Warga Korea Selatan Meninggal Karena Infeksi Naegleria Fowleri, Si Amoeba Pemakan Otak

Uli Febriarni
Senin 02 Januari 2023, 11:47 WIB
sejumlah kultur trofozoit dari cairan cerebrospinal milik pasien dengan primary amebic meningoencephalitis (PAM), dilihat menggunakan mikroskop kontra fase / CDC

sejumlah kultur trofozoit dari cairan cerebrospinal milik pasien dengan primary amebic meningoencephalitis (PAM), dilihat menggunakan mikroskop kontra fase / CDC

Akhir tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2022, negara Korea Selatan menyatakan bahwa mereka mendapatkan satu kasus infeksi amoeba pemakan otak, atau yang dalam istilah medis dikenal dengan Naegleria fowleri.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea atau Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) mengungkap, ada riwayat perjalanan ke Thailand selama empat bulan yang dilakukan oleh pasien itu, sebelum ia dinyatakan terjangkit infeksi amoeba pemakan otak.

NDTV mengungkap, lelaki berusia 50 tahun itu kemudian dinyatakan meninggal dunia pada 21 Desember 2022, setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

Tim rumah sakit yang menangani pasien ini menjelaskan, sang pasien mengalami sejumlah keluhan mirip meningitis, saat mendatangi instalasi gawat darurat. Keluhan itu antara lain sakit kepala, demam, muntah, bicara cadel, leher kaku.

Kematian pasien dinyatakan akibat amoeba mematikan, usai dilakukan pengujian genetik pada tiga infeksi berbeda, yang menyebabkan Naegleria fowleri.

Hasil pengujian mengungkap, tubuh laki-laki itu mengandung gen yang 99,6% identik dengan gen yang ditemukan pada pasien meningitis, yang telah dilaporkan ke luar negeri.

Apa Itu Naegleria fowleri? 

Center for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, mengatakan bahwa, Naegleria fowleri adalah amoeba (organisme hidup bersel tunggal) yang hidup di tanah dan air tawar yang hangat, misalnya danau, sungai, dan mata air panas.

Naegleria tidak bisa hidup di air asin, tidak dapat bertahan di kolam renang yang dirawat dengan baik atau air perkotaan yang dirawat dengan baik.

Kita tidak akan terinfeksi, bila meminum air yang terkontaminasi amoeba Naegleria. Tapi, ketika air yang terkontaminasi amoeba jenis ini masuk ke dalam hidung, mereka akan naik ke otak dan menyebabkan infeksi.

CDC menyebut hanya sekitar tiga orang di Amerika Serikat yang terinfeksi setiap tahun, tetapi infeksi ini biasanya berakibat fatal. 

Laman IFL Science mengungkap bahwa makanan normal Naegleria bukanlah otak manusia, melainkan organisme lain seperti bakteri, yang ditemukan di sedimen sungai dan danau. Dan ketika mereka pada akhirnya menginfeksi ke dalam tubuh manusia, amoeba ini memilih otak sebagai makanan mereka. 

Nagleria Punya Tiga Fase Kehidupan

Kita perlu terlebih dahulu mengenali tahap kehidupan si amoeba. Mulai dari kista, trofozoit, dan flagelata.

Saat masih berada dalam tahap kista, amoeba ini sangat kuat dan dapat menahan kondisi yang sangat keras. Mereka diketahui dapat bertahan jika air menjadi dingin atau membeku, atau jika air mengering selama beberapa bulan. Amoeba yang masih dalam fase kista, dapat hidup di tanah atau debu.

Tahap flagela adalah fase saat amoeba ini menjadi perenang cepat dan hanya terjadi jika sumber makanan berkurang. Mereka akan kembali menjadi trofozoit ketika kondisinya lebih menguntungkan mereka.

Ini dia tahap bentuk amoeba yang berbahaya bagi manusia. Ketika amoeba memasuki tahap trofozoit, mereka bisa bereplikasi dengan pembelahan biner.

Bagaimana Naegleria fowleri Menginfeksi Otak Manusia?

Masih bersumber laman yang sama, diketahui cara yang bisa membawa amoeba ke jaringan hidung adalah lewat berenang, bermain rekreasi, menyelam ke sumber air yang terinfeksi.

Laman CDC juga mengungkap, potensi sama bisa terjadi bagi seseorang yang terbiasa melakukan aktivitas mencuci hidung (nasal) menggunakan air segar. Baik itu dalam konteks pembersihan biasa maupun reliji, seperti yang dipraktikan dalam Yoga, Ayurveda, wudu dalam keyakinan Islam. 

