Techverse.asia - Apple hari ini memperkenalkan M6 pada Mac mini baru dan M5 Ultra pada Mac Studio baru, yang menghadirkan lompatan luar biasa dalam hal performa dan kemampuan AI, Rabu (26/8/2026).
M6 menawarkan keseimbangan ideal antara performa, efisiensi daya, dan AI pada perangka tuntuk menyelesaikan tugas sehari-hari, pemrograman, dan proyek kreatif dengan lancar dan cepat. M6 dibuat menggunakan teknologi proses 2 nm yang mutakhir, memadatkan kepadatan transistor yang lebih tinggi ke dalam die yang lebih kecil demi peningkatan signifikan dalam performa dan efisiensi daya.
M6 juga memperkenalkan Dual 16-core Neural Engine, yang memberikan daya komputasi puncak hingga 2 kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya agar alur kerja AI pada perangkat berjalan lebih cepat. Framework sistem dapat secara otomatis memanfaatkan kedua engine tersebut secara bersamaan, sehingga aplikasi dapat menjalankan model dengan lebih cepat.
M6 memiliki kompleks CPU 12-core yang benar-benar baru - dua core lebih banyak dibandingkan M5 - yang terdiri dari 2 super core, 4 performance core, dan 6 efficiency core. Chip ini menghadirkan performa single-threaded tercepat di dunia serta performa multi-threaded hingga 1,2 kali lebih cepat dibandingkan M5, dan hingga 2,4 kali lebih cepat dibandingkan M1.
Super core menangani beban kerja single-threaded dengan sangat cepat, performance core menggunakan daya lebih rendah dan bekerja bersama super core untuk menjalankan beban kerja multi-threaded yang berat, sementara efficiency core menangani tugas latar belakang sehari-hari - semuanya dengan performa per watt yang terdepan di industri.
Baca Juga: ASUS Luncurkan ExpertBook B3 G2, Dibekali Prosesor Intel Core 7 Series 3
Hasilnya, tugas-tugas CPU yang berat seperti mengedit gambar, mengompilasi kode, mengindeks file baru, dan menjalankan beban kerja AI agen (agentic AI) menjadi lebih cepat dari sebelumnya.
M6 dilengkapi GPU 12-core—dua core lebih banyak dibandingkan M5—dengan Neural Accelerator di setiap core. Desain ini menghasilkan peningkatan hampir 30 persen dalam komputasi GPU puncak untuk AI dibandingkan M5, dan lebih dari 8 kali lipat dibandingkan M1, sehingga memungkinkan pemrosesan prompt yang jauh lebih cepat saat berinteraksi dengan LLM pada perangkat.
Chip ini menawarkan kemampuan grafis canggih terbaru dari Apple, termasuk pembaruan pada arsitektur shader core, Dynamic Caching, dan ray tracing yang dipercepat oleh perangkat keras. Teknologi-teknologi ini berpadu untuk menghadirkan realisme visual yang memukau, rendering lebih cepat, dan frame rate lebih tinggi untuk bermain gim.
M6 juga memiliki peningkatan kecepatan geometri sebesar 50 persen untuk grafis yang kompleks. Chipset ini mendukung memori terpadu (unified memory) hingga 32GB untuk multitasking pada aplikasi berat serta menjalankan LLM langsung di perangkat demi tugas-tugas berbasis agen yang aman dan privat.
Chipset ini juga menyediakan bandwidth memori terpadu hingga 170GB/dtk—peningkatan 10 persen dibandingkan M5 dan peningkatan 2,5 kali lipat dibandingkan M1.
Baca Juga: Apple Mengumumkan Perubahan untuk Aplikasi di Uni Eropa
Selanjutnya, M5 Ultra - chip paling bertenaga dari Apple hingga saat ini - dirancang bagi para profesional yang perlu menyelesaikan beban kerja berat dengan cepat, yang menuntut performa CPU dan GPU serta bandwidth memori terpadu yang maksimal, seperti rendering 3D yang kompleks, efek visual, analisis ilmiah, dan menjalankan model AI mutakhir yang intensif secara komputasi langsung di perangkat.
M5 Ultra menggunakan teknologi UltraFusion untuk menghubungkan dua chip M5 Max guna membentuk arsitektur empat die - sebuah terobosan pertama bagi Apple Silicon. UltraFusion meningkatkan bandwidth antar-die hingga lebih dari 4,4TB/dtk dan kepadatan koneksi hingga lebih dari 6 kali lipat.
Kombinasi interkoneksi berlatensi sangat rendah dan berbandwidth tinggi ini memungkinkan keempat die tersebut beroperasi layaknya satu prosesor terpadu. M5 Ultra juga dilengkapi CPU besar dengan hingga 36 core - terdiri dari 12-core super dan 24-core performa - yang menghasilkan performa single-threaded hingga 1,25 kali lebih tinggi dan performa multi-threaded hingga 1,3 kali lebih tinggi dibandingkan M3 Ultra.
M5 Ultra mengusung GPU generasi terbaru dengan hingga 80 core, yang menyertakan Neural Accelerator di setiap core untuk memberikan performa komputasi GPU puncak untuk AI hingga 4,5 kali lipat dibandingkan M3 Ultra dan lebih dari 6 kali lipat dibandingkan M1 Ultra.
Baca Juga: Apple Memperbarui Mac Studio dengan Opsi Prosesor M4 Max dan M3 Ultra
GPU ini mencakup shader core terbaru Apple dengan Dynamic Caching generasi kedua, serta mesh shading yang dipercepat oleh perangkat keras (hardware-accelerated) dan ray tracing generasi ketiga, yang menghasilkan performa grafis hingga 40 persen lebih cepat dibandingkan M3 Ultra.
M5 Ultra juga dilengkapi Media Engine yang lebih mumpuni. Dukungan perangkat keras khusus untuk H.264, HEVC, empat mesin enkode dan dekode ProRes, serta dekode AV1 yang dipercepat oleh perangkat keras menjadikannya solusi terbaik untuk penyuntingan video beresolusi tinggi.
M5 Ultra juga dilengkapi Neural Engine 32-core yang menjalankan tugas AI kompleks serta fitur Apple Intelligence secara aman di perangkat, dengan efisiensi energi yang terdepan di industri. Selain itu, chipset ini memiliki memori terpadu berkapasitas sangat besar - hingga 512 GB - dan menghadirkan bandwidth memori terpadu yang luar biasa sebesar 1,2 TB/detik, atau 50 persen lebih tinggi dibandingkan M3 Ultra.













