Techverse.asia - Huawei Watch GT Runner 2 resmi diniagakan di Indonesia dan akan tersedia mulai 15 April 2026. Smartwatch hasil kolaborasi dengan legenda atlet lari jarak jauh asal Kenya ini dibanderol seharga Rp5,499 juta, juga tersedia hadiah gratis mencapai Rp1,5 juta.
Konsumen dapat membelinya secara offline atau online. Watch GT Runner 2 diposisikan sebagai jam tangan pintar khusus untuk lari yang memadukan wawasan atlet profesional dengan teknologi yang dapat dikenakan guna mendukung pelari dalam menjaga performa terbaiknya.
Baca Juga: Insta360 Snap: Monitor Magnetik Guna Mendukung Swafoto Pakai Kamera Belakang Ponsel
Jam tangan pintar ini memiliki teknologi pemosisian yang dibuat agar pelari bisa memantau setiap sesi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Fitur yang dimaksud adalah 3D Floating Antenna Architecture yang meningkatkan performa GPS sampai 50 persen dan memberikan posisi yang jauh lebih akurat.
Itu didukung dengan algoritma XDR yang sanggup menjaga akurasi posisi bahkan saat berada di area sinyal lemah, seperti di dalam terowongan, gedung tinggi, maupun naik gunung. Data rute, jarak, dan kecepatan yang presisi membuat pelari lebih gampang untuk menganalisis performa serta merencanakan latihan yang lebih efektif.

Sehingga pemakainya bisa mendapat gambaran tentang rute, jarak, hingga kecepatan secara lebih jelas. Selain itu, Watch GT Runner 2 juga disematkan teknologi TruSense dan algoritma NPU + AI yang telah ditingkatkan, jadi mampu memberikan akurasi detak jantung sampai 98 persen.
Baca Juga: Amazfit Cheetah: Smartwatch yang Dirancang Buat Pelari dengan Teknologi MaxTrack
Berkat fitur intelligent marathon analysis, Watch GT Runner 2 jadi jam tangan pintar pertama di dunia yang hadir sebagai 'pelatih digital' di pergelangan tangan, menawarkan sistem performa maraton end-to-end yang lebih komprehensif. Fitur-fiturnya meliputi personal racing assistant prediksi performa, strategi isi ulang energi, dan strategi kecepatan.
Guna membantu mengembangkan fitur pemantauan lactate threshold pada mode tersebut, Huawei Watch GT Runner 2 berkolaborasi dengan Beijing Sport University. Fitur itu akan secara otomatis menghitung intensitas latihan tanpa memerlukan perangkat tambahan.
Pelari cuma cukup mengenakan smartwatch ini ketika berlatih, yang mana hasilnya akan langsung muncul dan membantun menentukan pace optimal serta estimasi waktu finish dengan akurat. Bahkan ketika belum memulai lari, pemakainya dapat memilih event lari di aplikasi, menetapkan target, hingga mengikuti program latihan yang dibagi menjadi beberapa tahap.
Fitur lainnya yakni mampu memantau kondisi tubuh, apabila terdeteksi kelelahan atau risiko cedera, maka bakal muncul saran istirahat atau penyesuaian latihan. Eliud di sini berperan dalam menghadirkan Marathon Guidance, mulai dari refuel reminder serta panduan pace secara seketika, yang membantu pelari menjaga performanya tetap optimal sampai di garis finish.

Baca Juga: Suunto Meluncurkan Run: Jam Tangan Olahraga Khusus Lari
Perangkat tersebut punya desain yang ramping, bobotnya cuma 43,5 gram berbahan logam paling ringan di segmennya. Wadah titanium yang kuat dikombinasikan dengan Kunlun Glass tahan banting dan strap tenun AirDry yang anti-keringat, membuatnya siap mendampingi sesi berlari, termasuk di trek yang menantang.
Watch GT Runner 2 punya tiga warna: Dawn Orange, Dusk Blue, dan Midnight Black. Perihal daya tahannya, jam tangan pintar ini diklaim bisa bertahan selama 32 jam dengan pemakaian GPS nonstop atau setara dengan lima marathon penuh maupun ultra marathon 100 kilometer (km), dan 14 hari dalam pemakaian harian ringan.
Terdapat pula fitur NFC dan Scan QR, sementara itu kompabilitas dengan perangkat Android atau iOS memberi pengalaman yang lebih fleksibel dan seamless. Fitur-fitur kesehatan seperti Heart Rate Variable (HRV), EKG, dan sleep tracker juga tersedia di jam tangan pintar ini, membantu memastikan latihan tetap efektif dan aman.
Baca Juga: Garmin Rilis Forerunner 165 Series, Bawa 13 Fitur Unggulan


















