Uni Eropa Nyatakan Apple Melanggar Undang-undang Antimonopoli dalam Kasus Spotify

Rahmat Jiwandono
Jumat 03 Maret 2023, 16:53 WIB
Ilustrasi logo Apple. (Sumber : Getty Images)

Ilustrasi logo Apple. (Sumber : Getty Images)

Techverse.asia - Uni Eropa (UE) telah memperbarui kasus antimonopoli terhadap Apple dan kendali yang dimilikinya atas layanan streaming musik di iOS dengan potensi kabar baik untuk Spotify yang sebelumnya melakukan pengaduan. Kembali pada tahun 2021, Komisi Eropa mengeluarkan tuduhan antimonopoli terhadap Apple setelah memutuskan bahwa perusahaan tersebut mungkin menyalahgunakan posisi dominannya dalam hal aplikasi streaming musik.

Komisi Eropa, badan UE yang menyelidiki tuduhan tersebut, mengatakan Apple melanggar undang-undang antimonopoli dengan menghentikan perusahaan musik saingan seperti Spotify dari mengiklankan di mana dan bagaimana pengguna dapat berlangganan aplikasi mereka. Pembaruan kasus ini bukan merupakan keputusan akhir, dan sekarang tergantung pada Apple untuk menyusun pembelaan dan membuktikan bahwa tuduhan itu salah.

Spotify pertama kali mengajukan keluhan terhadap Apple pada 2019, dengan Komisi Eropa membuka penyelidikan pada 2020. Komisi mengeluarkan “pernyataan keberatan” awal terhadap Apple pada tahun 2021, menjelaskan kemungkinan pelanggaran undang-undang antimonopoli. Komisi berfokus pada dua masalah yakni bahwa Apple memaksa pengembang untuk menggunakan sistem pembayaran dalam aplikasinya sendiri yang memungut biaya, dan bahwa Apple menghentikan pengembang dari mengiklankan cara alternatif untuk berlangganan aplikasi mereka.

Baca Juga: Sempat Dikabarkan Tidak Akan Diproduksi, Apple Garap Lagi iPhone SE 4?

Pada minggu ini, Komisi Eropa telah memperbarui pernyataan keberatan ini. Itu membatalkan dakwaan pertama, dengan mengatakan tidak lagi mengambil posisi tentang legalitas kewajiban memungut biaya, dan berfokus pada dakwaan kedua. Komisi Eropa juga telah memperkuat bahasanya tentang tuduhan ini, menyatakan pandangan awal bahwa kewajiban anti-steering Apple adalah kondisi perdagangan yang tidak adil yang melanggar Pasal 102 Perjanjian tentang Berfungsinya Uni Eropa (TFEU).

Sekarang, mereka telah mengumumkan bahwa penyelidikan antimonopoli hanya akan menyentuh masalah kedua, atau kewajiban anti-steering yang dikenakan Apple kepada pengembang. Untuk sementara waktu, Apple tidak mengizinkan layanan streaming saingan seperti Spotify bahkan untuk menyertakan tautan di aplikasi perusahaan ke pendaftaran langganan mereka sendiri. Namun, Apple melonggarkan pembatasan ini pada Maret 2022 untuk menutup penyelidikan antimonopoli di Jepang.

Apple sekarang akan dapat menanggapi tuduhan UE. Jika terbukti bersalah, maka perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, Amerika Serikat itu menghadapi denda hingga 10 persen dari omset global tahunannya. Itu akan menjadi denda hingga $39,4 miliar dolar berdasarkan pendapatan Apple pada tahun 2022 sebesar $394,33 miliar dolar.

Merespons kasus tersebut, juru bicara Apple Hannah Smith mengatakan bahwa pihaknya senang lantaran Komisi Eropa telah mempersempit kasusnya dan tidak lagi menantang hak Apple untuk mengumpulkan komisi untuk barang digital dan mewajibkan penggunaan sistem Pembayaran Dalam Aplikasi yang dipercaya pengguna. "App Store telah membantu Spotify menjadi layanan streaming musik teratas di seluruh Eropa dan kami berharap Komisi Eropa akan mengakhiri pengaduan yang tidak pantas," katanya dilansir Techverse.asia dari The Verge, Jumat (3/3/2023). 

