Polio Kembali Jadi Momok Di Indonesia: Imunisasi Harus Kembali Digencarkan, Waspada Lingkungan Bersanitasi Buruk

Uli Febriarni
Sabtu 26 November 2022, 16:37 WIB
vaksin / freepik

vaksin / freepik

Pemerintah Republik Indonesia beberapa waktu lalu menetapkan polio sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal tersebut dilakukan usai adanya temuan satu kasus baru polio di Desa Mane, Kabupaten Pidie, Aceh.

Pakar Kesehatan Anak Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A (K)., mengatakan munculnya kembali kasus polio di Indonesia dikarenakan rendahnya cakupan imunisasi. Salah satunya dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang menjadikan masyarakat takut keluar rumah dan enggan mendatangi layanan kesehatan.

"Kasus polio ini terjadi karena cakupan vaksin yang rendah. Sehingga jadi pembelajaran untuk semuanya bersama-sama meningkatkan cakupan vaksin polio sebagai pencegahan. Terutama provinsi yang teridentifikasi dengan cakupan vaksin yang tidak terlalu tinggi," kata dia, dikutip dari laman universitas, Sabtu (26/11/2022).

Ida mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko penyebaran virus polio. Penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen (lumpuh layu) pada anak yang belum mendapatkan vaksin. Oleh sebab itu, peningkatan cakupan vaksinasi menjadi sangat penting. 

Ida menjelaskan, imunisasi polio di Indonesia saat ini menggunakan jenis vaksin polio tetes yakni Bivalent Oral Polio Vaccine (BOPV). Vaksin tersebut ditujukan untuk mencegah virus polio tipe 1 dan 2. Lalu pemberian vaksin BOPV dikombinasikan dengan Inactivated Polio Vaccine (IPV) dalam bentuk sediaan injeksi dan diikuti booster.

"Pemberian vaksin BOPV dikombinasikan dengan IPV dan booster diharapkan bisa meningkatkan antibodi terhadap virus polio 2, dengan syarat cakupannya tinggi," terangnya. 

Dosen bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM ini, menekankan pentingnya eduksi bagi masyarakat terkait manfaat vaksin polio serta bahaya dari penyakit tersebut.

Peningkatan pemahaman akan pentingnya vaksin polio tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Namun ia mendorong semua pihak, seperti tokoh masyarakat, pemuka agama, pendidik, dan lainnya untuk turut terlibat dalam mengedukasi masyarakat.

"Penting untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Vaksinasi telah terbukti bisa mencegah banyak penyakit dan menekan risiko kematian," tandasnya.

Mengenal Polio

Virus Polio adalah Virus yang termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.

Dalam laman Kementerian Kesehatan RI dituliskan, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin/sabin, Virus polio liar/WPV (Wild Poliovirus) dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan virus polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Banyak Menyerang Anak-anak Di Bawah 5 Tahun

Polio dapat menyerang pada usia berapapun, tetapi polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun.

Pada awal abad ke-20, polio adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di negara-negara industri, melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun. Pada 1950-an dan 1960-an, polio telah terkendali dan praktis dihilangkan sebagai masalah kesehatan masyarakat di negara-negara industri. 

Masih dikutip dari laman yang sama, pada 1988, sejak Prakarsa Pemberantasan Polio Global dimulai, lebih dari 2,5 miliar anak telah diimunisasi polio

Masa Inkubasi Virus Polio

Masa inkubasi virus polio biasanya memakan waktu 3-6 hari, dan kelumpuhan terjadi dalam waktu 7-21 hari.

Kebanyakan orang terinfeksi (90%) tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Pada kondisi lain, gejala awal yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri di tungkai.

Gejala penderita polio dibagi menjadi tiga kelompok, seperti berikut:

  • Polio non-paralisis dapat mnyebabkan muntah, lemah otot, demam, meningitis, letih, sakit tenggorokan, sakit kepala serta kaki, tangan, leher dan punggung terasa kaku dan sakit
  • Polio paralisis menyebabkan sakit kepala, demam, lemah otot, kaki dan lengan terasa lemah, dan kehilangan refleks tubuh.
  • Sindrom pasca-polio menyebabkan sulit bernapas atau menelan, sulit berkonsentrasi, lemah otot, depresi, gangguan tidur dengan kesulitan bernapas, mudah lelah dan massa otot tubuh menurun.

