Techverse.asia - Jazz Hipster hari ini resmi menghadirkan platform 3-way bookshelf audio anyarnya yang diposisikan di antara monitor studio yang ukurannya, sistem HiFi desktop, dan perangkat audio premium, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Samsung Galaxy Card Resmi Hadir di Amerika Serikat
Produk Manajer Jazz Hipster Ben Hsu menyampaikan, pelantar itu dikembangkan dengan tiga prinsip utama yakni desain yang kompak, reproduksi bas yang lebih mendalam, hingga konektivitas digital.
"Lain dari kebanyakan speaker aktif berukuran ringkas yang masih mengandalkan konfigurasi 2-way bass reflex, pelantar terbaru ini membawa arsitektur 3-way sealed-box sehingga dapat menghasilkan respons bas sampai 30 Hz dalam kabiner berukuran 275 x 150 x 170 milimeter (mm)," ungkapnya.
Pengembangan pelantar tersebut terinspirasi dari beragam monitor profesional buatan Jepang dan Eropa, serta produk Hi-Fi desktop premium.
Baca Juga: Bang & Olufsen x Antolini: Hadirkan Speaker Beosound Balance Natura dalam Warna Kuarsa Alami
Berdasarkan analisis internal perusahaan, banyak monitor kompak di rentang harga Rp17 jutaan sampai Rp71 jutaan masih mengandalkan kabinet yang lebih besar, input analog yang didesain buat keperluan studio, dan sistem bass-reflex.
Walau punya akurasi dan keandalan tinggi, produk-produk itu, menurutnya, belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi pelanggan yang menginginkan speaker ringkas yang bisa terhubung langsung dengan PC, konsol gim, atau pun perangkat streaming.
Oleh karena itu, Jazz Hipster menawarkan pendekatan yang berbeda lewat kabinet yang lebih ringkas, respons bass yang lebih mendalam, pemrosesan aktif 3-way, DSP crossover control, dan konektivitas digital seperti USB-C dan HDMI Arc.
Baca Juga: JBL Hadirkan Speaker PartyBox dan 2 Mikrofon Nirkabel Baru
Ia menerangkan, sebagian besar speaker aktif berukuran ringkas punya konfigurasi 2-way sebab lebih sederhana, ukurannya jauh lebih kecil, dan lebih gampang buat diproduksi. Sedangkan, pelantar Jazz Hipster menggunakan arsitektur 3-way sehingga dapat memisahkan frekuensi rendah, menengah, hingga tinggi secara lebih presisi.
"Pendekatan ini meningkatkan kejernihan frekuensi audio menengah, reproduksi vokal, dan pengendalian soundstage sebagai aspek penting dalam pengalaman mendengar audio dari jarak dekat dengan perangkat desktop," papar dia.
Itu dikonfigurasikan dengan DSP active crossover control serta pengeras suara Class-D, pelantar ini menghadirkan konfigurasi 3-way dalam desain yang ringkas yang masih jarang dijumpai pada kategori produk yang sama.
Baca Juga: Edifier S880DB MKII Bawa Peningkatan Komprehensif untuk Performa Hi-Fi yang Unggul
Lebih lanjut ia mengatakan, banyak monitor kompak butuh kabinet yang lebih besar atau tambahan subwoofer guna menghasilkan bass yang lebih mendalam. Sebaliknya, desain sealed-box, pengembangan long-throw woofer, dan penyetelan DSP mendukung pelantar Jazz Hipster menghasilkan respons bass sampai 30 Hz tanpa memakai bass-reflex port.
"Dengan demikian, pengguna bisa menikmati frekuensi rendah yang lebih full dari speaker desktop berukuran ringkas tanpa harus menambahkan sistem subwoofer terpisah," katanya.
Pelantar tersebut juga sudah mendukung koneksi USB-C Audio 2.0, HDMI Arc, SPDIF In/out, input XLR, input aux, dan DAC sub-out. Dukungan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi mitra merek dalam mengembangkan beragam produk.
Baca Juga: Setelah 2 Tahun Absen, Sonos Umumkan 2 Speaker Baru
Seperti sistem Hi-Fi desktop, perangkat audio bagi kreator konten, audio untuk gim, sistem hiburan rumah berukuran ringkas, hingga perangkat audio premium bergaya hidup. Produk speaker ini tidak hanya kompatibel dengan perangkat audio konvensional, namun juga dapat terhubung dengan komputer, televisi, konsol gim, dan perangkat streaming.
Sistem 3-way bookshelf ini bukan sekadar speaker, melainkan sebuah platform yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk, seperti bookshelf speaker nirkabel, speaker aktif berbasis streaming, sistem home theater berukuran ringkas, hingga perangkat audio yang dirancang khusus bagi kreator konten.