Super Flu Mulai Masuk Indonesia, Varian Baru Influenza A

Rahmat Jiwandono
Kamis 08 Januari 2026, 16:10 WIB
Ilustrasi orang terkena super flu. (Sumber: freepik)

Ilustrasi orang terkena super flu. (Sumber: freepik)

Techverse.asia - Munculnya istilah super flu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Indonesia. Penyakit ini dilaporkan telah menyebar secara global dan mulai terdeteksi di Tanah Air.

Meski disebut “super”, virus ini sejatinya masih berasal dari keluarga influenza yang telah lama dikenal, namun memiliki karakteristik varian baru yang perlu diwaspadai.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr. Farindira Vesti Rahmasari menjelaskan bahwa istilah super flu merujuk pada varian baru virus influenza yang pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat (AS).

Varian ini dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Agustus 2025 dan sejak itu menyebar ke berbagai negara. Penyakit super flu ini sebenarnya merupakan varian lain dari virus influenza yang sudah lama kita kenal.

“Virus ini termasuk influenza tipe A dengan subtipe H3N2, tetapi yang membedakan adalah munculnya subklade baru, yakni K, yang sebelumnya belum banyak ditemukan,” ujar dia, Kamis (8/1/2025).

Baca Juga: Cole Haan Grand Pro Tennis 2.0, Sepatu Kets Ringan Seharga Rp2 Jutaan

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah melaporkan temuan kasus super flu. Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus terkonfirmasi, meski jumlah tersebut belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti yang terjadi di sejumlah negara lain.

Menurut dr. Farindira, kemunculan varian baru influenza merupakan proses alamiah akibat mutasi virus. Mutasi tersebut dapat terjadi melalui perubahan genetik kecil yang dikenal sebagai antigenic drift, maupun melalui pertukaran materi genetik antarvirus yang berasal dari manusia dan hewan.

“Selain faktor mutasi, kondisi pascapandemi Covid-19 juga berkontribusi terhadap meningkatnya penyebaran influenza. Selama pandemi, paparan virus influenza relatif menurun. Setelah pembatasan dicabut, virus ini kembali menyebar lebih luas dan cepat,” terangnya.

Secara klinis, super flu menunjukkan gejala yang mirip dengan influenza pada umumnya, tetapi dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Pasien dapat mengalami demam tinggi, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, serta durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa.

Baca Juga: Demam dan Berkeringat Bukan Pertanda Tubuhmu Membaik

“Gejalanya hampir sama, tetapi cenderung lebih berat. Demam bisa tinggi, nyeri otot lebih terasa, tubuh sangat lemas, dan masa pemulihan bisa berlangsung lebih dari dua minggu. Risiko komplikasinya juga lebih besar,” katanya.

Adapun kelompok rentan seperti para lanjut usia atau lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan gangguan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat akibat infeksi ini.

Sebagai langkah pencegahan, Farindira menekankan pentingnya vaksinasi influenza untuk menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi. Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi kunci utama.

“Gunakan masker saat sakit, terapkan etika batuk dan bersin, rajin mencuci tangan, istirahat yang cukup, serta jaga daya tahan tubuh. Kebiasaan ini penting untuk mencegah penularan dan melindungi kelompok rentan,” katanya.

Baca Juga: Sedang Demam Apakah Boleh Mandi? Jawabannya, Boleh

Dilansir dari data Kemenkes per Desember kemarin, setidaknya tercatat sudah ada 62 kasus super flu yang terkonfirmasi lewat pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS). Super flu yang pertama kali masuk ke Tanah Air sejak Agustus 2025, sekarang sudah menyebar di delapan provinsi.

Sedikitnya ada tiga provinsi dengan jumlah kasus super flu paling banyak yang meliputi Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jatim), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar kasus ditemukan pada kelompok usia anak-anak dan perempuan.

Kendati demikian, jumlah kasus super flu tersebut menurut para ahli kesehatan kemungkinan besar cuma merupakan fenomena gunung es. Sebab, mengingat surveilans genomik yang masih terbatas, jumlah kasus super flu sendiri di masyarakat diprediksi jauh lebih banyak dari yang tercatat secara resmi.

Baca Juga: Jangan Sampai Anak Terkena Penyakit Thalassemia, Ini Gejala yang Biasanya Muncul

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkait Berita Terkini
Techno23 Juli 2026, 09:19 WIB

Garmin Cirqa Smart Band Resmi Meluncur Global, Engga Perlu Langganan

Gelang pintar ini tersedia dalam tujuh pilihan warna.
Garmin Cirqa. (Sumber: Garmin)
Automotive22 Juli 2026, 19:36 WIB

IMX Hub Bandung Dipadati Para Penghobi Kolektor Hot Wheels-Pokemon

Hari Pertama ‘Collector Garage’ telah Sukses Digelar.
Diorama IMX Hub. (Sumber: ist)
Techno22 Juli 2026, 16:29 WIB

Signal Ring Meluncurkan Pelacak Tekanan Darah Tanpa Manset Pertama di Dunia

Perangkat pengukur tekanan darah portabel inovatif yang bekerja dengan lancar dalam aktivitas harian Anda.
Signal Ring. (Sumber: ist)
Automotive22 Juli 2026, 15:51 WIB

New Toyota Hilux Dibekali Mesin 1GD dan Tampilannya Lebih Garang

Desain Lebih Gagah dan Fitur Lebih Advanced untuk Kualitas Berkendara yang Lebih Baik.
New Toyota Hilux. (Sumber: toyota)
Techno22 Juli 2026, 15:50 WIB

XLSmart x Google Hadirkan Paket Plus, Bisa Akses Aplikasi Gemini

Layanan ini berlaku bagi pengguna XL, Axis, maupun Smartfren dengan kriteria masing-masing.
Google.
Lifestyle22 Juli 2026, 12:22 WIB

Goblin Jadi Nomor 1 di Viu, Empat Pemainnya Kuasai Fundex

Para bintang Goblin merajai Korea selama sepekan dan teratas di Indonesia.
Poster Guardian: The Lonely and Great God 10th Anniversary. (Sumber: dok. viu)
Techno22 Juli 2026, 12:20 WIB

Jazz Hipster Umumkan 3-Way Bookshelf Speaker, Respons Lebih Mendalam

Memadukan Desain Sealed-Box Ringkas, Respons Bas 30 Hz, Arsitektur 3-Way, dan Konektivitas Digital Modern.
Jazz Hipster. (Sumber: istimewa)
Lifestyle22 Juli 2026, 10:11 WIB

Trailer Avengers: Doomsday, Doctor Doom Bertarung Melawan MCU, X-Men dan Avengers

Meski baru akan ditayangkan akhir tahun ini, tapi hype-nya semakin terasa.
Doctor Doom muncul di trailer pertama Avengers: Doomsday. (Sumber: marvel)
Techno22 Juli 2026, 10:06 WIB

Samsung Galaxy Card Resmi Hadir di Amerika Serikat

Kartu kredit pertama dari jenisnya untuk Samsung, menawarkan hadiah uang tunai untuk setiap pembelian.
Samsung Galaxy Card. (Sumber: Samsung)
Culture21 Juli 2026, 20:00 WIB

Nuanu Kolaborasi dengan Kolektif Seni Independen, Perluas Program Seni Kekinian

Repetisi Memori dan Lucid Dreams menghadirkan dua pameran independen yang berlangsung bersamaan di Labyrinth Art Gallery.
Nuanu Creative City. (Sumber: dok. nuanu)