Baca Juga: Apple iOS 16.4: Emoji Baru hingga Pemberitahuan Aplikasi Web

Terpisah, dalam sebuah pernyataan resmi dari Spotify, Penasihat Umum Spotify Eve Konstan menyatakan bahwa pada pekan ini, Komisi Eropa mengirimkan pesan yang jelas bahwa perilaku anti-persaingan dan praktik tidak adil Apple telah terlalu lama merugikan konsumen dan pengembang yang dirugikan. Untuk itu, Spotify mendesak supaya Komisi Eropa segera mengambil keputusan kaitannya dengan kasus antimonopoli ini.

"Kami mendesak Komisi Eropa untuk mengambil keputusan cepat dalam kasus ini untuk melindungi konsumen dan memulihkan persaingan yang adil di platform iOS," ujar Eve. 

Bulan lalu, Spotify dan perusahaan Eropa lainnya mendesak Komisi Eropa untuk mempercepat penyelidikannya dan mengambil tindakan cepat dan tegas terhadap Apple. Meskipun demikian, dalam pengumumannya sendiri belum lama ini, Komisi Eropa mencatat tidak ada tenggat waktu hukum untuk mengakhiri penyelidikan antitrust.

Namun, jika ditunda lebih lama, kasus ini juga kemungkinan akan mengalami serangkaian kewajiban baru Apple dan lainnya harus mematuhi Undang-Undang Pasar Digital Uni Eropa yang akan datang, atau DMA. Ini akan memaksa Apple untuk mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga dan sideload aplikasi di iOS untuk pertama kalinya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno16 Juni 2026, 18:12 WIB

SailPoint Umumkan Integrasi Baru dengan Claude Compliance API

Tujuannya untuk memberikna keamanan identitas tingkat perusahaan bagi platform AI.
SailPoint x Claude. (Sumber: istimewa)
Techno16 Juni 2026, 18:03 WIB

Peringati 2 Dekade ROG, ASUS Meluncurkan Motherboard Crosshair 2006

Desain ini menampilkan warna tembaga yang dominan dengan sentuhan kecil warna biru dan putih.
Motherboard Crosshair 2026. (Sumber: ASUS ROG)
Startup16 Juni 2026, 17:52 WIB

Futurepreneur Lab 2026 Dukung 20 Startup Universitas untuk Dapat Modal

Selain Khong Guan, ada dukungan dari Komdigi, Garuda Spark, dan Taka Lab.
Futurepreneur Lab 2026.
Automotive16 Juni 2026, 17:14 WIB

All New Lexus ES Segera Meluncur di Indonesia pada Juli 2026

Selain tersedia dalam tipe BEV, mobil ini juga akan tersedia dalam model HEV.
Lexus ES. (Sumber: Lexus)
Hobby16 Juni 2026, 16:18 WIB

Cerita Alumni UMY Chairul Mukmin Jadi Pemenang Pertama SUCI 12

Menapaki jalan yang panjang dan enggak mudah di dunia komedi.
Chairul Mukmin juara pertama SUCI 12. (Sumber: UMY)
Lifestyle16 Juni 2026, 16:03 WIB

ASICS x Isa Boulder Hadirkan Siluet Hypersync dengan Sentuhan Khas Bali

Sepatu ini bisa kamu beli secara online atau datang ke Potato Head Bali.
ASICS x Isa Boulder. (Sumber: ist)
Techno16 Juni 2026, 15:16 WIB

Marshall Meluncurkan Headphone Milton ANC, Harganya Rp4 Juta

Perangkat wearable ini menjanjikan daya baterai hingga 80 jam dengan mode ANC non-aktif.
Marshall Milton ANC.
Travel16 Juni 2026, 14:58 WIB

Kerontjong Pesisir 2026 Digelar di Pantai Cangkring Bantul, Ini Daftar Musisinya

Acara ini menggaungkan senandung muda-mudi dan menggeliatkan perekonomian sekitar.
Kerontjong pesisir yang akan digelar di Pantai Cangkring Bantul. (Sumber: istimewa)
Techno15 Juni 2026, 18:02 WIB

Meta Menambahkan Fitur Asisten Kreator AI Baru di Facebook

Fitur ini dapat menghasilkan ide konten berdasarkan tren viral terkini.
Fitur asisten kreator. (Sumber: meta)
Automotive15 Juni 2026, 17:20 WIB

Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Hadir di Indonesia

MX King 150 Prima Pramac livery sebagai partner bermobilitas paling ganteng dan paling kenceng.
Yamaha MX King 150 Prima Pramac. (Sumber: yamaha)