Dengan Kubus Kecil Ini, Kalian Dapat Mengatur Komponen Smart Home Kalian

Uli Febriarni
Rabu 23 November 2022, 23:39 WIB
Aqara Cube T1 Pro / Aqara.com

Aqara Cube T1 Pro / Aqara.com

Teknologi Smart Home masih membutuhkan tombol. Dalam kasus Aqara Cube T1 Pro baru seharga $22,99, masih membutuhkan banyak fleksebilitas isyarat. Kubus kecil ini untuk kontrol suara dan sensor, meskipun berguna, namun tidak selalu menjadi cara terbaik untuk menyalakan lampu, membuka gordyn, atau memulai rutinitas dengan pemandangan.

Terkadang kalian hanya ingin sebuah remote control taktil yang dapat melakukan semua pekerjaan untuk kalian. Salah satunya adalah Cube T1 Pro yang menjadi versi terbaru dari pengontrol Cube nirkabel Aqara, dengan sejumlah fungsi gerakan baru untuk mengontrol perangkat rumah pintar, sambil menambahkan autentikasi untuk Apple Home dan Amazon Alexa.

Cube T1 Pro memungkinkan kalian untuk mendorong, membalik, memutar, menggoyang, atau mengetuk kubus agar dapat mengaktifkan gadget atau keinginan kalian. Hal itu muncul sebagai enam tombol nirkabel di HomeKit dan enam sensor gerak di Alexa. Dari sini, kalian dapat mengikat setiap perangkat berbeda atau aplikasi cerdas yang berbeda.

Misalnya, ketika kalian membalik Kubus ke sisi 1 (yang masing-masing sisi diberi nomor) untuk memicu sebuah fitur Movie Time Scene yang akan mematikan lampu dan menurunkan gordyn kalian di HomeKit.

Atau, pada aplikasi Alexa, balikkan ke sisi 2 untuk menyalakan Good Morning Scene yang menaikkan gordyn kalian, menyesuaikan termostat, menyalakan lampu, dan mulai memutar radio dari speaker pintar Echo kalian.

Selain itu, setiap sisi juga dapat diprogram untuk mengontrol perangkat individual.

Pada dasarnya, otomatisasi atau gadget apa pun yang dapat kalian kendalikan di salah satu putaran dapat dimulai dengan rotasi cepat dari Cube. Seperti semua perangkat Aqara, Cube sangat membutuhkan Aqara Hub. Hal ini bekerja melalui Zigbee 3.0, yang menurut Aqara memberikan waktu respons lebih cepat dan kemampuan yang lebih baik daripada versi sebelumnya.

Ada lebih banyak fungsi jika kalian menggunakannya dengan perangkat Aqara sendiri, termasuk untuk menekan, menggoyang, memutar, membalik, dan mengetuk. Misalnya, putar searah jarum jam untuk menutup gordyn kalian yang terhubung ke motor gordyn Aqara atau berlawanan arah jarum jam untuk membuka. Gerakan serupa dapat digunakan untuk mencerahkan atau meredupkan lampu.

Meskipun ada indikator seperti dadu yang tercetak di setiap sisi, Cube masih memiliki masalah yang perlu kalian ingat apa yang telah kalian programkan untuk dilakukan di setiap sisi. Sisi putih kosong itu hanya diperuntukkan untuk mengirim stiker emoji.

The Verge mengulas, jika kita menggunakan gadget seperti ini dalam pengaturan satu tujuan, seperti halnya di kantor, maka di atas meja kita dapat membalik sekali untuk mengaktifkan Zoom Scene, yang mengubah cahaya lampu menjadi lebih lembut, atau cahaya yang lebih bagus dan mematikan pemutar musik. Kemudian balikkan lagi untuk kembali ke Work Scene, dengan pencahayaan yang lebih energik dan beberapa lagu yang dapat menginspirasi.

The Ambient menuliskan, tempat bagus lainnya adalah di meja samping tempat tidur, yang diatur untuk memicu scene Selamat Pagi dan Selamat Malam.

