Coursera x UNESCO Beri Kursus Gratis Etika AI dalam Bahasa Indonesia

Rahmat Jiwandono
Kamis 30 Juli 2026, 11:47 WIB
Coursera x UNESCO.

Coursera x UNESCO.

Techverse.asia - Seiring semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor di Indonesia, kebutuhan akan pemahaman mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab dan berlandaskan etika juga semakin penting.

Menjawab kebutuhan tersebut, Coursera secara resmi menggandeng UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk meluncurkan Global MOOC on the Ethics of AI, kursus gratis pertama UNESCO yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan LG AI Research dan kini tersedia dalam 11 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

UNESCO telah menetapkan standar global untuk penggunaan kecerdasan artifisial (AI) yang bertanggung jawab melalui kerangka kerja etika AI pertama di dunia yang telah diadopsi oleh 193 negara.

Baca Juga: Jaga Integritas Akademik di Indonesia, Coursera Umumkan Fitur Baru Bertenaga AI

Seiring semakin pesatnya adopsi AI di berbagai sektor, kursus ini membantu pembelajar maupun institusi menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik serta memperkuat pengambilan keputusan yang berlandaskan etika dalam pemanfaatan AI di tingkat global.

"Prinsip saja tidak cukup untuk membangun AI yang beretika, manusialah yang mewujudkannya," ujar Profesor Khaled El-Enany, Director General UNESCO dalam keterangan resminya kami terima, Kamis (30/7/2026).

Melalui kursus ini, katanya, UNESCO mengambil langkah lanjutan dalam kepemimpinannya di bidang etika AI dengan menerjemahkan Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence menjadi pembelajaran yang praktis, sehingga masyarakat dapat menerapkan prinsip-prinsip etika di setiap tahapan siklus hidup AI. Inilah cara kita mengubah komitmen bersama menjadi aksi nyata.

Baca Juga: Blibli Buka Pra-pemesanan Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Z Fold 8, Ini Benefitnya

Co-Head LG AI Research Lim Woo-hyung menyatakan bahwa melalui Recommendation on the Ethics of AI dari UNESCO, komunitas internasional telah membangun kesepahaman bersama mengenai seperti apa AI yang beretika. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menerapkannya dalam praktik.

"Etika perlu diterapkan di setiap tahapan siklus hidup AI, mulai dari pengembangan produk hingga operasional layanan. Kami berharap program ini dapat menjadi landasan praktis bagi para pengembang dan peneliti untuk membangun ekosistem AI yang tepercaya, sekaligus menjadikan inovasi yang bertanggung jawab sebagai standar di industri, bukan sekadar aspirasi," terang Lim

Kursus terbaru ini membekali peserta dengan kemampuan untuk mengidentifikasi risiko etika, menyeimbangkan berbagai prioritas, serta merumuskan keputusan yang lebih terukur terkait desain, penggunaan, dan tata kelola AI.

Program ini berfokus pada penerapan di dunia nyata dengan materi yang disusun berdasarkan wawasan dari para pakar global di Carnegie Mellon University, University of Toronto, Alan Turing Institute, dan berbagai institusi terkemuka lainnya.

Baca Juga: Pegawai Negeri Perlu Bertransformasi, Nokia dan UNESCO Rekomendasikan Tiga Hal Utama Ini

"UNESCO telah berperan besar dalam merumuskan standar penggunaan AI yang bertanggung jawab. Hari ini, kami sangat bangga dapat menyambut UNESCO di pelantar Coursera," ungkap Marni Baker Stein selaku Chief Content Officer Coursera.

Marni menyebutkan, kursus gratis yang dikembangkan bersama LG AI Research ini akan membantu masyarakat dan institusi di seluruh dunia untuk mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran terkait dengan kecerdasan buatan.

"Bersama-sama, kami memperluas akses global terhadap pendidikan berkualitas untuk menjawab salah satu tantangan paling krusial saat ini," katanya.

