Duh, Belum Genap Tiga Bulan Dirilis, ChatGPT Sudah Disalahgunakan Untuk Membuat Malware

Uli Febriarni
Sabtu 21 Januari 2023, 20:21 WIB
contoh penggunaan chatGPT (Sumber : OpenAI)

contoh penggunaan chatGPT (Sumber : OpenAI)

ChatGPT dengan teknologi kecerdasan buatan yang dimilikinya, dapat memudahkan kita dalam berbagai hal. 

Aplikasi yang dirilis oleh OpenAI pada November 2022 itu, ternyata telah disalahgunakan oleh penjahat siber untuk membuat malware. Kabar buruk itu diumumkan oleh media Forbes, belum lama ini. 

Para peneliti keamanan dunia maya, sebut Forbes telah menemukan penyalahgunaan chatGPT pada Jumat (20/1/2023). 

Penjahat tersebut juga menguji kemampuan ChatGPT untuk membangun chatbot lain. Chatbot tersebut dirancang untuk menyamar sebagai wanita muda, untuk menjerat target, kata seorang ahli yang memantau forum kriminal.

Banyak pengguna awal ChatGPT, telah 'membunyikan alarm', bahwa aplikasi tersebut dapat membuat kode perangkat lunak berbahaya yang mampu memata-matai ketukan keyboard pengguna atau membuat ransomware.

Selanjutnya seperti yang kita ketahui sekarang, sebuah perusahaan keamanan Israel, Check Point, telah berhasil menangkap forum kriminal bawah tanah.

Dalam satu posting forum yang ditinjau oleh Check Point, seorang peretas yang sebelumnya membagikan malware Android, memamerkan kode yang ditulis oleh ChatGPT.

Para penjahat itu disebut mereka telah mencuri file. Pelaku itu mengunduh, mengompresnya, dan mengirimkannya ke seluruh web. Dengan teknik mereka, pelaku juga mengunggah malware lebih lanjut ke PC yang terinfeksi.

Di forum yang sama, pengguna lain membagikan kode Python yang dapat mengenkripsi file, mengatakan bahwa aplikasi OpenAI membantu mereka membuatnya.

Mereka mengklaim itu adalah skrip pertama yang pernah mereka kembangkan.

Seperti yang dicatat Check Point dalam laporannya, kode semacam itu dapat digunakan untuk tujuan yang sepenuhnya jinak. Tetapi juga dapat dengan mudah dimodifikasi untuk mengenkripsi mesin seseorang sepenuhnya 'tanpa interaksi pengguna', mirip dengan cara kerja ransomware.

Pengguna forum yang sama sebelumnya telah menjual akses ke server perusahaan yang diretas dan data yang dicuri, catat Check Point.

Seorang pengguna juga membahas penyalahgunaan ChatGPT, dengan memintanya membantu membuat kode fitur pasar web gelap, mirip dengan bazaar obat-obatan seperti Silk Road atau Alphabay.

Sebagai contoh, pengguna menunjukkan bagaimana chatbot dapat dengan cepat membuat aplikasi yang memantau harga mata uang kripto, untuk sistem pembayaran teoretis.

Hingga berita ini diunggah Forbes, OpenAI belum menanggapi permintaan komentar.

Sementara itu, di kesempatan terpisah, Forbes juga meminta keterangan dari Wakil Presiden Intelijen Keamanan Forescout, Rik Ferguson. Petinggi perusahaan keamanan siber Amerika itu, mengatakan bahwa ChatGPT tampaknya belum mampu mengkodekan sesuatu yang serumit jenis ransomware utama seperti Conti. 

ChatGPT: 'Si Paling Cerdas' Tapi Bukan 'Si Paling Benar'

Sebagai bentuk penerapan teknologi kecerdasan buatan, chatGPT akan semakin cerdas ketika semakin sering digunakan dan memiliki pengguna yang beragam. 

Namun, chatbot tersebut juga punya beberapa kelemahan. Apa saja?

  • Tidak Selalu Benar

ChatGPT bisa gagal dalam matematika dasar, seperti tidak bisa menjawab pertanyaan logika sederhana, dan bahkan akan memperdebatkan fakta yang sepenuhnya salah.

Bahkan, seorang pengguna media sosial pernah membuktikan kalau ChatGPT dapat melakukan kesalahan lebih dari satu kali.

OpenAI yang mengetahui tentang batasan ini, menulis bahwa: ChatGPT terkadang menulis jawaban yang terdengar masuk akal tetapi salah atau tidak masuk akal.

Melihat situasi itu, para ilmuwan lantas bergegas memberi keterangan bahwa halusinasi-halusinasi fakta dan fiksi ini sangat berbahaya, terutama jika menyangkut nasihat medis.