Hanya saja, jika kalian menyetelnya untuk melakukan terlalu banyak hal, seperti halnya menyalakan semua lampu di rumah sembari mengunci pintu, memungkinkan kalian akan lupa dengan apa yang telah kalian programkan untuk dilakukan.

Aqara menyebut produk Cube T1 Pro 'diharapkan mendukung Matter melalui hub Aqara melalui pembaruan OTA'. Hal ini tentunya harus memungkinkannya untuk mengontrol perangkat apapun yang mendukung Matter dan juga semakin memperluas potensi kegunaannya.

Hub M2 dijadwalkan menjadi hub Aqara pertama, yang menerima pembaruan Matter akhir tahun ini.

Cube T1 Pro sekarang tersedia di Amazon di AS, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris Raya.

Follow Berita Techverse.Asia di Google News
Berita Terkini
Hobby30 Juli 2026, 20:48 WIB

Gypsum Jadi Media Lukis untuk Salurkan Kreativitas Anak-anak

Ide ini dipelopori oleh anak muda asal Kotagede, Kota Yogyakarta.
Melukis di gypsum. (Sumber: istimewa)
Techno30 Juli 2026, 15:32 WIB

WhatsApp Tambahkan Banyak Fitur Baru, Apa Saja?

WhatsApp menambahkan peningkatan Apple CarPlay dan Android Auto, pendaftaran iPad, dan banyak lagi.
Fitur-fitur baru WhatsApp. (Sumber: Meta)
Startup30 Juli 2026, 13:58 WIB

Dorong Akselerasi Digital, OJK Punya 2 Program dari Pusat Inovasi

Program akselerasi tersebut dengan mempertemukan startup peserta program bersama regulator, investor, asosiasi, akademisi, dan praktisi industri.
Ilustrasi startup. (Sumber: pexels)
Techno30 Juli 2026, 13:56 WIB

Tingkat Pertahanan Siber, Nvidia Meluncurkan Inisiatif Open Secure AI Alliance

Anggota pendirinya termasuk Nvidia, Microsoft, Dell, dan SpaceX.
Open Secure AI Alliance. (Sumber: Nvidia)
Lifestyle30 Juli 2026, 11:51 WIB

Under Armour x Sharpie Rilis Sepatu Basket Seharga Rp2 Jutaan

Kolaborasi ini merayakan hubungan antara bola basket, budaya sepatu kets, dan ekspresi diri yang berani.
Under Armour x Sharpie. (Sumber: null)
Techno30 Juli 2026, 11:47 WIB

Coursera x UNESCO Beri Kursus Gratis Etika AI dalam Bahasa Indonesia

Dikembangkan bersama LG AI Research, kursus ini tersedia dalam 11 bahasa dan dapat diakses secara gratis oleh siapa saja.
Coursera x UNESCO.
Automotive30 Juli 2026, 09:53 WIB

Suzuki XL7 Baru Mengaspal di Indonesia, Ada 3 Model

Cek pilihan warna baru dan harganya.
New Suzuki XL7. (Sumber: Suzuki)
Techno30 Juli 2026, 09:52 WIB

Blibli Buka Pra-pemesanan Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Z Fold 8, Ini Benefitnya

Banjir Benefit Selama Masa Pre-Order di Blibli.
Blibli buka pra-pemesanan Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra dan Fold 8. (Sumber: Blibli)
Automotive29 Juli 2026, 15:59 WIB

Manson Cheung Siap Hadir di IMX 2026

Dia adalah Sosok di Balik Kolaborasi Ikonik Pop Culture Hingga Hot Wheels Formula 1 Collection.
HWCCI x IMX Dinner. (Sumber: istimewa)
Techno29 Juli 2026, 15:28 WIB

Alasan Kecerdasan Buatan akan Menentukan Masa Depan Geopolitik Dunia

Pesatnya perkembangan AI juga akan berdampak terhadap konstelasi politik dunia.
(ilustrasi) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) (Sumber: Freepik)