan teknis sekalipun," ujarnya, dikutip dari laman perusahaan, Kamis (16/3/2023).

Ransomware dan Phising

Panji mengungkap, Microsoft menyoroti dua serangan siber yang paling merajalela, yaitu ransomware dan phishing. Perusahaan kemudian menempatkannya ke dalam konteks ancaman negara.

"Selanjutnya, kami juga menggarisbawahi risiko konvergensi sistem TI, Internet-of-Things (IoT), dan Operational Technology (OT) terhadap infrastruktur kritikal. Berikutnya, mengenai bagaimana kita dapat melindungi diri dari berbagai serangan ini," lanjut Panji.

Microsoft Digital Defense Report 2022 mengungkap, jumlah password attack diperkirakan mencapai 921 serangan per detik, meningkat 74% dalam satu tahun.

Banyak dari serangan ini memicu serangan ransomware, yang berujung pada peningkatan permintaan uang tebusan hingga lebih dari dua kali lipat.

"Dulunya, sebagian besar ransomware menargetkan individu. Namun, belakangan ini ransomware kiriman manusia yang menargetkan organisasi -bisnis maupun institusi pemerintah- menjadi lebih dominan," kata Panji.

Penjahat yang melakukan serangan itu, berhasil menyusupi sepertiga target organisasi, dengan 5% di antaranya menghasilkan tebusan.

Pada saat yang sama, email phishing juga menunjukkan peningkatan stabil dari tahun ke tahun. Serangan phishing telah meningkat lebih dari 300% di seluruh dunia, dengan lebih dari 710 juta email phishing diblokir setiap pekan, pada 2021.

"Dari berbagai macam model phishing, skema business email compromise (BEC) meningkat pesat. Bermodus BEC lure, scammer menggunakan email untuk mengelabui seseorang, agar mengirimkan uang atau membocorkan informasi rahasia perusahaan. Ini mendominasi tema BEC hingga 79,9 persen," terangnya.

Nation State Threats

Dalam beberapa tahun terakhir, nation state threats telah meningkatkan ketegangan antar negara, yang semakin mendorong pentingnya penguatan postur keamanan siber.

Temuan Microsoft dalam Digital Defense Report 2022 menunjukkan, serangan yang menargetkan infrastruktur kritikal negara meningkat sebesar 40% dalam satu tahun terakhir. Sektor TI, layanan keuangan, sistem transportasi, dan infrastruktur komunikasi menjadi target utama.

Terkait persoalan tersebut, Direktur Corporate Affairs Microsoft Indonesia, Ajar Edi,  menyampaikan pentingnya integrasi teknologi komputasi awan ke dalam sistem dan infrastruktur yang esensial.

Pasalnya, menurutnya, layanan komputasi awan berjalan di jaringan pusat data yang aman di seluruh dunia, memiliki keandalan dalam pencadangan data dan pemulihan bencana. Selain itu, mampu memberikan keamanan dari penyedia layanannya melalui teknologi, yang dapat melindungi berbagai elemen masyarakat dan negara dari potensi ancaman siber.

"Ketahanan digital tidak lepas dari peran pemerintah, yang melahirkan kebijakan yang mendukung akselerasi adopsi teknologi komputasi awan, kebijakan lintas batas data, dan keamanan siber," tuturnya.

Basic Security Hygiene Sebagai Praktik Keamanan Siber Terkini

Berdasarkan Cyber Signals Desember 2022, diketahui bahwa, kerentanan tingkat tinggi di peralatan kontrol industri yang diproduksi oleh vendor populer meningkat hingga 78% antara 2020 sampai dengan 2022.

Kerentanan tingkat tinggi ditemukan di 75% pengontrol industri paling umum dalam jaringan OT pelanggan.

Lebih dari 1 juta perangkat terhubung yang terlihat secara publik di internet berjalan menggunakan Boa, sebuah piranti lunak usang yang tidak lagi mendapatkan dukungan resmi, tetapi masih banyak digunakan di perangkat IoT dan software development kits (SDKs).

Oleh karena itu, basic security hygiene perlu dipraktikkan secara luas. Microsoft Digital Defense Report 2022 menjabarkan tentang ini. Yakni bahwa 98% basic security hygiene dapat melindungi kita dari 98% serangan siber. Lima basic security hygiene tersebut dijelaskan sebagai berikut:

  • Menerapkan prinsip-prinsip Zero Trust, yang meliputi: tidak berasumsi, tetapi verifikasi secara eksplisit; menggunakan akses dengan privilege paling minim; membangun keyakinan bahwa, setiap elemen dalam sistem yang digunakan dapat dilanggar (breached),
  • Menggunakan autentikasi multifaktor (MFA) untuk memverifikasi identitas pengguna. Beberapa contoh MFA di antaranya meliputi teknologi tanpa password seperti sistem biometrik perangkat, Windows Hello, atau aplikasi Microsoft Authenticator apabila perangkat keras tidak memiliki sistem biometrik,
  • Menggunakan anti-malware,
  • Terus update piranti keras dan piranti lunak, misalnya dengan melakukan Windows update secara berkala,
  • Melindungi data. Ketika menyimpan dokumen di OneDrive misalnya, data dapat dilindungi dengan mengaktifkan password yang kuat, menambahkan informasi keamanan ke akun Microsoft, menggunakan MFA, dan mengaktifkan enksripsi di perangkat mobile.
Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)