Melalui berbagai studi kasus dan latihan berbasis praktik, peserta akan mempelajari cara menerapkan konsep-konsep utama, seperti privasi, transparansi, keberlanjutan, dan otonomi manusia, dalam pengambilan keputusan dan penyusunan kebijakan.

Baca Juga: SleekFlow Rilis AgentFlow: Kecerdasan Buatan dengan Etika Sebagai Fondasinya

Program berdurasi sembilan jam ini, tidak mensyaratkan latar belakang teknis khusus dan dirancang agar relevan bagi audiens lintas sektor, mulai dari mahasiswa, peneliti akademis, pembuat kebijakan, hingga pelaku industri teknologi.

Setelah menyelesaikan program ini, peserta diharapkan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memastikan bahwa AI dapat dipelajari, dikembangkan, dan diadopsi dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab. Kursus ini dapat diakses secara gratis melalui Coursera.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Startup08 Agustus 2026, 11:20 WIB

McEasy Kantongi Pendanaan Seri B Sebesar Rp120 Miliar

Pendanaan ini bakal dipakai untuk melakukan ekspansinya ke wilayah Asia Tenggara.
Startup logistik McEasy. (Sumber: istimewa)
Techno08 Agustus 2026, 10:55 WIB

AGON Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Dibekali Performa Laju Penyegaran Tiga Kali Lipat

Dengan fitur ini akan memudahkan untuk bermain gim dengan tuntutan tinggi.
Agon G4 Series. (Sumber: dok. AOC)
Lifestyle07 Agustus 2026, 22:18 WIB

G-SHOCK Hadirkan Gravitymaster GWRB3000, Terinspirasi oleh Penerbangan Supersonik

Seri jam tangan ini terbaru menggabungkan konstruksi canggih dan desain yang terinspirasi dari dunia penerbangan.
G-SHOCK GWRB3000A-2A. (Sumber: Casio)
Techno07 Agustus 2026, 21:56 WIB

Harga dan Spek Lengkap Tecno Megabook T14 Air, Ada 2 Varian Memori

Selain itu perusahaan juga menghadirkan Megabook T1 15.6.
Tecno Megabook T14 Air. (Sumber: Tecno)
Automotive07 Agustus 2026, 21:46 WIB

GIIAS 2026: Teknologi Keselamatan Jadi Medan Persaingan Baru

Mobil masa depan tak lagi sekadar cepat, tetapi mampu mengenali risiko di jalan.
Teknologi keselamatan pada otomotif buatan Bosch. (Sumber: istimewa)
Techno07 Agustus 2026, 21:34 WIB

Sandisk Hadirkan Inovasi NAND untuk Era Inferensi AI di FMS 2026

Sandisk telah menampilkan berbagai produk dan demonstrasi teknologi terbarunya.
Logo Sandisk. (Sumber: Sandisk)
Hobby07 Agustus 2026, 21:27 WIB

Foto-foto Satwa di Taman Safari Jadi Medium untuk Pesan Konservasi

35 tahun IAPVC hubungkan karya visual, konservasi, dan pengalaman wisata satwa.
Foto Elang Jawa hasil jepretan Adhitiya Wibhawa jadi juara pertama IAPVC 2025. (Sumber: Taman Safari)
Techno07 Agustus 2026, 21:14 WIB

Sony FE 100-400MM F5.6-8.OSS Resmi Dijual di Indonesia, Segini Harganya

Lensa Super-Telephoto Zoom yang sempurna untuk penggemar fotografi.
Sony FE 100-400MM F5.6-8 OSS. (Sumber: Sony)
Travel06 Agustus 2026, 17:17 WIB

Paddle Board Bisa Jadi Wisata Alternatif Saat Berkunjung ke Bantul

Wisata Paddle Board di Pantai Baros, daya tarik baru wisata di Kabupaten Bantul.
Paddle Board di Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Sumber: null)
Techno06 Agustus 2026, 17:16 WIB

Layanan Streaming Samsung HDR10 Plus Advanced akan Tersedia di Prime Video

Layanan tersebut berlaku mulai Agustus 2026 untuk lini Samsung TV terbaru.
Samsung HDR10 Plus Advanced. (Sumber: null)