Techverse.asia - Casio pada bulan kemarin telah resmi mengumumkan jam tangan seri GWRB3000 untuk lini G-SHOCK Gravitymaster, yang mencakup tiga model berbeda yakni GWRB3000, GWRB3000B, dan GWRB3000A.
Koleksi terbaru ini terinspirasi oleh kekuatan dahsyat jet yang menembus penghalang suara, memadukan desain bernuansa penerbangan, konstruksi canggih, dan teknologi inovatif untuk menahan tekanan ekstrem yang terjadi saat penerbangan berkecepatan tinggi.
Baca Juga: Indonesia Melaju ke Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Esports Nations Cup 2026 Lewat Undangan
Sebagai tantangan baru dari G-SHOCK, seri Gravitymaster GWRB3000 dilengkapi dengan teknologi Tough MVT 2 (Tough Movement Version 2), yang membawa ketahanan khas G-SHOCK ke tingkat yang lebih tinggi.
Selain konstruksi hybrid mount, penyesuaian posisi jarum otomatis (auto-hand home positioning), dan tenaga surya, mekanisme penggerak (movement) ini kini mencakup dua hal.
Pertama, deteksi guncangan atau shock detection. Ini mendeteksi benturan keras dan melindunginya dengan mengoreksi posisi jarum melalui satu putaran penuh guna memastikan akurasi yang konsisten.
Kedua, Magnetic Field Detection yang dapat mendeteksi gangguan magnetik yang kuat dan menghentikan pergerakan jarum hingga gangguan berlalu, lalu melanjutkan pergerakan ke waktu yang tepat dan akurat.
Baca Juga: Casio G-SHOCK Luxe Black Punya 4 Model, Serba Hitam
Untuk mewujudkan struktur dual hollow yang inovatif, Casio G-SHOCK menerapkan optimasi topologi, sebuah metode simulasi untuk menentukan bentuk struktural ideal berdasarkan kondisi tekanan.
Dengan menganalisis dampak jatuh, gaya sentrifugal, dan getaran, para insinyur menyempurnakan desain melalui simulasi berulang untuk menciptakan struktur yang memadukan peredam kejut berbahan resin dengan casing pelindung logam, sehingga menghasilkan integritas struktural yang lebih baik sekaligus mempertahankan desain yang ringan dan elegan.
Setiap elemen Gravitymaster baru ini dirancang dengan cermat, mulai dari konstruksi pelindungnya hingga pemilihan material yang teliti. Seri G-SHOCK GWRB3000 menampilkan struktur carbon core guard yang menggunakan resin berpenguat serat karbon untuk melindungi modul sekaligus meningkatkan ketahanan dan kenyamanan.
Baca Juga: Bremont Hadirkan Jam Tangan Edisi Supernova Hawking, Terinspirasi dari Ilmuwan
Gravitymaster baru juga ini telah dilengkapi dengan kaca kristal safir dengan lapisan anti-pantul untuk mengurangi silau dan meningkatkan keterbacaan di berbagai kondisi lingkungan.
Dial dengan tampilan super matte yang dibuat menggunakan teknologi fabrikasi mikro canggih meminimalkan pantulan cahaya, sementara desain tenaga surya yang terintegrasi di dalam dial memungkinkan permukaan dial yang utuh tanpa mengorbankan efisiensi daya.
Gravitymaster baru ini juga menyertakan komponen resin berbasis hayati (bio-based resin) yang netral karbon, mencerminkan upaya berkelanjutan Casio G-SHOCK untuk mengintegrasikan material yang lebih ramah lingkungan ke dalam desainnya.
Jam tangan Gravitymaster terbaru ini pun dilengkapi dengan teknologi utama G-SHOCK, termasuk ketahanan terhadap guncangan, Triple G Resist (tahan terhadap guncangan akibat jatuh, gaya sentrifugal, dan getaran), struktur carbon core guard, struktur dual hollow, konektivitas Bluetooth, serta kendali radio.
Baca Juga: G-SHOCK MRG-BF1000EB Terinspirasi Fenomena Alam Langka di Laut Kutub
Fitur lainnya mencakup fungsi penunjuk waktu, sistem tenaga tough solar, deteksi guncangan, deteksi medan magnet, serta kristal safir dengan lapisan anti-pantul.
Casio G-SHOCK Gravitymaster GWRB3000 hadir dalam tiga desain berbeda: GWRB3000 dengan bezel Black IP seharga US$880 (Rp12,25 juta), GWRB3000B bezel perak seharga US$1.100 (Rp15,3 jutaan), dan GWRB3000A bezel Blue IP seharga US$990 (Rp13,78 juta).
Setiap model jam tangan tersebut menampilkan karakter koleksi yang terinspirasi dari dunia penerbangan melalui sentuhan akhir bezel yang unik, rekayasa teknis yang canggih, dan desain yang elegan.
Baca Juga: Tuku x Casio Adakan Program Timeless Companion, Cuma Ada di Jabodetabek