Dampak Kredit Pajak di Amerika Serikat, BMW Bakal Bangun Pabrik Baterai untuk Kendaraan Listrik

Rahmat Jiwandono
Minggu 23 Oktober 2022, 16:17 WIB
BMW/seeklogo.com

BMW/seeklogo.com

Techverse.asia - BMW mengatakan akan membuat baterai untuk kendaraan listriknya atau electric vehicle (EV) di sebuah pabrik di Carolina Selatan dalam langkah terbaru oleh pembuat mobil besar untuk melokalisasi produksi EV di Amerika Serikat (AS). Perusahaan Jerman tersebut berencana untuk menginvestasikan anggaran sebesar $1,7 miliar di AS, termasuk $1 miliar untuk produksi EV di pabrik Spartanburg BMW dan $700 juta untuk fasilitas perakitan baterai baru di dekat Woodruff.

Pada tahun 2030, BMW mengatakan akan memiliki setidaknya enam model listrik yang diproduksi dalam negeri di AS. Mendirikan pabrik EV yang berbasis di AS akan memungkinkan jajaran kendaraan plug-in BMW yang akan datang memenuhi syarat untuk pajak kredit federal untuk EV.

Baca Juga: New Honda CBR 250RR Resmi Hadir di Yogyakarta, Segini Harganya

BMW mengatakan pihaknya bermitra dengan Envision AESC dalam rencananya untuk pabrik baterai khusus di Carolina Selatan. Perusahaan energi yang berbasis di Jepang akan memproduksi sel baterai lithium-ion bulat yang dirancang khusus untuk platform EV BMW generasi berikutnya. Ketika selesai, pabrik baterai akan memiliki kapasitas tahunan 30 gigawatt-hour (GWh).

BMW juga telah mengumumkan rencana untuk membangun fasilitas produksi EV di Eropa dan China untuk memenuhi permintaan pasar. Perusahaan saat ini memiliki beberapa model listrik untuk dijual, termasuk sedan i4 dan SUV iX adalah EV generasi kelima.

"Sel-sel baru akan memiliki kepadatan energi 20 persen lebih tinggi dan harus mengisi daya 30 persen lebih cepat daripada lithium-ion tegangan tinggi BMW saat ini, dan berencana untuk mengurangi emisi karbon dari produksi sel hingga 60 persen melalui penggunaan bahan daur ulang dan energi terbarukan yang lebih besar," keterangan dari BMW.

Pergeseran industri otomotif ke produksi EV dan kredit pajak yang baru disahkan telah menyebabkan adanya perubahan terhadap pabrik baterai baru di AS. Sebagian besar fasilitas baru akan berlokasi di negara bagian selatan, membuat beberapa orang menyebut wilayah itu sebagai "Sabuk Baterai".

Melokalisasi produksi baterai di AS penting bagi pembuat mobil yang ingin memenuhi syarat untuk kredit pajak $7.500 per kendaraan, yang mengharuskan EV dirakit di AS. Pembuat mobil asing telah menyatakan keprihatinan bahwa kredit pajak baru dapat mendiskriminasi perusahaan tanpa fasilitas manufaktur yang berbasis di AS, tetapi mereka juga mulai bergerak untuk melokalisasi produksi di AS. 

Baca Juga: 5 Tips Agar Kendaraan Terhindar dari Flat Spot

Ford mengatakan tiga pabrik baterai barunya akan memungkinkan kapasitas produksi 129GWh per tahun. General Motors merencanakan empat pabrik baterai baru di AS dengan LG Chem untuk total kapasitas tahunan 140GWh.

Sementara Volkswagen bertujuan untuk memiliki enam pabrik produksi sel baterai yang beroperasi di Eropa pada tahun 2030 dengan total 240GWh per tahun. Stellantis sedang merencanakan pabrik baru di Indiana, yang akan memiliki kapasitas produksi tahunan awal sebesar 23GWh. Hyundai dan Honda juga telah mengumumkan rencana pabrik yang berbasis di AS.

