Update Film Oppenheimer, Christopher Nolan Sukses Bikin Ledakan Seperti Nuklir Tanpa CGI

Rahmat Jiwandono
Selasa 13 Desember 2022, 20:25 WIB
Poster Film Oppenheimer

Poster Film Oppenheimer

Techverse.asia - Christopher Nolan mengungkapkan kepada majalah Total Film bahwa dia menciptakan kembali peledakan senjata nuklir pertama tanpa efek CGI sebagai bagian dari produksi film barunya yaitu Oppenehimer. Film ini dibintangi oleh kolaborator lama Nolan, Cillian Murphy sebagai J. Robert Oppenheimer, tokoh terkemuka Proyek Manhattan dan pembuat bom atom selama Perang Dunia II.

Seperti diketahui bahwa Nolan selalu menyukai efek praktis daripada VFX, yang terakhir adalah dia bahkan meledakkan pesawat Boeing 747 asli untuk film Tenet pada 2020 kemarin. Jadi tidak mengherankan jika dia mengambil cara praktis ketika tiba waktunya untuk memfilmkan ledakan senjata nuklir.

“Saya pikir membuat ulang uji Trinity (peledakan senjata nuklir pertama, di New Mexico) tanpa menggunakan grafik komputer merupakan tantangan besar yang harus dihadapi,” kata Nolan dikutip Techverse.asia dari Total Film, Selasa (13/12/2022). 

Ia mengatakan, semua tahap dilakukan untuk bisa melakukan uji coba ledakan yang menyerupai nuklir aslinya, pihaknya mempelajari mengenai dinamika kuantum, fisika kuantum, hingga Trinity. Dari riset yang sudah dilakukan maka hal itu pun dapat terealisasi.  

“Andrew Jackson, pengawas efek visual saya, saya mengajaknya sejak awal,  sedang melihat bagaimana kami dapat melakukan banyak elemen visual film secara praktis, mulai dari merepresentasikan dinamika kuantum dan fisika kuantum hingga pengujian Trinity itu sendiri, hingga menciptakan kembali , dengan tim saya, Los Alamos berada di mesa di New Mexico dalam cuaca yang luar biasa, banyak yang dibutuhkan untuk pembuatan film, dalam hal kondisi yang sangat keras di luar sana, ada tantangan praktis yang sangat besar,” ujarnya. 

Baca Juga: Sinopsis Film Oppenheimer Karya Christopher Nolan: Ilmuwan Pembuat Bom Atom yang Hancurkan Hiroshima dan Nagasaki

Nolan kemudian menyebut film Oppenheimer sebagai cerita dengan ruang lingkup dan skala yang sangat besar. Ia menambahkan, ini adalah salah satu proyek paling menantang yang pernah ia tangani dalam hal skalanya, dan dalam hal menghadapi luasnya kisah Oppenheimer. Ada tantangan logistik yang besar, tantangan praktis yang besar.

“Tapi saya memiliki kru yang luar biasa, dan mereka benar-benar membantu untuk mewujudkannya. Ini akan memakan waktu lama sebelum kita selesai. Tapi yang pasti saat saya melihat hasilnya pas, dan saat saya menyusun filmnya, saya senang dengan apa yang telah dicapai tim saya,” paparnya. 

Sinematografer "Interstellar", "Dunkirk", dan "Tenet" Hoyte van Hoytema bersatu kembali dengan Nolan untuk "Oppenehimer", dan keduanya berhasil membuat IMAX membuat stok film jenis baru untuk mereka.

“Kami menantang orang-orang di Kodak photochem untuk membuat ini bekerja untuk kami dan mereka melakukannya. Untuk pertama kalinya, kami dapat merekam film IMAX dalam warna hitam-putih. Dan hasilnya mendebarkan dan luar biasa. Segera setelah Hoyte dan saya melihat tes pertama, kami baru tahu bahwa ini adalah format yang langsung kami sukai,” kata Nolan. 

