Honda Gunakan Teknologi VR Untuk Pengembangan Produk

Uli Febriarni
Kamis 02 Februari 2023, 16:13 WIB
laboratorium VR Honda (Sumber : HONDA)

laboratorium VR Honda (Sumber : HONDA)

Virtual reality adalah teknologi yang mampu membangkitkan suasana 3D, sehingga membuat penggunanya yang sedang berada di dunia maya merasa seperti berada di dalam dunia nyata. Selain itu, Virtual Reality (VR) berusaha mereplikasi atau menstimulasi suatu lingkungan, sehingga memungkinkan seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan tersebut.

Sejumlah sumber menyebut, VR dapat berupa objek nyata maupun imajiner. Objek dari VR dibuat semirip mungkin dengan aslinya, sehingga penggunanya mendapatkan pengalaman yang nyata. Untuk bisa dieksplorasi secara lebih luas, lingkungan Virtual Reality diciptakan dalam bentuk 360 derajat.

Saat ini, teknologi virtual reality sudah banyak digunakan di berbagai bidang profesi dan aktivitas. Sistem virtual reality diketahui dapat membantu dalam bidang-bidang tertentu; mulai dari medis, militer, game dan hiburan, pendidikan, otomotif dan lainnya. 

Mengetahui ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan dengan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) ini, Honda kemudian menggunakannya untuk mengembangkan desain produk. Langkah ini bahkan telah dimulai sejak tahun lalu. 

Penggunaan teknologi VR untuk pengembangan produk, dimulai dari sejak perusahaan pabrikan Jepang itu memproduksi Honda Pilot TrailSport hingga model mobil listrik terbaru Honda yaitu Honda Prologue EV, di Amerika Serikat.

Para desainer di American Honda Motor Co., Inc mulai memanfaatkan Teknologi VR menjadi salah satu teknologi yang diandalkan, di tengah pandemi Covid-19 yang membatasi pertemuan orang-orang.

Honda menggunakan virtual dan augmented reality, dikarenakan teknologi ini merupakan jembatan yang dapat menghilangkan batasan ruang dan waktu.

Honda Prologue yang akan menjadi mobil SUV listrik pertama dari Honda merupakan model pertama yang dirancang melalui teknologi visualisasi virtual reality. Para desainer Honda menggunakan teknologi VR dalam melakukan evaluasi warna, bahan hingga memvisualisasikan trim secara keseluruhan.

VR Technology Leader Honda Design Studio, Mathieu Geslin mengatakan, tim desain Honda menggunakan teknologi VR untuk memvisualisasikan model Honda Prologue.

"Teknologi ini mempercepat kolaborasi antara tim styling Honda yang berada di Amerika Serikat dan Jepang. Penggunaan teknologi ini merupakan upaya berkelanjutan, untuk mengoptimalkan kemampuan teknis VR. Kami sangat bersemangat untuk menggunakannya dalam pengembangan produk Honda di masa depan," ungkapnya, seperti dikutip dari laman mereka, Kamis (2/2/2023).

Penggunaan teknologi VR dalam pengembangan produk Honda sudah direncanakan sejak enam tahun lalu. Para desainer Honda mengeksplorasi, menguji dan memvalidasi teknologi ini untuk menemukan cara baru yang efisien dalam menciptakan produk yang lebih baik.

Langkah ini diambil, untuk mewujudkan tujuan global mereka dalam mencapai netralitas karbon atas semua produk dan aktivitas perusahaan pada 2050.

Honda akan memperkenalkan 30 kendaraan listrik baru secara global pada 2030, dengan volume penjualan global sebesar 2 juta unit. Di Amerika Utara, Honda telah menetapkan timeline untuk pengenalan EV hingga 2030, dan pada akhirnya menjadi 100% penjualan mobil tanpa emisi pada 2040.

Menggunakan teknologi VR kali pertama untuk memproduksi Prologue, tim produksi dapat memeriksa pekerjaan tanpa harus mengecek langsung model yang sedang dibuat. Honda Prologue dinilai perusahaan sebagai kunci untuk sepenuhnya menggunakan VR dalam proses pembuatannya, mulai dari desain berbasis data dengan pemodelan tanah liat sebagai alat verifikasi.

Setelah diterapkan pada Prologue, teknologi itu kemudian diterapkan di beberapa produk lainnya.

Kemajuan teknologi VR sangat membantu para desainer, namun demikian penggunaan teknologi ini dalam membuat suatu produk tidak dapat menghilangkan sentuhan langsung secara fisik dan emosi dari para desainer.

Menurut perusahaan, emosi dan sentuhan manusia tetaplah penting. 

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Techno24 Maret 2026, 18:51 WIB

Apple WWDC26 akan Menyoroti Kemajuan Kecerdasan Buatan

Acara WWDC 2026 Apple dijadwalkan pada 8-12 Juni.
WWDC 2026. (Sumber: Apple)
Startup24 Maret 2026, 18:39 WIB

Cerita Tessa Wijaya dari Xendit Membangun Infrastruktur Pembayaran Global

Usaha rintisan di sektor teknologi finansial ini sudah merambah sampai ke Amerika Latin.
Pendiri startup Xendit Tessa Wijaya. (Sumber: AC Ventures)
Techno24 Maret 2026, 18:28 WIB

Omoway Umumkan Mobility One: Robot dengan Roda yang Serbaguna

Arsitektur yang Dikembangkan secara Mandiri Kini Hadir dengan Berbagai Potensi Skenario Penggunaan.
Omoway Mobility One. (Sumber: Omoway)
Lifestyle24 Maret 2026, 18:09 WIB

Trailer dan Visual Anyar The Beginning After The End Season 2

Anime ini diproyeksikan tayang perdana pada 1 April 2026 di Netflix.
The Beginning After The End Season 2. (Sumber: Crunchyroll)
Techno24 Maret 2026, 15:44 WIB

ASUS ROG Hadirkan 3 Monitor Gaming Strix OLED Terbaru

Monitor gaming QHD 27 inci berkualitas premium menghadirkan performa OLED terbaik dan visual yang menakjubkan.
ROG Strix OLED XG27AQDMG Gen2. (Sumber: ASUS)
Automotive24 Maret 2026, 15:29 WIB

Suzuki e EVERY: Mobil Van BEV Komersial Mini Mengaspal di Jepang

Mobil listrik cocok untuk dijalankan kendaraan operasional bisnis.
Suzuki e EVERY. (Sumber: Suzuki)
Techno24 Maret 2026, 15:15 WIB

Redmi 15 Dibanderol Mulai dari Rp2,29 Juta di Indonesia, Tersedia 3 Warna

Baterai disebut-sebut bisa bertahan selama dua hari.
Redmi 15. (Sumber: Xiaomi)
Lifestyle20 Maret 2026, 13:23 WIB

The Grand Outlet Karawang Hadirkan 100 Merek Terkenal

Surga belanja ini membawa konsep branded, original, affordable.
Pusat perbelanjaan The Grand Outlet Karawang, Jawa Barat. (Sumber: istimewa)
Techno20 Maret 2026, 12:55 WIB

Apple Mengakuisisi Perusahaan Software Pengeditan Video MotionVFX

MotionVFX menawarkan repositori online berisi efek visual dan grafis gerak untuk beberapa aplikasi pengeditan video.
MotionVFX.
Lifestyle19 Maret 2026, 16:34 WIB

H&M Ingin Membuat Pakaian dari Gas Karbon Dioksida

Agar program ini bisa terwujud, merek fesyen asal Swedia ini menggandeng startup bernama Rubi.
H&M. (Sumber: H&M)