Secara global, produksi baterai diperkirakan akan tumbuh dari 95,3GWh pada 2020 menjadi 410,5GWh pada 2024, menurut GlobalData, sebuah perusahaan data dan analitik. Di sisi lain, pada Mei 2022, Departemen Energi AS mengumumkan akan menghabiskan dana hingga $3 miliar dollar untuk meningkatkan pembuatan baterai di AS. Namun, mungkin lebih konsekuensinya, pada Agustus pengesahan Undang-Undang Pengurangan Inflasi sekarang mengikat kredit pajak kendaraan listrik untuk produksi baterai lokal.

 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno14 Januari 2026, 20:04 WIB

LG Rilis UltraGear OLED GX7: Monitor Gaming dengan Dual Mode

LG UltraGear OLED GX7 adalah monitor gaming OLED LG yang paling terang hingga saat ini.
LG UltraGear OLED GX7. (Sumber: LG)
Startup14 Januari 2026, 19:54 WIB

Lagi, Atome Umumkan Pendanaan Utang Ratusan Juta Dolar

Untuk apa alokasi dana pinjaman yang mereka dapat?
Atome Financial (Sumber: istimewa)
Techno14 Januari 2026, 19:13 WIB

Nikon Luncurkan Nikkor Z 24-105MM F/4-7.1: Lensa Zoom 4,4x yang Ringan

Lensa Zoom dengan harga Terjangkau untuk Foto dan Video Sehari-hari.
Nikon Nikkor Z 24-105MM F/4-7.1. (Sumber: Nikon)
Travel14 Januari 2026, 18:44 WIB

Cek 5 Spot Air Siap Minum di Kawasan Malioboro Jogja, Gratis!

Langkah ini juga diharapkan dapat menekan penggunaan botol plastik minum sekali pakai.
Air siap minum sekarang tersedia di kawasan Malioboro. (Sumber: Pemkot Jogja)
Techno14 Januari 2026, 16:26 WIB

Acer Hadirkan 3 Monitor Gaming Baru, Cek Selengkapnya

Ketiganya akan dilluncurkan pada kuartal kedua 2026.
Acer Predator XB273U F6. (Sumber: Acer)
Automotive14 Januari 2026, 15:51 WIB

Segway Xaber 300 Dibanderol Hampir Rp90 Juta, Ada 3 Mode Daya

Spesifikasi lebih komplet tentang e-dirt bike ini belum banyak dibeberkan.
Segway Xaber 300. (Sumber: Segway)
Techno14 Januari 2026, 15:18 WIB

Apple Creator Studio: Aplikasi Edit Kreatif untuk iPhone, iPad, dan Mac

Apple meluncurkan paket aplikasi Creator Studio seharga Rp200 ribuan per bulannya
Apple Creator Studio. (Sumber: Apple)
Lifestyle14 Januari 2026, 14:44 WIB

Black Panther dan Fantastic Four Bersatu di Trailer Terakhir Avengers: Doomsday

Film Avengers: Doomsday diproyeksikan tayang akhir tahun ini.
Kemunculan Shuri/Black Panther dalam trailer teaser Avengers Doomsday, Selasa (13/1/2026). (Sumber: Marvel Studios)
Techno13 Januari 2026, 18:08 WIB

Lagu yang Didengarkan di Spotify Kini Langsung Muncul di Kolom Chat

Perusahaan ini juga menambahkan opsi request untuk music jam ke obrolan seluler.
Lagu yang diputar teman akan muncul di bagian obrolan. (Sumber: Spotify)
Techno13 Januari 2026, 17:18 WIB

JBL Hadirkan 4 Model Headphone Baru dari Lini Endurance

Seri Endurance selalu tentang performa tanpa batas.
JBL Endurance Zone. (Sumber: JBL)