Tidak seperti asisten AI lainnya seperti Siri atau Alexa, Chat GPT tidak menggunakan internet untuk mencari jawaban. Ia justru membuat kalimat kata demi kata, membuat serangkaian tebakan. Inilah alasan mengapa ChatGPT disebut-sebut dapat memperdebatkan jawaban yang salah, seolah-olah itu sepenuhnya benar.

Meskipun sangat bagus dalam menjelaskan konsep yang rumit, menjadikannya alat yang ampuh untuk belajar, penting untuk tidak memercayai semua yang dikatakan oleh chatGPT.

  • Bias Dimasukkan ke dalam Sistem

ChatGPT dilatih tentang penulisan kolektif manusia di seluruh dunia, dulu dan sekarang. 

Dan yang menyedihkan, sejumlah pengguna menemukan ChatGPT dapat memberikan jawaban yang mengerikan, misalnya, mendiskriminasi perempuan.

Kesalahannya juga tidak hanya terletak pada data. 

Dengan potensi membahayakan orang, kamu juga dapat berargumen bahwa ChatGPT seharusnya tidak dirilis ke publik sebelum masalah ini dipelajari dan diselesaikan.

  • Menyebabkan Kerusakan di Dunia Nyata

ChatGPT dapat menyebabkan kerusakan di dunia nyata, dengan contoh yang paling jelas adalah saran medis yang salah.

Selain itu ada kekhawatiran muncul akun yang bisa menyebarkan informasi palsu. Informasi itu didapatkan, terutama ketika ChatGPT membuat jawaban yang salah namun terdengar benar secara meyakinkan.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Lifestyle28 Agustus 2026, 15:17 WIB

Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Ajang yang memasuki tahun ke-13 pelaksanaannya ini menargetkan 14 ribu pelari dan 10 ribu pengunjung.
Pertamina Eco Run Fest 2026. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 15:16 WIB

Ditenagai Ryzen Z2 Extreme, ASUS ROG Xbox Ally 20 Bisa Dipesan Sekarang

Mennyambut hari jadi ke-20, ASUS ROG umumkan Xbox Ally X20 dengan performa AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan dukungan kacamata Xreal R1.
ROG XBOX Ally X20. (Sumber: ASUS)
Startup28 Agustus 2026, 13:26 WIB

Asosiasi Blockchain Indonesia Gandeng Privy Perkuat Kepercayaan Digital

ABI bekerja sama dengan Privy untuk meningkatkan infrastruktur digital trust dan keamanan verifikasi identitas di industri blockchain Indonesia.
Asosiasi Blockchain Indonesia x Privy. (Sumber: ist)
Techno28 Agustus 2026, 13:23 WIB

SailPoint Hilangkan Blind Spot dengan Perlindungan Terpadu Identitas Manusia, non-human, dan AI agent

Solusi keamanan identitas yang dirancang untuk melindungi, mengelola, dan mendukung konvergensi tenaga kerja masa depan
SailPoint Identity Security. (Sumber: null)
Travel28 Agustus 2026, 11:58 WIB

Dragon Ball Z Bakal Punya Taman Hiburan Raksasa di Prancis, Gokunya Bisa Jadi Nyata!

Intip lokasi, konsep, dan detail lengkapnya di sini!
Taman hiburan bertemakan Dragon Ball Z. (Sumber: null)
Techno28 Agustus 2026, 11:57 WIB

Sony Meluncurkan Xperia 10 VIII dengan Fokus pada Peningkatan Kemudahan Penggunaan Sehari-hari

Handset ini menawarkan sedikit peningkatan dengan harga yang jauh lebih mahal.
Sony Xperia 10 VIII. (Sumber: Sony)
Automotive28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku akan Meriahkan Gelaran IMX 2026

Jangan lewatkan kesempatan langka bertemu sang legenda tuning dunia!
Pendiri VeilSide Hironao Yokomaku. (Sumber: istimewa)
Techno28 Agustus 2026, 09:40 WIB

Spesifikasi dan Harga Garmin Fenix 9 Series, Daya Tahannya Bisa Capai 57 Hari

Model Pro yang tangguh namun elegan ini menghadirkan casing jam tangan titanium pertama dan layar AMOLED terbesar pada seri Fenix.
Garmin Fenix 9 dan Fenix 9 Pro. (Sumber: Garmin)
Techno27 Agustus 2026, 14:49 WIB

Shokz OpenFit Air 2: Earbud Open-Ear Terringan dengan Hook yang Hampir Tak Terasa

Perangkat ini dirancang untuk kenyamanan ekstra tanpa menutup saluran telinga.
Shokz OpenFit Air 2. (Sumber: Shokz)
Techno27 Agustus 2026, 14:47 WIB

ASUS Hadirkan 2 Mouse Gaming yang Dapat Diskutomisasi

Mouse ROG Gladius IV Ace dan ROG Spatha X memadukan kontrol presisi dengan beragam opsi kustomisasi mendalam.
ROG Gladius IV Ace. (Sumber: ASUS)