Baca Juga: Todd Phillips Tampilkan Hari Pertama Syuting Film Joker: Folie À Deux

Sebagai informasi, film Oppenheimer dijadwalkan tayang tanggal 21 Juli 2023 mendatang. Oppenheimer mengisahkan tentang biopik seorang ilmuwan bom atom asal Amerika Serikat, Julius Robbert Oppenheimer. Nolan mengadaptasi kisah tersebut dari buku American Prometheus: The Triumph and Tragedy of J. Robert Oppenheimer yang ditulis oleh Kai Bird dan Martin J. Sherwin. 

Oppenheimer merupakan seorang ilmuwan dan profesor yang terpilih untuk memimpin Proyek Manhattan yang dibentuk secara rahasia di laboratorium Los Alamos di New Mexico. Dia mengamati tes Trinity di New Mexico, di mana bom atom pertama diledakkan pada Juli 1945. Sebulan kemudian, senjata tersebut digunakan dalam bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Apa yang jadi penemuannya telah menjadi senjata pemusnah massal. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno24 Maret 2026, 18:51 WIB

Apple WWDC26 akan Menyoroti Kemajuan Kecerdasan Buatan

Acara WWDC 2026 Apple dijadwalkan pada 8-12 Juni.
WWDC 2026. (Sumber: Apple)
Startup24 Maret 2026, 18:39 WIB

Cerita Tessa Wijaya dari Xendit Membangun Infrastruktur Pembayaran Global

Usaha rintisan di sektor teknologi finansial ini sudah merambah sampai ke Amerika Latin.
Pendiri startup Xendit Tessa Wijaya. (Sumber: AC Ventures)
Techno24 Maret 2026, 18:28 WIB

Omoway Umumkan Mobility One: Robot dengan Roda yang Serbaguna

Arsitektur yang Dikembangkan secara Mandiri Kini Hadir dengan Berbagai Potensi Skenario Penggunaan.
Omoway Mobility One. (Sumber: Omoway)
Lifestyle24 Maret 2026, 18:09 WIB

Trailer dan Visual Anyar The Beginning After The End Season 2

Anime ini diproyeksikan tayang perdana pada 1 April 2026 di Netflix.
The Beginning After The End Season 2. (Sumber: Crunchyroll)
Techno24 Maret 2026, 15:44 WIB

ASUS ROG Hadirkan 3 Monitor Gaming Strix OLED Terbaru

Monitor gaming QHD 27 inci berkualitas premium menghadirkan performa OLED terbaik dan visual yang menakjubkan.
ROG Strix OLED XG27AQDMG Gen2. (Sumber: ASUS)
Automotive24 Maret 2026, 15:29 WIB

Suzuki e EVERY: Mobil Van BEV Komersial Mini Mengaspal di Jepang

Mobil listrik cocok untuk dijalankan kendaraan operasional bisnis.
Suzuki e EVERY. (Sumber: Suzuki)
Techno24 Maret 2026, 15:15 WIB

Redmi 15 Dibanderol Mulai dari Rp2,29 Juta di Indonesia, Tersedia 3 Warna

Baterai disebut-sebut bisa bertahan selama dua hari.
Redmi 15. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle20 Maret 2026, 13:23 WIB

The Grand Outlet Karawang Hadirkan 100 Merek Terkenal

Surga belanja ini membawa konsep branded, original, affordable.
Pusat perbelanjaan The Grand Outlet Karawang, Jawa Barat. (Sumber: istimewa)
Techno20 Maret 2026, 12:55 WIB

Apple Mengakuisisi Perusahaan Software Pengeditan Video MotionVFX

MotionVFX menawarkan repositori online berisi efek visual dan grafis gerak untuk beberapa aplikasi pengeditan video.
MotionVFX.
Lifestyle19 Maret 2026, 16:34 WIB

H&M Ingin Membuat Pakaian dari Gas Karbon Dioksida

Agar program ini bisa terwujud, merek fesyen asal Swedia ini menggandeng startup bernama Rubi.
H&M. (Sumber: H&M)