Meminum air yang terkontaminasi amoeba ini tidak akan menularkannya. Termasuk juga uap air, tetesan aerosol, kontak manusia ke manusia.

Jadi, begitu amoeba Naegleria fowleri yang berbentuk trofozoit masuk ke dalam hidung, mereka akan menembus jaringan hidung, berjalan ke pelat kribiform (bagian dari tengkorak, awal dari bagian rongga mata). Selanjutnya trofozoit bermigrasi ke otak melalui saraf penciuman.

Begitu berada di otak, Naegleria dapat dengan berkembang, tumbuh, makan dan menyebar ke seluruh organ.

"Bagian makan inilah yang menyebabkan masalah paling banyak: Mereka menelan sel, dan ini menyebabkan perdarahan dan kematian jaringan," tulis laman IFL Science.

Bagaikan sebuah 'prasmanan', proses amoeba ini memakan otak juga akan menyebabkan respon peradangan yang sangat besar. Itu kemudian membuat sel darah putih menabrak situs (area) tersebut.

Peristiwa ini menyebabkan otak membengkak dan tekanan tengkorak meningkat. Efeknya bisa disebut meningoensefalitis amuba primer (PAM), koma. Kematian pasien dapat terjadi segera setelahnya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno01 Mei 2026, 18:29 WIB

China Blokir Pembelian Meta terhadap Startup Manus, Ada Apa?

Otoritas setempat memblokir kesepakatan Manus senilai US$2 miliar milik Meta setelah penyelidikan berbulan-bulan.
Meta (Sumber: Wikimedia)
Techno01 Mei 2026, 18:15 WIB

TikTok Go by Tokopedia Bantu Dorong Bisnis Dine-in dan Kreator

TikTok GO by Tokopedia memperkuat sinergi antara konten, komunitas, dan aktivitas bisnis.
TikTok Go. (Sumber: istimewa)
Techno01 Mei 2026, 17:46 WIB

Shutterstock Memperluas Solusi AI Generatif Komersial dengan AI Video Generator

Sistem kreatif terintegrasi di mana konten premium dan AI berkonvergensi untuk menghasilkan output berkualitas tinggi yang dapat dilisensikan.
Video generator milik Shutterstock. (Sumber: Shutterstock)
Techno01 Mei 2026, 17:36 WIB

Colorful Luncurkan 2 Motherboard Battle-Ax Terbaru dengan Wi-Fi 7

Konektivitas Wi-Fi 7 untuk latensi lebih rendah dan koneksi lebih stabil.
Colorful B860M dan B870M Series. (Sumber: istimewa)
Techno01 Mei 2026, 17:08 WIB

Hollyland Melo P1, Studio Nirkabel yang Dirancang untuk Kreasi Audio Cepat

Set ini terdiri dari mikrofon, mixer, earphone, dan remote control.
Hollyland Melo P1.
Techno01 Mei 2026, 16:38 WIB

Saramonic WiTalk9 X: Sistem Interkom Nirkabel Ringan dengan Desain Modular

Desain modular pertama di industri untuk fleksibilitas maksimal.
Saramonic WiTalk9 X. (Sumber: Saramonic)
Techno01 Mei 2026, 15:54 WIB

DJI Menghadirkan Mikrofon Nirkabel Mic Mini 2 Baru, Intip Speknya

Mikrofon nirkabel ringkas DJI dilengkapi penutup depan berwarna-warni untuk menyesuaikan dengan gaya apa pun.
DJI Mic Mini 2. (Sumber: DJI)
Automotive30 April 2026, 17:45 WIB

Hyundai IONIQ V Dipamerkan di Auto China 2026, Daya Jelajah Sampai 600 Km

Tiongkok diposisikan sebagai pusat strategis untuk inovasi EV dan daya saing global.
Hyundai IONIQ V.
Automotive30 April 2026, 17:16 WIB

Toyota Alphard Hybrid Kini Didukung Welcab Access Seat

Tambahan ini bermanfaat guna memberikan pengalaman yang nyaman bagi keluarga tercinta.
Toyota Alphard Hybrid EV. (Sumber: Toyota)
Techno30 April 2026, 16:52 WIB

Motorola Edge 70 Pro Debut Global, Pakai Cip Dimensity 8500 Extreme

Motorola meluncurkan Edge 70 Pro yang ramping dan modis serta pendekatan desain Collections by Motorola yang baru.
Motorola Edge 70 Pro. (Sumber: Motorola)