Techverse.asia - Sekelompok mahasiswa Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengembangkan unit usaha kreatif yang berfokus pada jasa penyedia konten visual dan agensi kreatif. Usaha yang di-branding dengan nama Sutoori Production ini melayani berbagai kebutuhan media digital seperti fotografi, videografi, desain grafis, hingga animasi.
Chief Executive Officer (CEO) Sutoori Production Irham Maulana Johani menjelaskan bahwa pemilihan nama agensi kreatifnya memiliki filosofi tersendiri. Ia mengungkapkan bahwa nama Sutoori diambil dari bahasa Inggris ‘story’ yang berarti cerita, namun dilafalkan dengan logat Jepang.
Baca Juga: Recompound Hadirkan Personal CIO, Bantu Ambil Keputusan di Pasar Modal
“Nama ini awalnya dipilih karena kami ingin mengabadikan momen dan menyimpan cerita melalui karya-karya kami,” kata Irham yang juga mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Sekolah Vokasi IPB University kami kutip, Kamis (11/6/2026).
Sutoori Production menawarkan layanan pembuatan buku tahunan, profil perusahaan, dokumentasi acara, jasa foto wisuda, hingga desain identitas merek dan logo. Startup ini juga merambah bidang animasi melalui motion graphics untuk kebutuhan iklan brand.
“Target kami adalah sekolah, perguruan tinggi, dan pelaku bisnis sebagai pasar kami,” terangnya.
Sebagai startup agensi kreatif yang baru lahir, Irham mengakui adanya kompetitor yang memiliki target pasar serupa. Kendati demikian, ia mengklaim Sutoori Production memiliki keunggulan layanan yang jauh lebih fleksibel dan harga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Baca Juga: Ruang Halal: Startup Asal Purworejo yang Bergerak di Bidang Ekonomi Halal
“Kami sudah mengerjakan projek pembuatan buku tahunan salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), foto wisudawan IPB University, dan company profile salah satu pasangan calon untuk organisasi di Universitas Indonesia. Kami juga pernah mengerjakan desain lanyard dan logo sebuah produk,” imbuhnya.
Sutoori Production juga menyediakan wadah bagi mahasiswa lain untuk menyalurkan bakat kreatif mereka. “Kami ingin mengajak teman-teman untuk memperluas jangkauan skill di luar program studi agar peluang karier ke depannya lebih luas dan tidak hanya terpaku pada satu bidang saja,” ujarnya.
Perjalanan Sutoori Production semakin mantap setelah mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Karier, Kewirausahaan dan Hubungan Alumni (DPKKHA) IPB University. Program ini memberikan wawasan sekaligus dukungan bantuan dana hibah.
Baca Juga: MetaSeaco: Startup Binaan UGM Sukses Masuk 3 Besar di Ajang Pertamuda
Dalam menjalankan bisnisnya, Irham dibantu dengan tim solid dengan latar belakang studi yang sangat mendukung keberlangsungan usaha kreatif yang bertransformasi dari hobi tersebut.
Selain Irham, kru Sutoori Production lainnya ialah Bunga Azelia sebagai Chief Financial Officer, Reffy Rizky Ikman Rizaldi sebagai Chief Operating Officer dan Director of Photography, Saskia Salsabila sebagai Chief Marketing Officer dan Social Media Manager, Khinanti Angelita Puteri sebagai Director of Graphic Design, dan Ario Elnino sebagai Social Media Manager sekaligus Photography Crew.
Di sisi lain, sebanyak 75 tim yang terdiri atas 38 tim pengembangan inovasi dan 37 tim startup memperoleh pendanaan dan pendampingan melalui program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) IPB 2026 Batch 1.
Baca Juga: Jadi Pemenang HK Tech 300, Inspirasien Raih Pendanaan Senilai Rp2 Miliar
Program ini menjadi langkah percepatan hilirisasi hasil riset dan pengembangan startup berbasis teknologi di lingkungan kampus IPB. Pada Selasa (9/6/2026) kemarin, para penerima hibah mengikuti Penandatanganan Kontrak dan Workshop Penyusunan Action Plan, Output, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), bertempat di IPB International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.
“Penandatanganan kontrak merupakan simbol komitmen antara institusi, peneliti, dan usaha rintisan untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,”ujar Rektor IPB Alim Setiawan Slamet.