Techverse.Asia

CEO Amazon Andy Jassy Pastikan Akan Terjadi PHK, Belasan Ribu Karyawan Terdampak

Amazon

Techverse.asia - Amazon dilaporkan akan mengurangi jumlah pegawainya mencapai lebih dari 18.000 orang di perusahaan. Itu terungkap melalui tulisan dari CEO Andy Jassy dalam sebuah memo kepada staf pada Rabu (4/1/2023) kemarin, jauh lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya oleh raksasa e-commerce tersebut.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan terjadi di beberapa tim, tetapi mayoritas PHK ada di grup Amazon Stores dan organisasi People, Experience and Technology (PXT). Jassy mengatakan dalam memonya, yang diposting perusahaan di situs blognya.

Amazon telah melewati ekonomi yang tidak pasti dan sulit di masa lalu, dan kami akan terus melakukannya. Perubahan ini akan membantu kami mengejar peluang jangka panjang kami dengan struktur biaya yang lebih kuat. Namun, saya juga optimistis bahwa kami akan menjadi inventif, banyak akal, dan suka berkelahi saat ini ketika kami tidak mempekerjakan secara ekspansif dan menghilangkan beberapa peran,” tulis Jassy dikutip Techverse.asia pada Kamis (5/1/2023). 

Baca Juga: Nvidia Resmi Luncurkan Kartu Grafis RTX 4070 Ti, Berapa Harganya?

Sekitar 18.000 karyawan Amazon akan terdampak PHK, termasuk PHK yang dilakukan Amazon musim gugur lalu. Angka tersebut mewakili sekitar 1,2 persen dari 1,544 juta pekerja penuh dan paruh waktu yang dilaporkan perusahaan per 30 September 2022.

Pada November 2022, Jassy mengumumkan bahwa Amazon memotong pekerjaan di seluruh bisnis Perangkat dan Buku, dan juga mengatakan bahwa perusahaan membuat penawaran pembelian sukarela untuk beberapa karyawan di grup PXT. Dia juga memberi tahu karyawan bahwa akan ada lebih banyak pengurangan peran hingga tahun 2023 karena para pemimpin terus melakukan penyesuaian. Pada saat itu, media The New York Times melaporkan bahwa Amazon memangkas sekitar 10.000 pekerjaan.

Berbicara pada akhir November 2022 di konferensi DealBook Times, Jassy mengatakan pemotongan itu diperlukan karena ekonomi sedang tidak pasti.  daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh para eksekutif Amazon. Menurut mereka, hanya merasa perlu merampingkan biaya perusahaan.

Baca Juga: Gegara Perlambatan Ekonomi, Kini Giliran Amazon yang Dilaporkan Akan PHK 10 Ribu Karyawan

Memo Jassy kepada karyawan Amazon tentang PHK datang setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari sebelumnya bahwa perusahaan berencana untuk memecat lebih dari 17.000 karyawan. Dalam referensi yang jelas ke laporan Journal, Jassy menulis, “Kami biasanya menunggu untuk mengkomunikasikan tentang hasil ini sampai kami dapat berbicara dengan orang-orang yang terkena dampak langsung. Namun, karena salah satu rekan tim kami membocorkan informasi ini secara eksternal, kami memutuskan untuk membagikan berita ini lebih awal sehingga Anda dapat mendengar detailnya langsung dari saya,” ujarnya. 

Amazon berencana untuk berkomunikasi dengan karyawan yang akan terkena dampak PHK putaran terakhir mulai 18 Januari, menurut Jassy. Jassy sendiri yang bergabung dengan Amazon sejak tahun 1997, sebelumnya adalah CEO divisi layanan cloud AWS yang berkembang pesat di perusahaan teknologi tersebut. Jassy mengambil alih pekerjaan CEO, menggantikan pendiri Jeff Bezos, pada Juli 2021. 

Editor : Rahmat Jiwandono