Teknis Penyebaran Polio

Polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Ketika seorang anak terinfeksi virus polio liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. Virus ini kemudian terbuang ke lingkungan melalui feses.

Sementara itu, seperti kita tahu, feses dapat menyebar dengan cepat melalui komunitas, terutama dalam situasi kebersihan dan sanitasi yang buruk.

Virus tidak akan rentan menginfeksi dan mati bila seorang anak mendapatkan imunisasi lengkap terhadap polio. Polio dapat menyebar ketika makanan atau minuman terkontaminasi oleh feses.

Di sisi lain, hewan lalat yang kita kenal sebagai 'hewan kotor', juga dapat secara pasif memindahkan virus polio dari feses ke makanan.

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus polio tidak memiliki tanda-tanda penyakit dan tidak pernah sadar bahwa mereka telah terinfeksi. Orang-orang tanpa gejala ini membawa virus dalam usus mereka dan dapat 'diam-diam' menyebarkan infeksi ke ribuan orang lain.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno30 Juni 2026, 15:14 WIB

Bisa Main Gim 10 Jam Lebih, Realme P4x Pecahkan Rekor MURI

Ditenagai baterai jumbo, gawai ini membuktikan ketangguhannya lewat permainan MOBA ranked selama 10 jam tanpa henti bersama pro player legends RRQ.
Realme P4x pecah rekor main gim MOBA selama 10 jam. (Sumber: ist)
Startup30 Juni 2026, 14:04 WIB

Startup Orionex Mewakili Indonesia dalam Startup Grind Global Conference 2026

Usaha rintisan ini dipimpin oleh mantan alumni DTETI FT UGM.
CEO Orionex Bellatrix Gracia Antameng. (Sumber: Dok. Bellatrix)
Techno30 Juni 2026, 13:34 WIB

Norwegia Larang Siswa SD Pakai AI Generatif, Ada Apa?

Langkah ini menyusul larangan penggunaan ponsel pintar dan tablet di ruang kelas.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)
Lifestyle29 Juni 2026, 17:45 WIB

Loreal dan Shopee Gelar House of Beauty Hyper Brand Day

Keduanya menyatukan 13 brand legendaris Loreal di Shopee Mall.
Loreal x Shopee. (Sumber: ist)
Techno29 Juni 2026, 17:01 WIB

Oppo Enco Air 5S: Earbud Semi-in-Ear Pertamanya Resmi Dilansir

Bobot earbud ini sangat ringan cuma 3,9 gram saja.
Oppo Enco Air 5S. (Sumber: Oppo)
Startup29 Juni 2026, 16:47 WIB

Floq Jalin Kolaborasi dengan Sejumlah Perusahaan Aset Digital

‘The Genesis’ Babak Baru FLOQ Perkuat Ekosistem Aset Digital.
Floq. (Sumber: ist)
Techno29 Juni 2026, 15:55 WIB

Apple Menaikkan Harga Sebagian Besar Perangkat Kerasnya, Berapa?

Meski begitu, sejauh ini produk iPhone dan AirPods belum terdampak kenaikan harga RAM.
MacBook Neo.
Lifestyle29 Juni 2026, 15:10 WIB

Anime Kagurabachi akan Tayang di Crunchyroll Mulai April 2027

Serial Baru dari Kreator Takeru Hokazono Akan Tayang Perdana di Crunchyroll.
Kagurabachi. (Sumber: Crunchyroll)
Techno29 Juni 2026, 14:54 WIB

Oppo Memperkenalkan Reno 16 Series, Punya Desain Planet Pop 3D

Peluncuran tiga ponsel ini berkolaborasi bersama idol K-pop Babymonster.
Oppo Reno 16 Series Pop White. (Sumber: Oppo)
Hobby27 Juni 2026, 18:35 WIB

Sony Alpha Festival 2026: Satukan Teknologi, Kreativitas, dan Komunitas Kreator

Acara ini menghadirkan pengalaman digital imaging yang lebih interaktif melalui experience zone, workshop, talkshow, dan photo walk.
Sony Alpha Festival 2026. (Sumber: istimewa)