Techverse.asia - Royal Alloy, produsen otomotif asal Inggris, pada minggu ini resmi meluncurkan sepeda motor barunya: JPS 245 (John Player Special) Darwinbro yang ditawarkan dalam dua model. Skuter matik (skutik) ini tersedia model on-road dengan tampilan yang elegan dan off-road yang menampilkan warna lebih kalem, ban dual purpose, serta setang telanjang.
Royal Alloy JPS 245 Darwinbro tersebut total terdapat lima varian kelir. Untuk model on-road sendiri ada tiga kelir yang mencakup Crimson Gold, Crude Oil, dan Platinum. Sementara itu, model off-road ada dua warna yakni Battlefield Green dan Contemporary Orange.
Bicara mengenai harganya, skutik ini dibuka dengan harga spesial Rp99 juta pada periode peluncuran. Lalu harga JPS 245 Darwinbro harganya akan kembali normal senilai Rp119 juta. Harga untuk on the road (OTR) DKI Jakarta.
Komisaris Royal Alloy Indonesia Irwan Cipto menyampaikan, dengan kehadiran JPS 245 Darwinbro tersebut diharapkan konsumen dapat punya banyak opsi. Peluncuran skutik ini juga dilakukan secara intimate di kawasan Parle Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Skuter Premium Asal Inggris, Scomadi Perdana Hadir di Indonesia Lewat IMOS+ 2023
"Perkenalan Royal Alloy JPS 245 Darwinbro dilakukan secara intimate guna memberi pengalaman yang lebih personal, sekaligus menghadirkan karakter premium dari produk ini secara lebih dekat kepada para pemengaruh maupun figur publik yang punya passion terhadap dunia otomotif dan gaya hidup," ujar Irwan dalam keterangan resminya kami sadur, Jumat (23/1/2026).

JPS 245 Darwinbro dibekali mesin berkapasitas 245CC yang dirancang untuk menunjang mobilitas kaum urban, tanpa mengorbankan kenyamanan dan gaya. Perusahaan mengklaim bahwa jantung pacu tersebut cocok buat touring jarak jauh atau pun pengendaraan harian.
Perbedaan utama antara JPS 245 Darwinbro model on-road dan off-road adalah tampak depannya, di mana model on-road memakai setang klasik yang ditutup oleh kaver, sedangkan model off-road hadir dengan setang telanjang guna menegaskan karakter tangguhnya.
Baca Juga: Yamaha Tmax Diniagakan di Indonesia, Varian Termahal Harganya Rp475 Juta
Lebih lanjut, di bagian kaki-kakinya juga ada perbedaan. Kedua model tersebut dibekali dengan suspensi model tabung di bagian depan, tapi model off-road dikonfigurasikan bersama ban tahu yang mendukung tampilan rugged, siap melewati berbagai medan jalan.
"Konsep ini membuat Royal Alloy JPS 245 Darwinbro enggak cuma tampil keren di perkotaan saja, namun juga andal untuk dipakai berpetualang," ujarnya.

Menariknya, dua model skuter itu menggunakan suspensi ganda di bagian kanan kiri yang diterapkan di belakang maupun depan. Sebab, pada umumnya, skutik asal Benua Biru hanya memakai single shock breaker di satu sisi saja.
Secara eksterior, Royal Alloy JPS 245 Darwinbro adalah representasi yang memadukan estetika 'Real Classic' dengan nuansa balap legendaris. Model ini secara khusus memberi penghormatan kepada livery ikonik John Player Special yang kondang di dunia balap F1 pada medio 1970-an silam.
Baca Juga: Vespa Meluncurkan Primavera dan Sprint Edisi Terbaru, Ada Tipe S
Kombinasi warna hitam gloss dengan aksen emas memberi kesan mewah, prestisius, dan agresif. Garis emas mengalir rapi di sepanjang bodi samping, pelek, hingga leg shield, mempertegas identitas JPS yang kuat.

Perusahaan pun tetap setia dengan siluet skuter Inggris era 1960-an bergaya Lambretta. Panel bodinya menggunakan material logam, sehingga muncul kesan kokoh. Bentuk bodinya memanjang dan meruncing ke belakang, menciptakan tampilan klasik yang aerodinamis.
Detail eksterior lainnya ialah pelek warna emas, lampu depan bulat dengan teknologi LED dan Daytime Running Light (DRL), serta jok model kursi rata dengan jahitan presisi.
Skutik ini juga membawa klaster instrumen digital yang unik lantaran terintegrasi dengan dashcam. Kamera ini terpasang di bagian dasi, tepat di bawah lampu depan, dan hasil rekamannya bisa diakses secara langsung lewat aplikasi di smartphone. "Fitur ini memberi nilai tambah yang jarang ditemukan pada skuter klasik," terangnya.
Baca Juga: Athena Goddess 150: Skutik China yang Pepet Vespa dan Lambretta














