Techverse.Asia

Modal Rp16.000, Simak Tips Dari Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Ubah Minyak Jelantah Jadi Deterjen Cuci Baju

mencuci baju / freepik

Pembuangan minyak bekas goreng atau minyak jelantah secara sembarangan akan berdampak buruk pada lingkungan. Bahaya yang ditimbulkan kalau jelantah dibuang ke tanah, akan merusak kesuburan tanah. Sedangkan kalau dibuang ke air, minyak jelantah akan menyumbat saluran dan merusak ekosistem perairan. Selain itu, berdampak pada kesehatan manusia.

Mengetahui dampak buruk tersebut, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Kelompok 88 Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta kemudian membuat program untuk mengolah minyak jelantah menjadi produk berkelanjutan dan bermanfaat. Tim KKN tersebut berjumlah sepuluh orang dan melakukan pengabdian masyarakat di padukuhan Dondong, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul.

Perwakilan anggota KKN, Labitta Anjani Mustikarini mengatakan, kelompok 88 mengundang narasumber yang sudah memiliki ilmu mengenai cara mengolah minyak jelantah menjadi sabun pencuci baju. Pengetahuan ini kemudian dibagikan kepada warga lainnya.

"Kami mengundang narasumber dari Kampung Suronatan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Ia salah satu pengurus di bank sampah Suronatan. Pembicara tersebut mendapatkan inovasi dari pelatihan yang diadakan dari kelurahan. Kemudian ditularkan kepada kami dan warga," terangnya, dikutip dari laman universitas, Sabtu (24/12/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu alasan kelompoknya memilih inovasi minyak jelantah ini, karena ingin membuat sesuatu yang tak bernilai menjadi punya manfaatkan bagi masyarakat. Tidak hanya manfaat untuk lingkungan, namun juga ekonomi.

Mereka berharap inovasi ini masih terus diaplikasikan masyarakat, meski mereka sudah tidak KKN lagi di Dondong, Saptosari. 

"Berawal dari langkah kecil ini, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan bisa ditekan. Bahkan minyak jelantah bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat," ungkapnya, 

Menurut dia, mengolah minyak jelantah tidak membutuhkan biaya yang mahal. Bahkan cukup dengan modal Rp16.000, sudah bisa menghasilkan 12 buah sabun pencuci baju, yang bisa membersihkan noda membandel.

"Alasan kami mengajak warga mengolah minyak jelantah, karena minyak jelantah ini tidak bisa dibuang sembarangan. Seperti ," tuturnya. 

Secara rinci dia menjelaskan, modal Rp16.000 tersebut digunakan untuk mengumpulkan bahan yang diperlukan. Antara lain setengah liter minyak jelantah Rp3.000; 82 gram soda api Rp3.500; baskom plastik Rp5.000; alat pengaduk Rp1.500;cetakan Rp3.000.

Editor : Uli Febriarni

Berita Terkait