Waresix Umumkan Pendanaan Seri C Sebesar Rp488 Miliar, Perkuat Posisi sebagai Integrator Logistik

Waresix. (Sumber: null)

Techverse.asia - Waresix resmi mengumumkan keberhasilan menutup putaran pendanaan Series C senilai US$27,4 juta atau sekitar Rp488,7 miliar. Putaran ini digelar pada 31 Juli 2026 dan dipimpin oleh Granite Asia yang menyuntikkan sekitar US$18 juta, dengan partisipasi kuat dari investor lama East Ventures (hampir US$6 juta) serta Jungle Ventures (sekitar US$1,68 juta).

Dengan tambahan modal ini, total ekuitas yang berhasil dihimpun Waresix sepanjang sejarahnya kini mendekati US$197 juta. Keberhasilan ini datang di tengah tantangan ekosistem startup Indonesia yang masih menghadapi penurunan pendanaan secara keseluruhan, sekaligus menjadi bukti kepercayaan investor terhadap model bisnis logistik berbasis teknologi yang berfokus pada efisiensi dan skalabilitas.

Waresix fokus pada solusi manajemen gudang on-demand, perusahaan ini secara bertahap berkembang menjadi integrator logistik end-to-end yang mencakup first-mile, mid-mile, transportasi darat, operasi pelabuhan, hingga layanan depot kontainer domestik. Visi perusahaan adalah mempercepat perdagangan dan perdagangan di Asia Tenggara melalui platform logistik paling kuat, sementara misinya adalah mendorong efisiensi logistik agar bisnis dapat tumbuh lebih cepat.

Baca Juga: Privy Sebut Verifikasi Identitas dan Tanda Tangan Digital Meroker 200%

Dalam perjalanannya, Waresix telah membangun jaringan yang luas mencakup ratusan gudang, puluhan ribu truk, dan ribuan klien di berbagai kota besar Indonesia. Platform mereka menghubungkan pemilik barang (shippers) dengan penyedia gudang dan transportasi, menawarkan transparansi, fleksibilitas, dan efisiensi biaya yang sulit dicapai melalui model tradisional. Salah satu tonggak penting belakangan adalah debut publik anak usahanya, BSA Logistics, yang semakin memperkuat posisi grup di pasar modal dan meningkatkan kredibilitas di mata investor institusional.

Dana segar dari Series C akan dialokasikan secara strategis untuk beberapa prioritas utama. Pertama, penguatan infrastruktur teknologi logistik. Waresix berencana meningkatkan kapabilitas platform digitalnya, termasuk pengembangan fitur berbasis data dan kecerdasan buatan (AI) untuk optimasi rute, prediksi permintaan gudang, manajemen inventori real-time, serta otomasi proses matching antara demand dan supply. Investasi di teknologi ini bertujuan mengurangi idle capacity, meminimalkan empty miles pada armada truk, dan meningkatkan utilisasi aset secara keseluruhan.

Kedua, ekspansi jaringan fisik dan operasional. Sebagian dana akan digunakan untuk memperluas jangkauan gudang dan armada di luar pulau Jawa, khususnya ke wilayah Indonesia Timur dan daerah-daerah dengan pertumbuhan e-commerce serta industri manufaktur yang tinggi. Perusahaan juga berkomitmen memperkuat layanan multimodal yang menggabungkan transportasi darat, laut, dan penanganan kargo khusus seperti cold chain.

Baca Juga: TransTRACK akan Mempercepat Ekspansi ke 10 Negara

Ketiga, peningkatan kualitas layanan dan standar operasional. Ini mencakup investasi pada sistem keamanan informasi (setelah sebelumnya meraih ISO 27001:2022), pelatihan tenaga kerja, serta penguatan kemitraan dengan transporter dan pemilik gudang agar standar kualitas tetap konsisten di seluruh jaringan. Selain itu, dana akan mendukung working capital untuk mengakomodasi pertumbuhan volume kargo yang semakin besar seiring pemulihan ekonomi dan meningkatnya aktivitas perdagangan digital.

Keempat, konsolidasi dan sinergi dengan anak usaha. Setelah BSA Logistics go public, Waresix akan memanfaatkan dana untuk memperkuat integrasi operasional antar entitas dalam grup, menciptakan efisiensi skala yang lebih besar, dan mempercepat pengembangan produk logistik terintegrasi.

Andree Susanto, Founder & CEO Waresix, menekankan bahwa pendanaan ini bukan hanya soal pertumbuhan volume, melainkan soal membangun fondasi jangka panjang. “Kami percaya masa depan logistik di Asia Tenggara adalah platform yang terhubung, otonom, dan cerdas. Dengan dukungan investor yang solid seperti Granite Asia, East Ventures, dan Jungle Ventures, kami semakin siap mewujudkan visi tersebut sambil terus memberikan nilai nyata bagi klien dan mitra kami,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Keberhasilan Waresix menutup Series C di tengah kondisi pendanaan startup yang lebih selektif menunjukkan bahwa investor masih bersedia menaruh modal besar pada perusahaan yang memiliki unit economics sehat, rekam jejak operasional kuat, dan visi yang jelas.

Baca Juga: Lima Tahun Beroperasi, Shipper Konsisten dengan Strategi Inovasi Logistik dan Pergudangan Digital

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI