Techverse.asia - Penjualan tiket kereta api reguler untuk masa Angkutan Lebaran 2026 masih terus berlangsung dan bakal terus bertambah seiring dengan dibukanya pemesanan sesuai skema H-45 Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 18 Maret 2025.
Skema tersebut memberi ruang bagi masyarakat guna merencanakan perjalanan mudik lebaran dengan opsi tanggal dan kota atau kabupaten tujuan keberangkatan yang lebih beragam.
"Melalui pengaturan ini, calon pemudik bisa menyesuaikan waktu perjalanan dengan lebih leluasa, sekaligus membantu distribusi arus mudik lebaran supaya enggak terkonsentrasi di tanggal-tanggal tertentu saja," ujar Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) Anne Purba dalam keterangan resminya, kami kutip, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: The French Press Warung Kopi di Pasar Kranggan Suguhkan Menu Barat
Dikatakannya bahwa lewat pengaturan Angkutan Lebaran 2026, KAI membuka penjualan tiket secara langsung secara bertahap mulai H-3, H-2, H-1, H1, sampai H2 Hari Raya Lebaran.
Menurutnya, dengan pola ini tujuannya guna memberikan fleksibilitas waktu perjalanan sekaligus mendukung pengelolaan arus penumpang yang lebih seimbang di pelbagai tanggal keberangkatan.
Skema H-45, lanjutnya, juga memungkinkan jawatannya guna mengelola pergerakan penumpang kereta api secara lebih proporsional. Dengan perencanaan sejak dini, penumpang jadi punya peluang lebih besar dalam memilih jadwal mudik dan layanan kereta api reguler sesuai kebutuhan perjalanan masing-masing.
Melalui skema itu, per 9 Februari kemarin, tercatat sebanyak 793.681 lembar tiket kereta api reguler telah habis dipesan untuk periode keberangkatan pada 11-26 Maret 2026. Berdasarkan data pemesanan sementara, tanggal keberangkatan dengan volume tertinggi yakni pada 24 Maret dengan 67.859 tiket, kemudian 23 Maret 67.043 tiket, 19 Maret 65.513 tiket, dan 18 Maret sebanyak 63.300 tiket.
Baca Juga: Tekan Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api, Akademisi UB Buat Inovasi Aplikasi Berbasis AI
Pada 9 Februari, ini daftar sepuluh relasi favorit sementara yang paling banyak dipilih:
Gambir – Yogyakarta: 11.567 pelanggan
Gambir – Semarang Tawang: 10.143 pelanggan
Pasarsenen – Lempuyangan: 8.211pelanggan
Gambir – Purwokerto: 7.387 pelanggan
Pasarsenen – Kutoarjo: 7.221 pelanggan
Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 6.502 pelanggan
Pasarsenen – Purwokerto: 6.482 pelanggan
Gambir – Surabaya Pasar Turi: 6.273 pelanggan
Gambir – Cirebon: 6.227 pelanggan
Yogyakarta – Gambir: 6.220 pelanggan
Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat, KAI juga menyiapkan langkah operasional guna mendukung kelancaran mudik tahun ini. Rencana pengoperasian kereta api tambahan sedang dalam tahap finalisasi dan bakal diumumkan sesuai kesiapan operasional.
Baca Juga: Mudik Lebaran Bawa Bekal? Ini Dia Daftar Makanan dan Minuman yang Oke Dibawa Perjalanan
Selain itu, KAI juga melakukan pemeriksaan sarana perkeretaapian, mulai dari lokomotif hingga rangkaian kereta secara berkala guna memastikan layanan berjalan secara maksimal selama masa mudik maupun balik. Dari sisi layanan, sistem ticketing KAI dijalankan secara transparan dan terkontrol.
"Setiap tiket wajib memakai identitas asli penumpang dengan ketentuan satu orang satu tiket dengan nama yang sama," katanya.
Proses boarding pun didukung oleh teknologi pengenalan wajah atau face recognition serta pembatasan transaksi per kode pemesanan supaya tiket dipakai oleh pelanggan yang berhak. KAI pun bakal menerapkan pengaturan khusus untuk pemesanan tiket rombongan.
"Alokasinya dibatasi maksimal hanya sepuluh persen dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia, dengan prioritas utama diberikan kepada program mudik gratis yang diadakan oleh pemerintah dari beragam instansi," tambahnya.
Baca Juga: Kereta Di Jepang Juga Pernah Telat Kok, Salah Satunya Karena Si Masinis Lupa Password Tablet
KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan transparansi. Dengan dukungan seluruh Insan KAI Group, dia ingin memastikan perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan kereta api berlangsung tertib, aman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat.















